Cloud Web Hosting Indonesia dengan pelayanan terbaik dan harganya murah dengan diskon nama domain.

Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +62 21 52905148

Kompas Cetak:
Sebanyak 3.300 perusahaan dari seluruh dunia memamerkan produk mereka dalam gelaran CeBit 2015 di Hannover, Jerman, pada 16-20 Maret 2015. Raksasa teknologi, seperti IBM, HP, Huawei, Tesla, Blackberry, Rittal, dan berbagai perusahaan lain, turut tampil dalam gelaran teknologi informasi terbesar di dunia itu.

Di salah satu booth di Hall 6 Hannover Fairground, 12 perusahaan teknologi informasi asal Indonesia ikut menggelar produk mereka untuk bersaing dengan raksasa teknologi dan ribuan perusahaan dunia. Jika dibandingkan dengan para raksasa, seperti IBM dan sebagainya, mereka itu bisa dibilang “startup-startup” di bidang teknologi informasi.

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk memulai bisnis yang berhubungan dengan internet Web hosting dan domain menjadi hal yang penting dan menjadi modal awal untuk menjalankan usaha.

Web hosting merupakan layanan penyimpanan data untuk website di internet. Layanan ini diperlukan untuk menyimpan semua data pendukung seperti foto-foto, aplikasi dan data lainnya yang bisa disimpan di dalam server.

Sementara itu, nama domain merupakan alamat website yang bisa diakses langsung oleh masyarakat melalui web browser. Alamat website tersebut memiliki domain .com, .co.id, dsb., yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembuatan website.

Salah satu penyedia jasa web hosting dan nama domain adalah Qwords.com. Perusahaan tersebut digawangi Rendy Maulana Akbar sejak 2005.

Rendy mengungkapkan, untuk membuat sebuah website, konsumen bisa menyewa hosting dengan harga mulai Rp5.000-Rp1,87 juta per bulan, tergantung kapasitas penyimpanan data yang dibutuhkan.

Untuk paket dengan harga Rp5.000 per bulan, konsumen bisa mendapatkan kapasitas hosting sebesar 200 megabyte dengan minimal kontrak selama setahun.

Selain itu, Qwords juga menyediakan paket khusus e-commerce dengan harga Rp49.000 per bulan, atau Rp490.000 untuk kontrak selama setahun dengan kapasitas hosting 10 Gigabyte. Paket ini juga memberikan fasilitas nama domain .id gratis.

Sementara itu, harga nama domain juga variatif. Misalnya untuk domain internasional seperti .com, .net dan .info dibanderol dari kisaran Rp110.000-Rp2 juta per tahun. Sedangkan, domain Indonesia berakhiran .id dibanderol Rp62.000 hingga Rp585 juta per tahun.

“Dengan menggunakan layanan hosting dan domain, konsumen bisa dengan mudah membangun website yang diinginkannya. Proses pembuatan website juga bisa dilakukan sendiri karena telah dilengkapi aplikasi website builder,” katanya.

Sementara itu, proses untuk memesan hosting dan domain juga hanya membutuhkan tiga langkah mudah. Setelah mengetahui kebutuhan hostingnya, konsumen bisa mengakses Qwords.com dan memilih domain dan paket hosting.

Setelah itu, mulai memasukan data-data pribadi untuk verifikasi dan dilanjutkan dengan pembayaran sesuai jumlah yang ditagihkan. Lalu, akun segera diaktifkan setelah konsumen mengonfirmasi pembayaran.

“Setelah akun aktif, nama domain yang dipilih sudah bisa langsung di akses dari seluruh dunia. Rata-rata prosesnya cukup membutuhkan waktu dalam hitungan menit,” katanya.

Selanjutnya, konsumen bisa melakukan penyesuaian terhadap websitenya melalui aplikasi control panel yang sudah terintegrasi dengan layanan hosting. Melalui control panel tersebut, konsumen bisa dengan bebas mengatur dan membangun website sedemikian rupa.

Rendy mengatakan, website akan menjadi kebutuhan pokok bagi semua pelaku usaha yang bergerak secara online. Karena website berfungsi sebagai online presence yang lebih bonafide dibandingkan dengan akun media sosial.

“Jika hanya mengandalkan media sosial atau platform gratisan, tidak ada yang tahu kalau tiba-tiba akan ada perubahan kebijakan dan bisa merugikan para pengusaha online,” katanya.

