Sumber : Kompas Cetak – Tekno

 

Rendy Maulana Dirikan Penyedia “Hosting” Terbesar

Dalam waktu kurang dari lima tahun Rendy Maulana mampu menjadikan perusahaan teknologi informasinya, Qwords, beromzet sekitar Rp 1,25 miliar per tahun. Dalam usia sangat muda pula pria yang baru berumur 22 tahun itu bisa memiliki sekitar 4.500 klien.

Qwords menyediakan jasa layanan hosting dan nama domain di internet. Kini perusahaan Rendy telah menjadi penyedia hosting terbesar di Jawa Barat. Lulusan Major Marketing dan Minor Operational Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung tahun 2008 itu menuturkan, awalnya ia ingin mencari pendapatan karena biaya kuliah yang mahal.

“Sekadar makan di warung nasi saja bisa, tapi sekali-sekali saya ingin ke kafe juga. Lalu, saya mulai melirik bisnis internet,” tuturnya.

Kebetulan internet di kampusnya bisa digunakan gratis selama 24 jam. Rendy mulai menjalankan usaha dengan menyediakan hosting, yakni layanan untuk konsumen perorangan dan perusahaan yang ingin memiliki situs di internet.

Situs dapat dipantau dengan aplikasi world wide web. Adapun domain adalah nama alamat mulai level atas hingga sekunder dari situs internet. “Selanjutnya, hosting dijual kepada konsumen. Waktu itu saya masih nebeng hosting teman,” katanya.

Maka, internet di kampus pun, selain diakses untuk mencari bahan tugas kuliah, juga dimanfaatkan sebagai media promosi di jejaring sosial. “Bisnis saya disampaikan dari mulut ke mulut. Saya juga aktif dalam komunitas-komunitas internet untuk memperluas jaringan,” katanya.

Tak mulus

Qwords akhirnya didirikan pada 24 Agustus 2005. Awalnya usaha itu hanya dijalankan dari kamar Rendy. Ia sendiri yang mengerjakan pesanan klien dengan dua komputer saja. Hingga tahun 2007 Qwords sudah memiliki sekitar 600 klien.

Perjalanan bisnis Rendy pun tak selalu mulus. Ia sempat mengecap masa pahit sebelum perusahaannya berada pada posisi saat ini. Rendy terpaksa cuti kuliah setahun pada Juni 2007 hingga Maret 2008 untuk menyelamatkan perusahaan yang nyaris bangkrut.

“Soal bisnis yang hampir jatuh, waktu itu saya salah perhitungan dan bingung,” tutur Rendy tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai persoalannya itu.

Namun, ia tak patah semangat dan perusahaannya kembali berjalan normal. Saat ini klien Qwords yang mempekerjakan lebih kurang 20 pegawai itu tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi juga Jakarta, Makassar, Denpasar, Semarang, dan Yogyakarta.

Padahal, orangtua Rendy sempat cemas melihat pendidikan anaknya keteteran. Akan tetapi, kekhawatiran itu sirna dengan prestasi Qwords yang kini mampu menjadi perusahaan penyedia hosting dan domain terbesar kedelapan di Indonesia.

“Sekarang saya sudah bisa menyediakan saluran telepon lokal untuk pelanggan di Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta,” katanya. (Dwi Bayu Radius)Share on Facebook