Knowledge Base Manual Qwords.com
 Subscribe to Posts (RSS) and Comments (RSS)

Internal Server Error

Posted by Qwords.com @ 8:34 AM, Tuesday Jun 29th, 2010

Apa Itu Internal Server Error?

500 Internal Server Error


Internal Server Error adalah pesan yang ditampilkan oleh web server karena web server tidak mampu memenuhi permintaan pengunjung web untuk mengakses URL yang diminta karena ada kesalahan yang terjadi.

Internal Server Error merupakah ‘catch-all’ error yang dihasilkan oleh web server. Error ini muncul karena memang ada yang salah pada server, coding, permission, konfigurasi, atau yang lainnya dan server tidak bisa memberitahu kesalahan tersebut kepada pengunjung web secara spesifik.

Selain pesan kesalahan Internal yang muncul, web server menghasilkan beberapa log mengenai penyebab terjadinya error tersebut. Dan menjadi tugas dari pengelola web untuk mencari tahu dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Penyebab Umum Internal Server Error

Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya error ini, di sini hanya akan dijelaskan penyebab umum dan yang bisa ditangani oleh pengelola web.

Penyebab umum terjadinya Internal Server Error:

  1. Hak akses file dan direktori yang salah
  2. Kesalahan konfigurasi pada file konfigurasi, file dengan awalah titik (.), seperti .htaccess
  3. Kesalahan coding
  4. Server Overload

Kita tidak bisa menemukan solusi kalau masalah saja tidak diketahui. Web server tidak hanya menuliskan Internal Server Error saja tetapi juga meninggalkan error log. Di hosting cPanel error log bisa dilihat lewat:

  1. cPanel > Error Log
  2. File error_log

Anda juga perlu tahu waktu kejadian error karena di error log bisa menyimpan banyak catatan error dan di error log dicatat berdasarkan waktu kejadian. Supaya mempermudah mencari sumber masalah maka ada baiknya kita mengetahui waktu terjadinya error. Silahakan dicari pesan error sesuai dengan waktu kejadian.

Solusi untuk permasalahan ini:

  1. Sesuaikan Konfigurasi permission file dan folder menjadi 644 untuk file dan 755 untuk folder (untuk informasi lebih lanjut silahkan akses link CHMOD Permission)
  2. Cek file .htaccess anda, pastikan file tersebut tidak berextensi lain (.htacess.txt) dan pastikan juga didalamnya tidak ada script berawalan php_flag
  3. Buatlah Support tiket kepada  Qwords apabila langkah diatas belum dapat mengatasi masalah anda

Upgrade Joomla 1.0 ke 1.5

Posted by ZhaY @ 2:38 AM, Tuesday Jun 15th, 2010

Seiring dengan perkembangan waktu dan zaman, tentu kita akan selalu berfikir bagaimana agar website yang kita kelola selalu terupdate dengan baik. Namun bagi beberapa CMS (Content Management System) seperti Joomla, melakukan upgrade memang agak rumit.

Namun pepatah Arab mengatakan “Manjada Wajada” yang berarti apabila ada kemauan pasti akan ada jalan jika kita bersungguh-sungguh. Artikel tutorial ini akan membahas bagaimana cara mengupgrade versi Joomla anda menggunakan component “Migrator” :

A. Backup SQL Joomla 1.0

1. Pertama-tama, login terlebihdahulu ke halaman administrator Joomla anda

2. Install component administrator yang telah didownload sebelumnya. Agar lebih mudah, bisa menggunakan fasilitas menu “Installers->Component”

2. Setelah selesai diinstall, masuk menu “Component->Migrator” untuk melakukan tahap selanjutnya yaitu backup SQL

3. Klik tombol “Create Migration SQL File”

4. Klik tombol “Start Migration” untuk memulai proses migrasinya, kemudian klik “Download”

B. Instalasi Joomla 1.5

1. Pastikan anda sudah membuat database kosong untuk instalasi joomla 1.5

2. Upload file-file joomla 1.5 ke direktori public_html anda (dalam proses upgrade ini, instalasi Joomla 1.5 dilakukan secara manual)

3. Buka joomla 1.5 dari web browser anda. Akan muncul halaman instalasi untuk joomla 1.5

4. Ikuti langkah instalasi, tekan tombol “Next” hingga langkah ke-5.

5. Perhatikan langkah ke-6, pada halaman “Configuration“. Pada kolom isian di bagian bawah, pilih opsi “Load” “Migration Script” dan petunjuk berikut ini :

a. Old table prefix diisi “_jos”

b. Browse file SQL backup Joomla 1.0 anda yang telah didownload sebelumnya

c. Checklist opsi “This script is a Joomla! 1.0 migration script.”

d. Klik tombol “Upload and execute”. Tunggu beberapa saat untuk upload data-data migrasi

6. Jika berhasil akan muncul halaman informasi bahwa proses migrasi telah berhasil,klik “Next” dan ikuti langkah selanjutnya.

7. Setelah proses instalasi selesai, jangan lupa untuk menghapus direktori (folder) “Installation” pada file manager anda.

Sebagai catatan : Dalam proses migrasi ke Joomla 1.5x maka yang akan disimpan dari Joomla 1.0.x hanya kontennya saja. Sedangkan komponen, modul, plugin, template tidak akan tersedia pada saat upgrade ke Joomla 1.5.x. Jadi harus di install ulang. Selain itu sebelum melakukan instalasi Joomla 1.5, pindahkan terlebihdahulu file-file Joomla 1.0 anda ke tempat yang aman, misalnya didownload ke Harddisk lokal sebagai backup.