Untuk itu, sebaiknya para pengusaha online sudah harus mulai memikirkan untuk membangun website. Mulai dari pembuatan halaman web untuk profil, dan secara bertahap mulai membangun e-commerce yang lebih canggih.

“Sekarang hosting harganya lebih murah dari biaya parkir di Jakarta, dan terjangkau oleh semua kalangan,” paparnya.

Hingga saat ini, Qwords sudah melayani lebih dari 25.000 pelanggan, di mana 85% berasal dari Indonesia, dan sisanya berasal dari luar negeri.

HELSINKI, suaramerdeka.com – Selain roadshow di berbagai kota IT dunia di Eropa, delegasi Indonesia juga sempat menampilkan teknologi canggihnya di pameran IT terbesar dunia, CeBIT 2105 di Hannover Jerman, (16-20/3) pekan lalu.

Teknologi yang diusung dalam pamera tersebut antara lain teknologi anti tapping atau antisadap dari Indoguardika Cipta Kreasi (ICK), online digital signature dari Bataviasoft, RFID assets dari Gulfware.

Lalu, smart payment system dari PME ITB, SAP Adds on dari Abyor, penetration testing dari Bandung Techno Park, cloud solution dari Qwords, LTE small cell dari Fusi, big data processing dari Solusi247, e commerce dari Suitmedia, online learning dari Zenius serta virtual reality dari Sangkuriang.

Sejumlah perjanjian kerja sama dan proyek dengan nilai total jutaan dolar juga telah berhasil diraih misi dagang Indonesia selama pameran dan roadshow.

Seperti perjanjian kerjasama teknologi enkripsi antisadap PT ICK dengan perusahaan mitra di Timur Tengah dan Eropa Barat, pen testing Bandung Techno Park dengan perusahan asal Amerika Serikat (AS).

Lalu, kerja sama off shore software PT Abyor dengan mitra Jerman, pengembangan produk LTE (Long Term Evolution) PT Fusi dan PME ITB dengan Prodrive Technology Belanda serta produk big data processing PT Solusi247 dengan perusahaan IRI asal AS.

Kegiatan roadshow dan pameran ini sendiri terselenggara atas prakarsa Kementerian Perindustrian, Kementriaan Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perdagangan, KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI Jerman, KJRI Hamburg, KBRI Finlandia, asosiasi Indoglobit dan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

London (ANTARA News) – Sekitar 36 orang dari sekitar 17 perusahaan Finlandia, termasuk Nokia, Rovio, F-Secure dan Tieto serta 2 lembaga Pemerintah Finlandia mengikuti “Indonesia ICT Roadshow” yang diselenggarakan di KBRI Helsinki tanggal 26 Maret.

Sebanyak lima perusahaan IT Indonesia yang tergabung dalam Indoglobit memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempromosikan produk andalannya masing-masing seperti Bataviasoft, Indoguardika, Gulfware, Abyor dan Qwords, kata Counsellor Ekonomi KBRI Helsinki, Yana Rudiyana kepada Antara London, Selasa.

Dubes Elias Ginting menyampaikan, Indonesia tidak hanya menjanjikan tempat wisata, komoditi sumber daya alam unggulan yang berlimpah, namun juga mempunyai potensi dalam bidang Teknologi Informasi (IT) dan Telematika yang tidak kalah dari negara-negara maju.

Menurut Dubes Ginting, dari sisi pasar, Indonesia merupakan pasar IT yang sangat menjanjikan. Jumlah pengguna internet tercatat sebanyak 83 juta orang, meningkat 430 persen selama lima tahun terakhir.

Diharapkan business gathering kali ini dapat menjadi titik awal terjadinya pengembangan jejaring, business matching dan kerja sama baik dalam pengembangan produk maupun penjajakan pasar.

Senada dengan paparan Dubes, perwakilan dari Indoglobit menjelaskan, kegiatan “Indonesia ICT Roadshow” di Helsinki merupakan bagian dari rangkaian kampanye diplomasi digital ekonomi dan promosi investasi IT Indonesia yang sebelumnya juga telah berpartisipasi dalam pameran internasional IT CeBIT 2015 di Hannover.

Kegiatan Roadshow bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri IT yang bergerak di bidang business solution, mobile, big data & cloud, RFID dan IT Services dengan pelaku industri IT dari Finlandia.

