- Panduan upgrade hardware paling efektif dengan memperbesar kapasitas RAM dan beralih dari HDD ke SSD untuk kecepatan respons sistem yang signifikan.
- Teknik optimasi software melalui manajemen startup, pengaturan Virtual Memory, serta pembersihan file sampah menggunakan Disk Cleanup dan Recycle Bin.
- Langkah preventif menjaga stabilitas sistem dengan rutin melakukan update driver, scan antivirus, dan proses defragmentasi hardisk.
- Pentingnya maintenance fisik untuk mencegah thermal throttling akibat debu pada kipas yang sering menyebabkan penurunan performa laptop secara tiba-tiba.
*Diperbarui pada tanggal 20 Januari 2026
Seiring berjalannya waktu, teknologi hardware yang ada di laptop atau komputer pasti semakin ketinggalan.
Sudah bisa dipastikan kinerjanya pun semakin menurun karena kebutuhan software dan aplikasi yang semakin berat.
Tetapi sahabat Qwords tidak perlu khawatir karena ada solusi yang bisa kamu coba terlebih dahulu lewat pembahasan berikut ini.
Simak sampai akhir pembahasannya ya!
Cara Mempercepat Kinerja Laptop

1. Memperbesar RAM
Cara pertama yang paling efektif adalah dengan meningkatkan jumlah RAM.
Cara ini selalu dilakukan oleh banyak orang yang laptopnya sudah lemot.
RAM 2GB bisa kamu tingkatkan ke 4 GB atau ke 8 GB tergantung batasan akhir upgrade laptop kamu.
Caranya mudah, tapi juga membutuhkan tenaga ahli.
Kalau kamu masih amatir, serahkan saja pada teknisi.
Begini detail caranya:
- Cek tipe RAM, apakah RAM SODIMM atau bukan?
- Lalu cek juga apakah RAM DDR3 atau DDR4. Tujuannya agar tidak salah beli. Kalau laptop generasi terbaru biasanya menggunakan SODIMM dan DDR4.
- Setelah membeli RAM, sekarang bongkar bagian belakang laptop kamu.
- Lalu pada bagian RAM, kamu akan menemukan 1 slot kosong yang bisa diisi RAM lain atau jika tersedia hanya 1 slot, lepas dulu RAMnya baru pasang RAM baru dengan kapasitas yang lebih besar.
2. Update Sistem dan Driver
Laptop yang rutin update sistem operasi dan driver biasanya akan berjalan lebih lancar, karena bug diperbaiki dan kompatibilitas hardware ditingkatkan.
Caranya mudah:
- Di Windows: buka Settings, lalu pilih Update & Security, dan klik Windows Update
- Di macOS: buka System Preferences, lalu klik Software Update
Kenapa ini penting?
Update bisa membawa perbaikan performa, patch keamanan, dan fitur optimasi terbaru yang membuat laptopmu tidak lemot.
3. Mengganti HDD ke SSD
HDD tidak akan berpengaruh pada kecepatan laptop kamu ketika ditambahkan jumlah kapasitas penyimpanan.
Meskipun berpengaruh, efek pasca penambahannya akan sangat minim terasa.
Kalau ingin lebih cepat upgrade kecepatan, kamu bisa ganti dari HDD ke SSD.
Cara ini terbukti ampuh untuk mempercepat Windows 10 atau OS berkali lipat dari hardisk konvensional.
Kalau masih pakai HDD, SSD ini semacam seperti suntikan tenaga yang membuat sistem laptopmu berjalan jauh lebih cepat, aplikasi ringan dijalankan, bahkan Windows terasa lebih responsif.
4. Menghapus File yang Ada di Recycle Bin

Cara ini hanya bisa dilakukan di versi Windows ketika lemot.
Ketika ruang penyimpanan semakin drive C semakin sedikit, maka kemampuan menjalankan sistem pada laptop juga akan berkurang.
Jadi hapus semua file yang ada di Recycle Bin. Caranya seperti berikut:
- Klik kanan pada “Recycle Bin“.
- Lalu pilih “Empty Recycle Bin“.
- Kalau ingin cara manual ya buka terlebih dahulu Recycle Bin.
- Tekan “Ctrl + A“.
- Tekan “Delete“.
5. Menghapus Program yang Tidak Penting
Apakah semua program yang ada di komputer Anda penting?
Kalau tidak, segera hapus program yang tidak penting daripada hanya membuat laptop menjadi lambat.
Beberapa fitur seperti indexing, animations, atau layanan tak terpakai bisa kamu nonaktifkan agar sumber daya tidak terbuang.
Cara mempercepat kinerja laptop yang ini juga terbilang cukup mudah dan tidak perlu membeli perangkat baru.
Begini caranya:
- Buka “Control Panel“.
- Pilih “Uninstall Program“.
- Pilih program yang ingin Anda Uninstall.
- Lalu tekan “Uninstall” yang ada di bagian atas.
- Tunggu sampai proses pencopotan program selesai.
6. Virtual Memory
Virtual memory memiliki peran yang tidak sama besarnya dengan fungsi RAM.
Tapi dia bisa mempengaruhi kinerja laptop menjadi semakin cepat.
Caranya seperti ini;
- Masuk ke menu “Control Panel“.
- Klik “System And Security“.
- Pilih “System“.
- Pilih “Advanced System“.
- Masuk ke tab “Advanced“.
- Di bagian “Performance” tekan “Setting“.
- Masuk lagi ke tab “Advance”.
- Pada opsi “Virtual Memory” tekan “Change…“
- Hilangkan tanda centang pada “Automatically manage paging file size for all drives“.
- Ceklis “Custom Size“.
- Tekan “Set“.
- Lalu terakhir tekan “OK“.
7. Memasang Anti Virus

