Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +622152905148

Lanjutan dari Posting Sebelumnya, Sumber: Harian Kontan

Terjun ke dunia bisnis sejak masih kuliah pada 2005, kini Rendy Maulana sukses mengelola bisnis webhosting di bawah bendera PT Qwords Company International. Dalam sebulan, perusahaannya itu mampu meraup omzet hingga Rp 200 juta.

Sukses yang diraihnya itu tidak membuat Rendy lantas cepat berpuas diri. Ia mengaku, masih akan terus berusaha untuk membesarkan bisnisnya. “Kami akan terus melebarkan sayapnya ke kota-kota besar di Indonesia,” katanya.

Selain kantor pusat di Jakarta, Qwords sudah memiliki kantor cabang di Bandung dan Yogyakarta. Namun tidak mudah bagi Rendy menguasai pasar domestik karena persaingan semakin ketat.

Apalagi, belakangan ini banyak perusahaan webhosting asing merambah pasar Indonesia. Sebab di negara asalnya, mereka sudah kehabisan klien karena jumlah perusahaan dan penduduknya terbatas. “Mereka sedang incar Indonesia karena pasarnya besar dan mulai banyak bisnis yang berkembang pesat di sini,” jelas Rendy.

Selain bersaing dengan pemain asing, ia juga harus bersaing dengan pemain lokal. Menurut Rendy, banyak kompetitornya menawarkan produk dan layanan yang sama dengan harga yang terjangkau.

Namun demikian, Rendy mengaku tidak terlalu khawatir karena Qwords sudah memiliki banyak pelanggan setia selama bertahun-tahun. “Rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal kinerja perusahaan saja yang profesional,” katanya.

Mengusung brand Qwords, perusahaannya menyediakan jasa pembuatan website. Ia juga menyediakan jasa layanan webhosting, melayani jasa penyewaan webhosting, dan registrasi nama domain.

Untuk memenangkan persaingan, Qwords terus memperbanyak layanannya. Khusus layanan webhosting, Qwords menyediakan layanan tiga macam layanan. Yakni, shared webhosting untuk penggunaan layanan hosting bersama, dedicated hosting untuk pengunaan secara pribadi, dan colocation hosting khusus untuk klien yang sudah memiliki data center sendiri, namun servernya ditempatkan di data center Qwords. “Prinsipnya jangan berhenti bekerja, sebab jika berhenti, sistem akan kacau dan klien akan pergi mencari yang lain,” jelasnya.

Qwords sendiri sudah menangani ribuan klien dari berbagai wilayah di Indonesia dan dari berbagai latar belakang. Selain di dalam negeri, Rendy juga gencar memasarkan layanannya hingga ke luar negeri. Untuk itu ia rajin mengikuti pameran webhosting di negara-negara Eropa. “Tahun ini, saya baru saja ikut pameran ke Jerman, di sana kami juga saling bertukar informasi,” katanya.

Lewat pameran itu, ia banyak menggaet klien dari luar negeri, seperti dari China dan Amerika Serikat. Namun, ia menemui kesulitan untuk menjaring klien dari negara-negara di Asia Tenggara. “Mereka masih kurang tertarik memakai layanan webhosting dari Indonesia karena mereka masih gengsi dan menganggap remeh,” ujarnya.

(Selesai)