Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +622152905148

London (ANTARA News) – Sebanyak 12 perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI) dan Telematika menampilkan produk-produk terbaru mereka pada pameran CeBIT 2015 yang berlangsung sejak 16 sampai 20 Maret 2015 di Hannover, Jerman.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Berlin Kusuma Pradopo, di London, Rabu mengatakan keikutsertaan 12 perusahaan di area Paviliun Indonesia menggambarkan kesiapan sektor TI dan Telematika Indonesia untuk meluncurkan produk-produk TI yang handal dan siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat global.

Sementara Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Dr. Ing. Fauzi Bowo mengatakan partisipasi Indonesia dalam CeBIT 2015 memiliki arti strategis menunjukkan kesiapan sektor TI Indonesia melangkah jauh ke depan dan menjadi pelaku bisnis yang handal di pasar global, di tengah kekhawatiran sementara pihak Indonesia hanya akan menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk asing.

Menurut Dubes Fauzi Bowo, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan khususnya bagi produk-produk TI, jumlah pengguna telepon genggam tercatat sebanyak 313 juta orang atau 125 persen dari jumlah total populasi Indonesia saat ini tingkat penetrasi internet yang cukup tinggi yaitu 71,9 juta atau 28 persen dari total populasi Indonesia.

Sementara jumlah pengguna media sosial digital khususnya facebook sebanyak 65 juta terbesar keempat setelah Amerika Serikat, India dan Brazil, Twitter sebanyak 20 juta sehingga tidak mengherankan bahwa perusahaan IT tingkat dunia seperti Google dan Facebook memiliki kantor perwakilannya di Indonesia.

CeBIT, adalah Centrum for Biroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation (Sentral/Pusat untuk Otomatisasi Kantor, Teknologi Informasi dan Telekomunikasi), adalah pameran produk-produk Teknologi Informasi internasional terbesar dan diselenggarakan di arena pameran Hannover Messe yang merupakan arena pameran terluas di dunia.

CeBIT 2015 mengangkat tema D!conomy yang menggambarkan transformasi digital sebagai motor penggerak inovasi, ekonomi dan kehidupan, hal ini dalam upaya Pemerintah Jerman mendorong tumbuhnya budaya inovasi di dalam sektor industri Jerman diwarnai dengan tumbuh suburnya perusahaan baru yang disebut sebagai Start-up.

Dengan luas arena pameran yang mencapai 450 ribu meter persegi dan jumlah pengunjung yang hampir mendekati 900 ribu orang, CeBIT lebih besar dari segi luas arena dan jumlah pengunjung dibandingkan dengan pameran sejenis di Asia, COMPUTEX dan di Amerika Serikat, COMDEX.

CeBIT 2015 dibuka Kanselir Jerman, Angela Markel yang menyampaikan Pemerintah Jerman berkomitmen memberikan bantuan kepada perusahaan baru. Diantaranya kemudahan memperoleh modal ventura, pembebasan pajak untuk investasi baru, memfokuskan kembali peran Bank Pembangunan (KfW), dan pendanaan dari pasar modal. Pemerintah RFJ berkeinginan untuk mendorong riset, inovasi dan core-competencies misalnya keamanan Teknologi Informasi sebagai salah satu citra yang melekat sebagai produk Jerman.

Negara yang menjadi rekanan CeBIT tahun ini adalah Tiongkok yang diwakili tidak kurang dari 600 peserta di dalam arena pameran dengan luas total mencapai 13 ribu meter persegi. Sejumlah pemain besar seperti ZTE, Huawei, dan Alibaba juga turut berpameran.

Memperkenalkan potensi sektor Teknologi Informasi dan Telematika Indonesia merupakan bentuk kegiatan diplomasi ekonomi perwakilan RI se-Jerman penyelenggaraan diskusi bertemakan “Discussion on Information Technology: Gaming and Logistics Industries”.

Diskusi yang berlangsung di Gedung Konsulat Jenderal RI di Hamburg diadakan kerjasama KJRI Hamburg, KBRI Brussels dan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman merupakan bagian awal dari Indonesian IT Roadshow II yang juga akan berlangsung di Brussel, Eindhoven dan Helsinki.

Ke 12 Perusahaan yang ikut pameran adalah PT Zeinus Education, Gulfware International Technologies LLC, PT Qwords Company International, PT Abyor International, PT Suitmedia, PT Sangkuriang Internasional, PT Fusi Global Technology, PT Bataviasoft, Bandung Techno Park, Pusat Mikroelektronika ITB, PT Solusi 247, dan PT Indoguardika Cipta Kreasi yang menawarkan software dan hardware untuk education, big data & cloud, business solution, IT services, IT security dan mobile services.