Cara mempercepat kinerja laptop yang berikutnya adalah dengan menggunakan antivirus.
Bisa jadi laptop kamu lelet karena banyak virus yang menjangkiti sehingga laptop kamu bekerja dua kali lipat.
Disarankan untuk memakai anti virus resmi, jangan yang bajakan.
Gunakan antivirus tepercaya seperti:
- Windows Defender (gratis dan terintegrasi)
- Malwarebytes
- Bitdefender, dll.
Rutin scan dan membersihkan malware juga bisa membantu sistem tidak “terbebani” proses jahat di belakang layar.
Atau jika ingin murah, gunakan saja Windows Defender.
8. Rajin Defragment
Rajin-rajinlah melakukan defrag pada hardisk kamu.
Upaya ini bisa membuat hardisk bekerja lebih efisien dan lebih teratur.
Fungsi dari defragment adalah merapikan lokasi file sehingga saat membaca data piringan hardisk tidak terlalu banyak berputar.
Caranya begini;
- Pada Hardisk, klik kanan.
- Pilih “Properties”.
- Pilih “Defragment Now”.
- Tunggu sampai selesai.
9. Memakai Disk Cleanup
Kalau cara di atas masih gagal, cobalah untuk menggunakan cara membersihkan disk.
Cara yang juga disebut dengan Disk Cleanup ini membantu kamu untuk membersihkan file-file yang sifatnya sementara pada hardisk.
Tinggal pilih drive yang mana yang ingin dibersihkan dari file sementara itu.
Caranya;
- Klik kanan di drive.
- Masuk ke “Properties“.
- Pilih “Disk Cleanup“.
10. Hibernate Mode
Kalau masih gagal juga, coba gunakan mode hibernate ketika akan masuk ke Windows.
Fungsi dari mode ini adalah menyimpan memory saat sedang dimatikan dan seperti membuat memory segar kembali untuk siap diajak bekerja lebih berat.
Caranya seperti ini;
- Tekan bersamaan “Windows Key + I“.
- Masuk ke “System”.
- Tekan “Power and Sleep”.
- Masuk ke “Additional Power Setting”.
- Masuk ke “Power Option”.
- Klik “Choose what the power buttons do”.
- Centang “Change settings that are currently available”.
11. Menghentikan Program yang Berjalan di Startup

Menghentikan program-program yang berjalan di startup juga bisa jadi opsi meningkatkan performa laptopmu.
Banyak program otomatis yang biasanya berjalan saat laptop dinyalakan yang memakan RAM dan CPU.
Cara mengatasinya:
- Tekan Ctrl, Shift, dan Esc bersamaan, lalu klik Task Manager, dan pilih Startup
- Nonaktifkan program yang tidak perlu dimulai otomatis
Selain itu, Windows punya Efficiency Mode yang bisa membatasi aplikasi boros resource sehingga sistem lebih ringan.
Caranya dengan masuk ke “Task Manager”, lalu pilih program yang tidak sedang kamu gunakan tapi menggunakan memori yang besar, lalu tekan “End”.
12. Cek Suhu dan Maintenance Fisik
Cara terakhir adalah mengecek suhu dan maintenance fisik laptop.
Debu yang menumpuk pada kipas atau heat sink bisa menyebabkan laptop panas berlebih (overheat), dan sering membuat sistem menurunkan performa (thermal throttling).
Solusinya:
- Bersihkan ventilasi dan kipas dengan compressed air
- Pastikan ada sirkulasi udara bagus
- Gunakan cooling pad jika perlu
Siap Mempraktikkannya Langsung?
Sahabat Qwords bisa langsung mempraktikkan salah satu dari 12 cara mempercepat kinerja laptop lemot supaya laptopmu makin ngebut.
Kalau semua cara sudah kamu usahakan dan laptop masih saja lemot, ada baiknya temui teknisi atau ahli agar saran dan temuan mereka lebih valid mendiagnosa kondisi laptopmu.
Kalau ada cara lain yang juga terbukti ampuh untuk mempercepat kinerja laptop lemot, tulis di kolom komentar ya!



Cara yang tepat yang bisa saya lakukan supaya kinerja laptop tidak lambat adalah dengan Mengganti HDD ke SSD. Tapi biaya membeli lumayan mahal sih 🙂
Halo
Betul kak, berpindah dari HDD ke SSD memang keputusan tepat.
FYI: Saat ini hosting Qwords juga sudah berjalan di atas penyimpanan berteknologi SSD, sehingga performanya bakal jauh lebih cepat dibandingkan kompetitor.
Terima kasih
Salam
makasih ga informasinya bermanfaat banget