Call Center: 0804-1-808-888 / Outside Indonesia: +622152905148

HELSINKI, suaramerdeka.com – Selain roadshow di berbagai kota IT dunia di Eropa, delegasi Indonesia juga sempat menampilkan teknologi canggihnya di pameran IT terbesar dunia, CeBIT 2105 di Hannover Jerman, (16-20/3) pekan lalu.

Teknologi yang diusung dalam pamera tersebut antara lain teknologi anti tapping atau antisadap dari Indoguardika Cipta Kreasi (ICK), online digital signature dari Bataviasoft, RFID assets dari Gulfware.

Lalu, smart payment system dari PME ITB, SAP Adds on dari Abyor, penetration testing dari Bandung Techno Park, cloud solution dari Qwords, LTE small cell dari Fusi, big data processing dari Solusi247, e commerce dari Suitmedia, online learning dari Zenius serta virtual reality dari Sangkuriang.

Sejumlah perjanjian kerja sama dan proyek dengan nilai total jutaan dolar juga telah berhasil diraih misi dagang Indonesia selama pameran dan roadshow.

Seperti perjanjian kerjasama teknologi enkripsi antisadap PT ICK dengan perusahaan mitra di Timur Tengah dan Eropa Barat, pen testing Bandung Techno Park dengan perusahan asal Amerika Serikat (AS).

Lalu, kerja sama off shore software PT Abyor dengan mitra Jerman, pengembangan produk LTE (Long Term Evolution) PT Fusi dan PME ITB dengan Prodrive Technology Belanda serta produk big data processing PT Solusi247 dengan perusahaan IRI asal AS.

Kegiatan roadshow dan pameran ini sendiri terselenggara atas prakarsa Kementerian Perindustrian, Kementriaan Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perdagangan, KBRI Brussel, KBRI Den Haag, KBRI Jerman, KJRI Hamburg, KBRI Finlandia, asosiasi Indoglobit dan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)