Kegiatan Roadshow mendapat dukungan penuh dari Finnpartnership dan Finpro sebagai lembaga yang mewakili pemerintah Finlandia. Kehadiran kedua lembaga pemerintah tersebut sangat penting mengingat umumnya kalangan usaha Finlandia akan merasa LEBIH comfortable dan percaya untuk berinteraksi dengan kalangan usaha negara lain, terutama negara berkembang, apabila mendapat dukungan dari pihak pemerintahnya.

Janne Penttil dari Finnpartnership menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan “Indonesia ICT Roadshow” karena sejalan dengan lingkup tugasnya sebagai lembaga yang berupaya meningkatkan kerjasama antara kalangan usaha Finlandia dengan kalangan usaha dari negara-negara berkembang.

Rovio yang selama ini dikenal melalui produk besutannya angry birds yang mendunia, juga menaruh perhatian besar terhadap kegiatan Roadshow. Rovio sangat tertarik dengan potensi IT Indonesia yang besar dengan pasar yang menjanjikan dan sangat memungkinkan sebagai pengembangan kerjasama dengan Rovio.

Sesi acara berikutnya dilanjutkan dengan pengenalan produk dan layanan yang menjadi andalan perusahaan Indonesia, yaitu : Gulfware International Technologies LLC, Qwords Company International, Abyor International, Bataviasoft, Solusi 247, dan Indoguardika Cipta Kreasi yang menawarkan software dan hardware untuk education, big data & cloud, business solution, IT services, IT security dan mobile services.

Kegiatan “Indonesia ICT Roadshow” mampu menarik perhatian tidak saja pelaku bisnis IT Finlandia namun juga kalangan pemerintahnya. Kehadiran sejumlah peserta tersebut sedikit di luar dugaan mengingat, Finlandia dikenal memiliki industri IT yang handal sementara publik Finlandia belum mengenal potensi IT Indonesia.

Hal ini menunjukkan kegiatan Roadshow dimaksud sangat bermanfaat dalam mendiseminasikan potensi industri IT Indonesia kepada para stakeholders sekaligus membuka kesempatan bagi penjajakan kerjasama di antara kedua negara.

Kegiatan “Indonesia ICT Roadshow” menjadi “pembuka mata” bagi publik Finlandia akan potensi IT Indonesia yang selama ini belum dikenal dibandingkan produk-produk ekspor dan tempat tujuan wisata Indonesia. Diharapkan dapat diwujudkan kerja sama konkrit antara pelaku industri IT Indonesia dan Finlandia.

Editor: B Kunto Wibisono

Liputan6.com, Belanda – Dalam pameran Information Technology (IT) yang diusung perusahaan-perusahaan Indonesia di Belanda, publik teknologi Negeri Kincir Angin terhenyak dan berhasil meraup proyek dengan nilai total jutaan dolar.

Kemampuan IT bangsa yang pernah dijajahnya selama 350 tahun, ternyata mampu melesat dan menjadi magnet di pusat inovasi teknologi tinggi bergengsi Eropa, High Tech Campus Eindhoven, Belanda pada Selasa 24 Maret 2015.

Dalam acara Indonesia ICT Day di Silicon Valley-nya Eropa tersebut, 12 perusahaan Indonesia unjuk kebolehan. Teknologi enkripsi dan antisadap untuk perangkat mobile dan handy talkie yang didemokan Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) misalnya, berhasil menarik perhatian para pebisnis, akademisi, dan kalangan pemerintah Belanda yang memenuhi auditorium kampus riset tersebut.

Ada pula teknologi online digital signature dari Bataviasoft, RFID assets dari Gulfware, smart payment system dari PME ITB, SAP Adds on dari Abyor, penetration testing dari Bandung Techno Park, cloud solution dari Qwords, LTE small cell dari Fusi, big data processing dari Solusi247, e-commerce dari Suitmedia, online learning dari Zenius serta virtual reality dari Sangkuriang.

Menurut Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag Ibnu W. Wahyutomo, pameran ini merupakan bagian dari roadshow promosi produksi IT Indonesia di dunia internasional. Sebelumnya kegiatan yang sama dilakukan di Hamburg, Jerman pada Jumat (14/3/2015), Brussel Belgia pada Senin (23/3/2015) dan menyusul di Helsinki Finlanda pada Kamis (26/3/2015).

