Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +622152905148

London (ANTARA News) – Sebanyak 15 pelaku usaha sektor industri teknologi informasi (IT) melakukan Road Show in Europe yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Perindustrian RI dengan KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI London dan KJRI Hamburg.

Dutabesar RI di Brusel Arif Havas Oegroseno mengatakan kepada Antara London, Sabtu. dalam roadshow pelaku usaha sektor TI Indonesia akan berpartisipasi dalam pameran TI terbesar di dunia, CeBIT dan seminar TI Indonesia dalam CeBIT yang berlangsung di Hannover, Jerman, dari tanggal 10 hingga 15 Maret mendatang.

Dikatakannya dengan kapitalisasi pasar senilai tujuh milyar dolar AS tahun 2013 dan pertumbuhan rata-rata sebesar 12 persen di sektor pengembangan perangkat keras (hardware), 16 persen di sektor pengembangan perangkat lunak (software), dan 11 persen di sektor jasa TI, maka tampak jelas, dinamika perkembangan sektor industri teknologi informasi (TI) Indonesia yang menggembirakan dan berpotensi untuk lebih ditingkatkan lagi.

Menurut Dubes Arif Havas , dengan kemampuan SDM di sektor TI yang tidak diragukan lagi tersebut, langkah selanjutnya adalah untuk membangun branding yang kuat agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di sektor ini. Sudah waktunya para pelaku usaha sektor industri teknologi informasi (TI) Indonesia dikenal di tingkat global.

Pelaku usaha industri TI juga berkunjung ke Wallonia ICT Research Center; melakukan business gathering dengan perusahaan TI Belgia, berpartisipasi dalam Indonesian Day di High Tech Campus, dan berkunjung ke perusahaan di High Tech Campus, Eindhoven, Belanda dan berkunjung ke Dublin, Irlandia untuk bertemu dengan pelaku sektor TI di negara tersebut.

Pameran teknologi informasi (TI) terbesar di dunia, CeBIT, tahun ini diselenggarakan di Hannover, Jerman . Lima belas perusahaan TI Indonesia akan menjadi bagian dari sekitar 3400 pelaku usaha sektor TI dari 70 negara yang berpartisipasi dalam CeBIT meningkat lima persem dari jumlah peserta tahun lalu.

Industri teknologi informasi (TI) Indonesia tersebut adalah PT Walden Global Services, PT Sangkuriang Internasional, Microelectronics Center, Institut Teknologi Bandung, PT Integrasia Utama, Bandung Techno Park, PT Masvent Technosoft, Solusi247, Abyor Europe BV, PT GITS Indonesia, PT Gamatechno Indonesia, PT Qwords Company Internasional, PT Bataviasoft International, PT Komuri Indonesia, PT Ksatria Lebah Indonesia (Newbee Corporation), dan PT Obor Technology International.

Dutabesar Arif Havas Oegroseno mengatakan partisipasi Indonesia dalam CeBIT dipandang penting karena CeBIT adalah forum TI internasional yang efektif untuk mempromosikan kemampuan pelaku sektor TI Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan kemampuan pelaku usaha sektor TI dari negara-negara lain di dunia.

Selain itu partisipasi pelaku usaha dalam upaya membangun branding Indonesia sebagai emerging global IT hub mengingat CeBIT adalah pameran TI terbesar di dunia dan pada penyelenggaraan tahun ini berfokus pada Business-to-Business (B2B) ideal sebagai forum memperluas networking dan menjaring potential customer.

Tema kunci CeBIT 2014 adalah “Datability”, yakni kemampuan untuk memproses dan memanfaatkan data dalam ukuran besar secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Apabila partner country CeBIT tahun lalu adalah Polandia, maka Inggris adalah partner country CeBIT tahun ini.

Pembukaan resmi CeBIT dilakukan Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris David Cameron, dan Premier of the State of Lower Saxony Stephan Weil pada tanggal 10 Maret mendatang di Hannover Congress Centrum.

Sektor TI diwakili Presiden BITKOM Dr. Pieter Kempf.Co-founder Apple, Steve Wozniak, dan pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam CeBIT Global Conferences (CGC). (ZG)

Editor: B Kunto Wibisono