TEMPO Interaktif, Bandung – Dari sekian banyak situs yang menawarkan penjualan barang lewat internet, peneliti dari Markplus, Hasanudin mengatakan hanya situs kaskus dan plasa.com yang mendominasi jual-beli online.

Sebagian besar transaksi yang ada di dua situs tersebut, menurut Hasanudin, nilainya masih di bawah Rp 1 juta. “Kalau kerugiannya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu masih dianggap kecil,” katannya.

Buktinya, lanjut dia, sangat jarang ada transaksi online dengan nilai jutaan seperti pembelian barang elektronik karena masih rendahnya tingkat kepercayaan dan khawatir barang tidak sampai ketangan.

Meskipun tidak ada data berapa banyak situs yang berisi promosi barang dagangan di Indonesia, namun total jumlah domain yang teregister sekitar 200 hingga 220 ribu. Ini belum termasuk mereka yang mengganakan sub domain gratisan seperti blogspot, maupun pengguna e-marketplace. “Jumlahnya meningkat sekitar 25 persen dari tahun lalu yang hanya berkisar 160-180 ribu website,” kata seorang pakar IT dan Webhoster, Rendy Maulana Akbar.

Layanan untuk pembuatan situs online juga terus meningkat karena dapat memotong biaya promosi. “Ini menjadi kunci tingginya minat untuk membuat online store,” ujarnya.

Salah satu forum yang paling digemari para pembeli di situs kaskus, menurut Rendy, adalah forum jual beli. Kendati Kaskus tidak ‘berasaskan’ toko online, Rendy mengatakan, para pembeli dan penjual di forum itu merasa aman karena memakai layanan kaspay sebagai alat pembayaran yang dijamin keamananya oleh pengelola. Selain itu, ada layanan rekening bersama melalui orang yang dipercaya yang bisa meminimalkan adanya penipuan saat terjadinya pembelian barang.

Pola penjualan yang berbeda diterapkan pada plasa.com. Menurut Rendy, situs itu merupakan e-Marketplace alias pasar digital, yang didalamnya ada ratusan mungkin ribuan merchant yang tergabung dan menawarkan barang dagangannya. “Penjualan lewat jejaring sosial semisalnya facebook, amat cepat prosesnya tidak seperti membuat on-line store yang serius, dengan membangun sistem website dan penjualan, branding store,” ujar Enteurpreneur dan Konsultan Bisnis IT ini.

Padahal, faktor branding dan sistem di website menjadi kunci untuk menghindari penipuan di pasar era internet. Karena, jika tempat belanjanya sudah dipercaya dan melayani ratusan atau ribuan pembeli, maka sangat kecil kemungkinan pelangan ditipu.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan membangun branding untuk online store dan meraih kepercayaan publik perlu waktu lebih dari satu tahun.”Rata-rata memerlukan waktu 2 sampai 3 tahun untuk sebuah on-line store stabil operasionalnya dan mendapatkan kepercayaan dari publik.” ujar CEO of GoldenFastNetwork, Startup Data Center & Network Provider.

Dalam penelitian Markplus di delapan kota besar di Indonesia, perkembangan penggunaan internet terus meningkat. Hampir satu dari tiga orang angggota keluarga sudah merasakan berselancar di internet. Selain itu, 9 dari 10 orang pengguna internet dipastikan memiliki akun jejaring sosial minimal facebook.”Penggunaan facebook di indonesia sangat tinggi, dan ini dijadikan ajang promosi produk.” ujar Hasanuddin.

ALWAN RIDHA RAMDANI

Sumber : Tempo OnlineShare on Facebook