“Delegasi Indonesia juga sempat menampilkan teknologi canggihnya di pameran IT terbesar dunia, CeBIT 2105 di Hannover Jerman,” kata Wahyu dalam email yang dikirimkan kepada Liputan6.com, Kamis (26/3/2015).
Teknologi IT anak bangsa berkualitas

Dijelaskan bahwa misi dagang berbasis teknologi ini terselenggara atas prakarsa Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perdagangan, KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI Jerman, KJRI Hamburg, KBRI Finlandia, asosiasi Indoglobit dan Ikatan Ahli, dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman.

Sementara itu Ketua Umum Indoglobit, asosiasi perusahaan IT Indonesia untuk pasar internasional, Hari Tjahyono dalam keterangan persnya di Eindhoven, Rabu menyatakan, teknologi IT Indonesia berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global.

“Produk anak bangsa ini hanya kalah dalam urusan popularitas dan kemasan atau branding saja, sehingga kurang dikenal. Ketika pasar internasional melihat langsung melalui pameran dan roadshow seperti ini, banyak mitra dan calon klien yang tertarik,” kata Hari.

Menurut Hari, Indonesia terlambat masuk pasar global. Dicontohkan bahwa India yang dengan segala keterbatasannya berani masuk pasar global pada tahun 80an. Sekarang mereka telah menjadi pemain besar bersaing dengan China.

“Sementara perusahaan asal Indonesia baru mulai aktif masuk pasar global tahun 2011. Masih jauh hasilnya jika dibandingkan dengan India. Namun saat ini mulai menuai hasil dengan sejumlah proyek dan kerjasama dengan mitra-mitra di Eropa dan Timur Tengah,” ujar Hari.
Jutaan Dolar

Sementara itu, Atase Perindustrian KBRI Brussel Putu Judi Ardika menuturkan, sejumlah perjanjian kerjasama dan proyek dengan nilai total jutaan dolar telah berhasil diraih misi dagang Indonesia selama pameran dan roadshow IT kali ini.

Seperti perjanjian kerjasama teknologi enkripsi antisadap PT ICK dengan perusahaan mitra di Timur Tengah dan Eropa Barat, pen testing Bandung Techno Park dengan perusahan asal Amerika Serikat (AS), kerjasama off shore software PT Abyor dengan mitra Belanda, pengembangan produk LTE (Long Term Evolution) PT Fusi dan PME ITB dengan Prodrive Technology Belanda serta produk big data processing PT Solusi247 dengan perusahaan IRI asal AS.

“Kita dukung para pelaku usaha IT nasional untuk berkibar di pasar global. Kita dorong ekspor produk dan jasa IT karya anak bangsa ini ke pasar Eropa. Selain itu, digencarkan pula upaya pembangunan kemitraan pengembangan produk-produk teknologi tinggi,” kata Putu.

Menurut Putu, potensi Indonesia menjadi pelaku industri IT dunia sebenarnya sangat besar. Mengingat tersedianya modal SDM kreatif dan besarnya pasar Indonesia yang dapat digunakan sebagai basis pengembangan industri IT.

Ditambah lagi faktor revolusi industri yang digerakkan IT saat ini semakin membuka kesempatan bagi setiap pengembang produk dan jasa IT turut ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan pasar.

“Peluang tersebut akan lebih maksimal lagi bila ada dukungan berupa keberpihakan (affirmative action) penggunaan produksi dalam negeri dan tersedianya habitat industri IT yang mendukung kreatifitas,” pungkas Putu.

(edh/isk)

HARIANACEH.co.id — KBRI Brusel menyatakan pengusaha Eropa berminat dengan perangkat lunak keamanan buatan Indonesia. Perangkat lunak itu ditampilkan dalam Pameran Bisnis Digital Dunia, CeBIT 2015 di Kota Hanover, Jerman pada 16 sampai 20 Maret kemarin.

“Kontrak selama pameran tahun ini meningkat dari yang diraih di tahun sebelumnya menjadi lebih dari USD 4 juta. Nampaknya akan menyusul sukses yang diraih rekan-rekan pendahulunya di tahun 2013 di ajang pameran bisnis yang sama,” kata Konselor KBRI Brusel, Riaz JP Saehu kepada Antara London, Sabtu (21/3/2015).