Selamat Mencoba ^_^

rie-liel.co.cc

Membuat Favicon Pada WordPress

Posted by ZhaY @ 8:31 AM, Sunday May 23rd, 2010

Kebanyakan orang sudah mulai iseng menggunakan situs WordPressnya. Misalnya melakukan kostumisasi wordpress seperti menambahkan favicon. Favicon sendiri merupakan icon berupa image yang terletak pada tab browser anda, dan kita bisa merubahnya sesuai selera dengan cara yang tidak sulit. Sebagai pengguna website, pasti rela melakukan apapun untuk mempercantik websitenya.

Mari kita berbagi ilmu pada tutorial ini untuk membuat favicon pada website WordPress anda, berikut langkah-langkahnya :

1. Buka halaman http://www.html-kit.com/favicon/ untuk membuat file .ico

2. Pastikan kita sudah memiliki gambar yang ingin dijadikan sebagai favicon, klik “Browse” dan cari file tersebut pada Harddisk local anda. Setelah itu klik “Generate FavIcon.ico”

3. Setelah itu, download file favicon anda dengan mengklik “Download Favicon Package”

4.Upload file favicon.ico ke hosting anda. Tempatkan file tersebut pada direktori /www

5. Login ke halaman administrator (wp-admin) WordPress anda, masuk ke menu : Appearance -> Editor -> Header (header.php)

6. Masukkan script php berikut diantara tag <head></head> :

<link rel=”shortcut icon” href=”favicon.ico”>
<link rel=”icon” type=”image/ico” href=”favicon.ico”>

Setelah itu, klik “Update File”

7. Lakukan clear cache pada browser anda, kemudian dicoba refresh kembali website anda.

Jika berhasil, maka icon akan berubah sesuai keinginan anda. ^_^

Mengarahkan CNAME Melalui cPanel Hosting

Posted by ZhaY @ 2:45 AM, Sunday May 23rd, 2010

Artikel tutorial ini bisa jadi merupakan sambungan dari artikel sebelumnya yang berjudul “Setting Google Apps Untuk Email Domain”

Bagaimana cara mengarahkan CNAME? Berikut langkah-langkahnya :

1. Login cpanel, masuk menu “Advanced DNS Zone Editor”

2. Misalkan kita ingin mengarahkan CNAME  “mail.namadomain”, maka klik “edit” untuk merubahnya

3. Ubah CNAME recordnya, misal akan diarahkan ke google maka diset :

ghs.google.com

klik “Edit Record”

4. Jika ingin menambahkan record baru, maka dilakukan pada menu “Add a Record” , misalkan kita akan membuat record dari kode unik Google Apps. Maka masukkan data CNAMEnya dengan sesuai. Setelah selesai, klik “Add Record”

Catatan :

Ketika memasukkan data CNAME, pastikan data telah sesuai. Error bisa disebabkan hanya karena ada karakter spasi (space) pada data CNAME yang anda masukkan. ^_^

Setting Google Apps Untuk Email Domain

Posted by ZhaY @ 2:21 AM, Sunday May 23rd, 2010

Mungkin sudah banyak dari kita yang mengetahui tentang fasilitas email gratis sebesar 7GB dari Google, yang bernama “Google Apps”.

Berikut merupakan tutorial singkat bagaimana cara settingnya :

1. Langkah pertama, buka link berikut ini untuk membuat email acountnya : http://www.google.com/a/cpanel/domain/new

2. Pilih opsi “administrator” kemudian masukkan nama domain anda. Klik “Get Started”

3.  Isi form pada bagian “Account Administrator” pada step kedua yaitu “Sign Up” , jika serasa perlu bisa juga mengisi form pada bagian “Organization Information”. Setelah selesai klik “Continue” maka akan masuk ke Step ketiga.

4. Pada step ketiga yaitu “Set Up” , anda dapat membuat email account, password, serta verifikasi kodenya. Pastikan email account dan passwordnya sesuai, klik “I Accept, Continue With Set Up”.

5. Berikutnya akan masuk ke menu verifikasi, misalnya kita akan gunakan verifikasi yang paling mudah yaitu opsi kedua Change xxxxxxx.xxx CNAME record” , klik “Continue”

6. Akan muncul penjelasan bahwa kita harus mengarahkan CNAME berupa kode unik :

googleffffffffc41daa07

diarahkan CNAMEnya ke :

google.com

Mengarahkan CNAME melalui cpanel dapat dipelajari “disini”

7. Kita anggap pengarahan CNAME melalui cpanel sudah selesai. Berikutnya klik “I’ve Completed Step Above”

8. Lanjutkan dengan mengikuti instruksi yang ada, setelah masuk step untuk mengaktifkan emailnya (lihat gambar), klik “Activate Email”

9. Akan muncul keterangan bahwa kita harus melakukan setting MX Record sesuai data yang diberikan oleh Google.

Menyettingnya tentu melalui cpanel. Cara setting MX Record melalui cpanel dapat dilihat “disini”

Jangan lupa untuk menghapus terlebihdahulu record MX yang telah disetting sebelumnya di cpanel anda, klik “I Have Completed These Steps”

9. Untuk mempermudah mengakses google apps anda, silahkan klik menu “Service Settings->Email”, anda pilih yang Custom. Setelah itu, anda akan diberikan instruksi yang anda lakukan.

10. Kemudian arahkan CNAME dari subdomain “mail.namadomainanda” ke CNAME google yaitu :

ghs.google.com

melalui fitur “cpanel->advance dns zone editor”

11. Google Apps telah siap digunakan. ^_^

Next Page »