Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +622152905148

Harian Kontan.
Bekerja di sektor yang memang sudah menjadi hobi membuat pekerjaan menjadi begitu menyenangkan. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Rendy Maulana Akbar.

Sejak remaja, Rendy sudah begitu tertarik dengan dunia internet dan teknologi lantaran gemar bermain aneka permainan di komputer sejak SMA. Hal ini mengantarkannya pada profesi sebagai pengusaha yang tak jauh dari hobinya, yakni menjadi pengembang situs (website).

Usaha dari kerja keras dan ketekunannya membuahkan hasil. Sedikit demi sedikit bisnisnya terus berkembang. Kini dia telah memiliki usaha di bawah bendera PT Qwords Company International dengan nama brand Qwords.

Tahun 2012 atau tujuh tahun setelah berdiri, Qwords berhasil merambah Singapura dengan mendirikan Qwords Asia Pacific Pte Ltd. Ini membuat Qwords saat ini menjadi salah satu web hosting ternama di Indonesia.

Kliennya tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari Singapura, Malaysia, dan China. Bahkan, Qwords cukup dikenal di luar negeri, karena Rendy sering berpartisipasi di acara industri hosting di luar negeri.

Memang, perusahaan yang dia jalani bukan hanya menyediakan jasa pembuatan website. Ia juga menyediakan jasa layanan webhosting, melayani jasa penyewaan webhosting, dan registrasi nama domain.

Rendy bilang, fokus Qwords menyediakan jasa layanan hosting dengan kualitas premium dengan menawarkan alternatif biaya yang terjangkau. Layanan hosting-nya juga diakui menggunakan akses internet berkecepatan tinggi agar dapat diakses dengan mudah dari seluruh dunia.

Kini, dia telah memiliki total klien hingga 15.000 yang terdiri dari perorangan dan perusahaan berskala kecil hingga besar dan lembaga pemerintahan. Sebut saja beberapa brand besar yang menggunakan jasanya, seperti Samsung dan Pertamina.

Dulu, lelaki asal Bandung, Jawa Barat ini sering menghabiskan waktu berjam-jam di kafe. Dia memanfaatkan fasilitas Wi-Fi gratis untuk mengutak-atik cara membuat website secara autodidak. “Di tempat itu, saya juga sering berkumpul dengan komunitas pencinta teknologi informasi (TI),” kata dia.

Dari situ, kemampuannya mengembangkan situs terus terasah, meski pria kelahiran 10 Juli 1987 ini tidak mengambil jurusan kuliah yang berhubungan komputer. Dia menuntut ilmu di jurusan marketing di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Bandung. Jadi, ilmu pemasaran dan bisnis diambil dari pendidikan formal, sedangkan kemahiran TI dia dapat dari belajar sendiri dan dari komunitas.

Untuk biaya jasa, dia menetapkan harga tergantung dari besarnya space dan pilihan layanan. Misalnya, tarif untuk perorangan dengan space 250 MB/15 GB/ senilai Rp 17.000 per bulan. Tarif space 8.000 MB/ 200 GB/ sebesar Rp 400.000 per bulan. Untuk perusahaan besar, biasanya menggunakan layanan per tahun sekitar Rp 18 juta.

Saat ini, dalam sebulan, Rendy mengaku bisa menghasilkan omzet Rp 200 juta dengan mendapatkan 20 pelanggan hingga 40 pelanggan baru. Hingga akhir 2014, dia menargetkan akan memiliki total sekitar 17.000 pelanggan