Sebanyak 12 perusahaan Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ambil bagian dalam Pameran Bisnis Digital Dunia, CeBIT 2015 di Kota Hanover, Jerman. Sebelumnya pada 2013, partisipasi Indonesia menghasilkan kontrak senilai USD 3,75 juta.

Tahun 2015, kehadiran produk buatan perusahaan Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI dan KBRI Brussel dilirik oleh sejumlah pengusaha antara lain dari Timur Tengah dan Eropa. Indonesia diwakili 12 perusahaan TIK Indonesia yaitu Abyor International, Bandung Techno Park, Bataviasoft Indonesia, Dua Empat Tujuh (Solusi247), Fusi Global Teknologi, Gulfware Intl Technologies LLC, Indoguardika Cipta Kreasi, Kreasi Online Indonesia Suitmedia, Pusat Mikroelektronika ITB, Sangkuriang International, Qwords Company International dan Zenius Education.

Sejak dibukanya Paviliun Indonesia pada 16 Maret 2015 hingga hari ini, pemerintah dan pengusaha dengan berbagai mitranya di pameran bisnis tersebut telah menarik minat pengusaha dari Timur Tengah untuk bekerja sama dalam bidang “game development”.

Sementara pengusaha asal Eropa telah menyatakan minatnya terhadap software keamanan yang dipamerkan oleh exhibitor Indonesia. Kontrak selama pameran tahun 2015 meningkat dari yang diraih di tahun sebelumnya menjadi lebih dari empat juta dolar AS.

Selama pameran berlangsung, para pengusaha dari Indonesia melakukan pertemuan dengan EIBN (European Indonesia Business Network). EIBN berencana untuk mengadakan Information and Communication Technology (ICT) Trade Mission to Indonesia di Jakarta pada 23-27 November 2015.

Kunjungan misi dagang EIBN ke Indonesia tersebut bertujuan untuk melakukan “match making” perusahaan-perusahaan IT Eropa yang akan ikut dalam rombongan misi dagang, dengan perusahaan IT di Indonesia yang dapat menjadi mitranya.

Liputan6.com, Hannover – Dalam pameran IT terbesar dunia CeBIT di Hannover, Jerman, pakar teknologi komunikasi Edward Snowden kembali mengingatkan dunia akan ancaman hacking dan intersepsi di era digital. Masyarakat dunia diminta memperkuat enkripsi transmisi data dan komunikasi sebagai upaya perlindungan.

Sinyalemen Snowden tak bisa dipandang sebelah mata, pengalamannya sebagai ahli IT yang sempat dikontraK National Security Agency (NSA) untuk membuat sistem penyadapan ke sejumlah negara.

Setelah membeberkan pencurian informasi oleh Amerika Serikat, kini Snowden tinggal di Moskow dan dilindungi pemerintah Rusia. Dari Moskow inilah ia membeberkan tentang bahaya hacking, intersepsi, dan kejahatan cyber yang makin mengancam.

Atas hal itu, perusahaan keamanan IT asal Indonesia ternyata sudah mampu menjawab tantangan Snowden. Salah satunya PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK), yang membawa teknologi enkripsi tercanggih dalam pameran tersebut.

Dalam siaran pers yang kami terima, Sabtu (21/3/2015), Agung S Bakti, Presiden Direktur PT ICK menyebutkan bahwa teknologi enkripsi merupakan satu-satu caranya untuk melindungi diri dari serangan hacking dan intersepsi atau penyadapan.

“Jika sistem pertahanan, sistem informasi dan komunikasi kita tak diproteksi, maka tinggal tunggu waktu saja data kita dicuri pihak yang tak bertanggung jawab,” kata Agung.

PT ICK tak sendiri, pihaknya bersama 11 perusahaan IT asal Indonesia ikut dalam pameran teknologi komunikasi paling bergengsi tersebut. Difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian, KJRI Hamburg, Kedubes Belgia, IASI dan asosiasi Indoglobit, delegasi Indonesia berpartisipasi di CeBIT dan juga forum bisnis dengan mitra global di Hamburg, Eindhoven, Brussel dan Helsinki.

Turut serta dalam kegiatan tersebut adalah PT ICK, Qwords, Fusi, Abyor, Suitmedia, BTP, Sangkuriang, Mikro elektronika ITB, Gulfware, Bataviasoft, Zenius, dan Solusi247.

