8 Cara Mengatasi Error 400 Bad Request

2 min read

Highlights
  • Memahami definisi Error 400 Bad Request sebagai kesalahan sisi klien (client-side error) di mana server tidak dapat memproses permintaan.
  • Mengidentifikasi penyebab umum error mulai dari kesalahan penulisan URL, cache/cookies yang korup, hingga ukuran file unggahan yang melebihi batas.
  • Langkah-langkah praktis penanganan mandiri seperti melakukan flush DNS, menghapus data browsing, hingga menonaktifkan ekstensi browser.
  • Solusi teknis untuk pengguna CMS (seperti WordPress dan OJS) melalui pengecekan konfigurasi file dan konflik plugin atau tema.

Sahabat Qwords, pernahkah kamu saat melakukan selancar santai atau kerja di website, tiba-tiba muncul pesan “400 Bad Request”?

Error satu ini memang menyebalkan, apalagi kalau kamu sedang buru-buru submit tugas, upload file, atau update konten.

Tenang, dalam ulasan kali ini akan kita bahas apa itu error 400 Bad Request, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

Simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Error 400 Bad Request?

400 Bad Request menunjukkan kondisi dimana server web menerima permintaan (request) yang tidak bisa diproses karena ada yang “salah” atau tidak sesuai dengan aturan HTTP.

Secara teknis, kondisi ini termasuk client side error yang berarti sumber masalahnya biasanya bukan dari server, tapi dari request yang dikirim oleh browser atau aplikasi kamu.

Pesan error ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

  • 400 Bad Request
  • HTTP Error 400. The server could not understand the request
  • Bad Request: Invalid URL
  • Request Header Or Cookie Too Large

Intinya, server sedang berusaha memberitahu kamu bahwa “Eh, aku gak ngerti apa yang kamu kirim ini.

Penyebab Error 400 Bad Request

Penyebab yang paling umum dari terjadinya error 400 bad request, yaitu

1. URL Tidak Valid

URL yang kamu ketik atau klik mungkin ada typo, sehingga karakter khusus yang terinput tidak valid, atau terlalu panjang.

URL yang salah memang sering jadi biang error!

2. Cache dan Cookies Bermasalah

Browser memang akan menyimpan cache dan cookies untuk mempercepat akses.

Tetapi, kalau datanya corrupt atau usianya sudah kadaluarsa, server bisa menolak request kamu.

3. DNS Cache Usang

Komputer menyimpan DNS cache supaya alamat website bisa di-resolve lebih cepat.

Kalau DNS cache ini sudah tidak sinkron dengan DNS terbaru, ya jaringan bisa jadi error.

4. File Upload Terlalu Besar

Kalau kamu sedang mengunggah file, misalnya gambar atau video dan ukurannya melebihi limit yang diizinkan server, request bisa saja ditolak.

5. Masalah di CMS atau Server

Beberapa CMS atau server, termasuk Apache, Nginx, atau platform seperti WordPress dan OJS punya aturan khusus dalam memproses request.

Pengaturan yang kurang tepat bisa membuat server menganggap permintaan itu “buruk”.

8 Cara Mengatasi Error 400 Bad Request

Nah, berikut ini langkah-langkah praktis untuk mengatasi error 400 bad request yang bisa kamu lakukan sendiri.

1. Periksa dan Perbaiki URL

Pertama dan paling sederhana, yaitu cek alamat URL yang kamu akses.

Pastikan tidak ada typo, spasi, atau karakter aneh di URL.

Cara ini seringkali langsung berhasil!

Tipsnya, kalau kamu tahu judul halaman yang akan dibuka, coba cari menggunakan search engine dan klik hasilnya daripada mengetik manual.

2. Hapus Cache Browser

Cache yang corrupt bisa membuat request-mu ditolak.

Promo

Caranya umumnya:

  • Buka Chrome, masuk ke bagian Settings, lalu Privacy & Security, dan Clear browsing data
  • Pilih Cached images and files dan hapus.
  • Setelah itu, reload website kamu.

3. Hapus Cookies Browser

Cookies bisa menyimpan info login dan preferensi.

Tetapi, kalau sudah corrupt, server bisa salah baca permintaan kamu.

Jadi, hapus cookies dari browser yang sama seperti langkah hapus cache.

4. Coba Nonaktifkan Ekstensi Browser

Beberapa ekstensi, terutama yang berkaitan dengan privasi atau ad-blocking bisa memodifikasi request dan membuat server bingung.

Coba matikan satu per satu dan refresh halaman yang error.

5. Flush DNS Cache

Kadang DNS cache di komputer juga sudah tidak update, sehingga alamat server tidak ditemukan dengan benar.

Di Windows, kamu bisa buka Command Prompt lalu ketik: ipconfig /flushdns

Perintah ini akan menghapus DNS data lama dan memaksa PC kamu mencari info DNS terbaru.

6. Periksa Ukuran File Upload

Kalau kamu sedang mengunggah file besar, misalnya video high resolution atau PDF besar pastikan ukurannya tidak melebihi batas server.

Kamu bisa mencoba mengompres file dulu sebelum upload.

7. Reload atau Restart Browser / Device

Kadang error ini sementara dan bisa jadi karena glitch kecil di browser atau sistem kamu.

Cara mengatasinya, kamu bisa mulai tutup browser, lalu buka lagi, dan coba akses ulang.

Kalau masih gagal, restart device bisa membantu.

8. Hubungi Support atau Cek Server CMS

Kalau semua cara di atas tidak juga berdampak atau ampuh, mungkin sumber error bukan sepenuhnya dari client kamu.

Untuk Mengatasi error 400 bad request pada Website CMS seperti WordPress atau OJS, kamu bisa cek:

  • Konfigurasi file CMS (misalnya config.inc.php di OJS)
  • Cek plugin atau tema yang konflik
  • Minta bantuan tim IT atau support hosting

Sudah Paham Bagaimana Cara Mengatasi Error 400 Bad Request?

Sahabat Qwords, Error 400 Bad Request sebenarnya bukan monster yang menakutkan asal kamu tahu penyebabnya dan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Dari sekadar memperbaiki URL sampai nge-flush DNS, semuanya bisa kamu lakukan sendiri tanpa panik.

Kalau kamu masih stuck, jangan ragu tanyakan kendala atau keluhanmu ke support hosting atau teman developer kamu.

Atau langsung saja praktikkan cara mengatasi error 400 bad request yang tadi sudah diulas.

Gimana, siap tenang saat kendalan error 400 bad request melanda?

Coba komen pengalamanmu saat menghadapi jenis eror satu ini di kolom komentar ya!

Promo
Zulfa Naurah Nadzifah
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Highlights Google Antigravity adalah IDE berbasis AI agent-first yang mampu merencanakan, menulis, hingga melakukan testing kode secara semi-otonom. Fitur utama meliputi AI Agents yang...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
5 min read
Highlights WordPress.com memungkinkan pemula membuat website dari nol secara gratis tanpa memerlukan skill coding. Proses pembuatannya yaitu pendaftaran akun, pemilihan subdomain gratis, serta penentuan...
Qonita Dian Lestari Qonita Dian Lestari
5 min read
Highlights Dedicated server memberikan akses eksklusif ke satu unit server fisik secara utuh, sehingga tidak perlu berbagi RAM atau CPU dengan pengguna lain. Privasi...
Dita Sekar Dita Sekar
3 min read
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//