Teknologi enkripsi tercanggih

Ditambahkan oleh Agung bahwa dengan teknologi enkripsi maka data informasi dan komunikasi diproses dengan algoritma tertentu sehingga tidak terbaca oleh pihak yang tidak mempunyai otorisasi. Hanya pihak sah yang berkepentingan yang mempunyai kunci untuk membacanya.

“Dengan enkripsi maka segala data atau komunikasi yang ditransimsikan akan terlindungi. Bisa diintersepsi tapi tidak bisa dibaca,” kata Agung.

Teknologi enkripsi karya anak bangsa ini dianggap sebagai teknologi enkripsi tercanggih saat ini. Berbasis AES 256 yang dimodifikasi oleh para putera bangsa. Dengan standar algoritma enkripsi militer internasional tertinggi saat ini, produk PT ICK mampu memodifikasi hingga lebih canggih lagi.

Disinggung mengenai minat dunia international terhadap karya orisinil putra-putri Indonesia, Agung menyebutkan bahwa mereka sangat apresiatif terhadap karya anak bangsa ini.

“Salah satu buktinya, selama pameran ini kami sudah mendapatkan bussiness agreement dengan sejumlah perusahaan mancanegara. Diantaranya dari Eropa Barat, Eropa Timur dan Timur Tengah. Ini membuktikan bahwa produk IT Indonesia berkualitas tinggi dan terpercaya,” tukas Agung.

Diminati korporasi Besar

Di tempat yang sama, Marketing Director PT ICK Dahniar Paramitha, menambahkan, rata-rata pengunjung pameran yang singgah berasal dari korporasi besar dan pemerintahan. Mereka menyadari pentingnya enkripsi untuk melindungi data dan transmisi.

“Bisnis sekuriti menjadi trend saat ini di dunia internasional. Dimulai sejak Snowden mengungkap ancaman terhadap privasi masyarakat dua tahun lalu,” kata Dahniar.

Salah satu unggulan PT ICK sehingga bisa menembus perusahaan top dunia adalah karena mampu menawarkan solusi sekuriti untuk seluruh platform komunikasi. Baik melalui produk perlindungan komunikasi dan data via SMS, GSM, telepon kabel, sinyal radio, fiber optik, maupun satelit.

Selain itu dipasarkan pula servis sekuriti antara lain vulnerable scanner and analysis, information protection consulting, source code auditing, dan secure network development.

(edh/isk)

London (ANTARA News) – Sebanyak 12 perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI) dan Telematika menampilkan produk-produk terbaru mereka pada pameran CeBIT 2015 yang berlangsung sejak 16 sampai 20 Maret 2015 di Hannover, Jerman.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Berlin Kusuma Pradopo, di London, Rabu mengatakan keikutsertaan 12 perusahaan di area Paviliun Indonesia menggambarkan kesiapan sektor TI dan Telematika Indonesia untuk meluncurkan produk-produk TI yang handal dan siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat global.

Sementara Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Dr. Ing. Fauzi Bowo mengatakan partisipasi Indonesia dalam CeBIT 2015 memiliki arti strategis menunjukkan kesiapan sektor TI Indonesia melangkah jauh ke depan dan menjadi pelaku bisnis yang handal di pasar global, di tengah kekhawatiran sementara pihak Indonesia hanya akan menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk asing.

Menurut Dubes Fauzi Bowo, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan khususnya bagi produk-produk TI, jumlah pengguna telepon genggam tercatat sebanyak 313 juta orang atau 125 persen dari jumlah total populasi Indonesia saat ini tingkat penetrasi internet yang cukup tinggi yaitu 71,9 juta atau 28 persen dari total populasi Indonesia.

Sementara jumlah pengguna media sosial digital khususnya facebook sebanyak 65 juta terbesar keempat setelah Amerika Serikat, India dan Brazil, Twitter sebanyak 20 juta sehingga tidak mengherankan bahwa perusahaan IT tingkat dunia seperti Google dan Facebook memiliki kantor perwakilannya di Indonesia.

CeBIT, adalah Centrum for Biroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation (Sentral/Pusat untuk Otomatisasi Kantor, Teknologi Informasi dan Telekomunikasi), adalah pameran produk-produk Teknologi Informasi internasional terbesar dan diselenggarakan di arena pameran Hannover Messe yang merupakan arena pameran terluas di dunia.

CeBIT 2015 mengangkat tema D!conomy yang menggambarkan transformasi digital sebagai motor penggerak inovasi, ekonomi dan kehidupan, hal ini dalam upaya Pemerintah Jerman mendorong tumbuhnya budaya inovasi di dalam sektor industri Jerman diwarnai dengan tumbuh suburnya perusahaan baru yang disebut sebagai Start-up.

Dengan luas arena pameran yang mencapai 450 ribu meter persegi dan jumlah pengunjung yang hampir mendekati 900 ribu orang, CeBIT lebih besar dari segi luas arena dan jumlah pengunjung dibandingkan dengan pameran sejenis di Asia, COMPUTEX dan di Amerika Serikat, COMDEX.

CeBIT 2015 dibuka Kanselir Jerman, Angela Markel yang menyampaikan Pemerintah Jerman berkomitmen memberikan bantuan kepada perusahaan baru. Diantaranya kemudahan memperoleh modal ventura, pembebasan pajak untuk investasi baru, memfokuskan kembali peran Bank Pembangunan (KfW), dan pendanaan dari pasar modal. Pemerintah RFJ berkeinginan untuk mendorong riset, inovasi dan core-competencies misalnya keamanan Teknologi Informasi sebagai salah satu citra yang melekat sebagai produk Jerman.

Negara yang menjadi rekanan CeBIT tahun ini adalah Tiongkok yang diwakili tidak kurang dari 600 peserta di dalam arena pameran dengan luas total mencapai 13 ribu meter persegi. Sejumlah pemain besar seperti ZTE, Huawei, dan Alibaba juga turut berpameran.

Memperkenalkan potensi sektor Teknologi Informasi dan Telematika Indonesia merupakan bentuk kegiatan diplomasi ekonomi perwakilan RI se-Jerman penyelenggaraan diskusi bertemakan “Discussion on Information Technology: Gaming and Logistics Industries”.

Diskusi yang berlangsung di Gedung Konsulat Jenderal RI di Hamburg diadakan kerjasama KJRI Hamburg, KBRI Brussels dan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman merupakan bagian awal dari Indonesian IT Roadshow II yang juga akan berlangsung di Brussel, Eindhoven dan Helsinki.

Ke 12 Perusahaan yang ikut pameran adalah PT Zeinus Education, Gulfware International Technologies LLC, PT Qwords Company International, PT Abyor International, PT Suitmedia, PT Sangkuriang Internasional, PT Fusi Global Technology, PT Bataviasoft, Bandung Techno Park, Pusat Mikroelektronika ITB, PT Solusi 247, dan PT Indoguardika Cipta Kreasi yang menawarkan software dan hardware untuk education, big data & cloud, business solution, IT services, IT security dan mobile services.

Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak 12 perusahaan teknologi informasi dan telematika Indonesia berpartisipasi di pameran bisnis digital terbesar dunia CeBIT 2015 yang digelar 16–20 Maret di Hanover, Jerman.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, para pengusaha Indonesia akan menempati sebuah anjungan nasional di mana diperkirakan akan hadir lebih dari 3.500 peserta pameran dan lebih dari 250.000 pengunjung bisnis dari seluruh dunia.

Indonesia diwakili oleh Abyor International, Bandung Techno Park, Bataviasoft Indonesia, Dua Empat Tujuh (Solusi247), Fusi Global Teknologi, Gulfware Intl Technologies LLC, Indoguardika Cipta Kreasi, Kreasi Online Indonesia Suitmedia, Pusat Mikroelektronika ITB, Sangkuriang International, Qwords Company International, dan Zenius Education.

Paula Yahya, Managing Director PT Pro Fair Indonesia, yang merupakan perwakilan resmi penyelenggara pameran Jerman, mengatakan partisipasi 12 perusahaan TIK dalam pameran dunia tersebut didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian RI serta KBRI Brussels.

“Besarnya pasar teknologi informasi Indonesia tidak menyurutkan semangat 12 peserta Indonesia untuk menjajaki dan bersaing di pasar global,” katanya.

CeBIT atau “Centrum für Büroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation” adalah pameran komputer dan teknologi informasi internasional terbesar di dunia yang digelar setiap tahun di Hanover, Jerman.

Selain pameran, CeBIT juga menggelar seminar global yang ditujukan untuk menyajikan ulasan terkait empat inti pasar industri digital yakni telekomunikasi, teknologi informasi, media digital, dan konsumen elektronik.

Sejumlah tokoh dan pakar dalam industri digital dari seluruh dunia hadir untuk menyampaikan tren dan inovasi serta dampak perkembangan teknologi terhadap masyarakat dan dunia.

Editor: Desy Saputra

London (ANTARA News) – Sebanyak 15 pelaku usaha sektor industri teknologi informasi (IT) melakukan Road Show in Europe yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Perindustrian RI dengan KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI London dan KJRI Hamburg.

Dutabesar RI di Brusel Arif Havas Oegroseno mengatakan kepada Antara London, Sabtu. dalam roadshow pelaku usaha sektor TI Indonesia akan berpartisipasi dalam pameran TI terbesar di dunia, CeBIT dan seminar TI Indonesia dalam CeBIT yang berlangsung di Hannover, Jerman, dari tanggal 10 hingga 15 Maret mendatang.

Dikatakannya dengan kapitalisasi pasar senilai tujuh milyar dolar AS tahun 2013 dan pertumbuhan rata-rata sebesar 12 persen di sektor pengembangan perangkat keras (hardware), 16 persen di sektor pengembangan perangkat lunak (software), dan 11 persen di sektor jasa TI, maka tampak jelas, dinamika perkembangan sektor industri teknologi informasi (TI) Indonesia yang menggembirakan dan berpotensi untuk lebih ditingkatkan lagi.

Menurut Dubes Arif Havas , dengan kemampuan SDM di sektor TI yang tidak diragukan lagi tersebut, langkah selanjutnya adalah untuk membangun branding yang kuat agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di sektor ini. Sudah waktunya para pelaku usaha sektor industri teknologi informasi (TI) Indonesia dikenal di tingkat global.

Pelaku usaha industri TI juga berkunjung ke Wallonia ICT Research Center; melakukan business gathering dengan perusahaan TI Belgia, berpartisipasi dalam Indonesian Day di High Tech Campus, dan berkunjung ke perusahaan di High Tech Campus, Eindhoven, Belanda dan berkunjung ke Dublin, Irlandia untuk bertemu dengan pelaku sektor TI di negara tersebut.

Pameran teknologi informasi (TI) terbesar di dunia, CeBIT, tahun ini diselenggarakan di Hannover, Jerman . Lima belas perusahaan TI Indonesia akan menjadi bagian dari sekitar 3400 pelaku usaha sektor TI dari 70 negara yang berpartisipasi dalam CeBIT meningkat lima persem dari jumlah peserta tahun lalu.

Industri teknologi informasi (TI) Indonesia tersebut adalah PT Walden Global Services, PT Sangkuriang Internasional, Microelectronics Center, Institut Teknologi Bandung, PT Integrasia Utama, Bandung Techno Park, PT Masvent Technosoft, Solusi247, Abyor Europe BV, PT GITS Indonesia, PT Gamatechno Indonesia, PT Qwords Company Internasional, PT Bataviasoft International, PT Komuri Indonesia, PT Ksatria Lebah Indonesia (Newbee Corporation), dan PT Obor Technology International.

Dutabesar Arif Havas Oegroseno mengatakan partisipasi Indonesia dalam CeBIT dipandang penting karena CeBIT adalah forum TI internasional yang efektif untuk mempromosikan kemampuan pelaku sektor TI Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan kemampuan pelaku usaha sektor TI dari negara-negara lain di dunia.

Selain itu partisipasi pelaku usaha dalam upaya membangun branding Indonesia sebagai emerging global IT hub mengingat CeBIT adalah pameran TI terbesar di dunia dan pada penyelenggaraan tahun ini berfokus pada Business-to-Business (B2B) ideal sebagai forum memperluas networking dan menjaring potential customer.

Tema kunci CeBIT 2014 adalah “Datability”, yakni kemampuan untuk memproses dan memanfaatkan data dalam ukuran besar secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Apabila partner country CeBIT tahun lalu adalah Polandia, maka Inggris adalah partner country CeBIT tahun ini.

Pembukaan resmi CeBIT dilakukan Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris David Cameron, dan Premier of the State of Lower Saxony Stephan Weil pada tanggal 10 Maret mendatang di Hannover Congress Centrum.

Sektor TI diwakili Presiden BITKOM Dr. Pieter Kempf.Co-founder Apple, Steve Wozniak, dan pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam CeBIT Global Conferences (CGC). (ZG)

Editor: B Kunto Wibisono