*Diperbarui pada tanggal 12 Desember 2025
Header website adalah elemen penting yang berfungsi untuk menampilkan informasi kunci.
Posisinya yang berada di sisi paling atas memungkinkan Sahabat Qwords untuk meletakkan konten unggulan agar pengunjung lebih tertarik dengan produk yang ingin mereka beli.
Selain itu, konten di dalam header juga berperan penting dalam menunjang branding serta optimasi user experience.
Karena, ketika mengunjungi sebuah blog atau landing page, biasanya perhatian user akan langsung tertuju ke bagian ini.
Lantas, seperti apa cara membuat header website yang estetik, fungsional, dan diminati banyak calon pembeli di tahun 2026?
Mari kita telusuri tips-tips praktis sekaligus contoh inspirasinya!
Tips Membuat Header Website Keren

1. Ikuti Tren Desain Modern yang Bermakna
Mengikuti tren bukan berarti hanya menerapkan visual yang keren saja, tetapi menciptakan pengalaman yang relevan bagi pengguna.
Di tahun 2026, tren header website yang populer, yaitu
- Motion dan Micro Interactions: tren ini menonjolkan elemen kecil yang bergerak ketika pengguna scroll atau hover meningkatkan engagement tanpa mengganggu performa.
- AI Driven Personalization: sistem dapat menampilkan konten header yang berbeda secara otomatis berdasarkan perilaku atau kebutuhan pengguna.
- Dark Mode dan Nyaman Visual: pilihan mode gelap menjadi standar karena meningkatkan kenyamanan dan mengurangi konsumsi energi perangkat.
Ikuti tren-tren ini dengan tetap memperhatikan tujuan pembuatan desain header web, sehingga desain yang dihasilakan nantinya lebih fokus pada kebutuhan nyata pengguna, bukan sekadar visual semata.
2. Sesuaikan Ukuran dan Struktur Header untuk Semua Perangkat
Tidak bisa dipungkiri, mayoritas website saat ini menggunakan template untuk membuat tampilan yang terlihat unik dan elegan.
Nah, biasanya setiap template atau tema website sendiri memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada bagian header.
Ada yang mengakomodir pemasangan header berukuran penuh, ada yang hanya memberikan ruang untuk logo dan menu, atau bahkan tidak mengakomodir penambahan header berbentuk gambar agar kecepatan website tetap optimal.
Dengan mobile first sebagai standar desain modern, ukuran header kini tidak lagi satu angka saja.
Header saat ini harus bersifat responsive di seluruh ukuran layar, memiliki layout adaptif yang tetap fungsional pada ponsel, tablet, hingga layar desktop besar, dan mengutamakan aksesibilitas, misalnya tombol navigasi besar serta teks cukup kontras.
Daripada berpatokan pada angka tertentu, kamu bisa fokus pada fleksibilitas layout, misalnya desain berbasis flexbox atau grid CSS yang otomatis menyesuaikan konten sesuai perangkat.
3. Prioritaskan Kejelasan dan Fokus Konten
Kadang, kamu sebagai pemilik website terlalu semangat untuk mempresentasikan bisnis semenarik mungkin pada pengguna, sehingga semua hal ingin ditampilkan ke bagian paling depan.
Cara ini mungkin bisa saja berhasil menarik perhatian, tapi tidak akan maksimal dari segi estetika dan juga optimasi dalam jangka panjang.
Jadi, pilihlah unique selling point dan jadikan sebagai headline untuk menarik pengguna.
Walaupun header bisa terlihat estetis dan dinamis, simplicity with purpose tetap akan jadi prioritas utama.
Dengan memaksimalkan sejumlah hal penting, seperti headline harus jelas dan menarik perhatian, CTA (Call to Action) yang menonjol dan mudah dibedakan, dan informasi paling relevan bagi pengunjung langsung terlihat tanpa membuat bingung
Prinsip desain minimalis yang cerdas dengan mengutamakan kejelasan pesan yang ingin disampaikan akan sangat membantu pengguna atau pelanggan cepat memahami tujuan website. Dan hal itulah yang akan menjadi faktor penting terjadinya user retention dan engagement.
4. Perhatikan Kecepatan dan Aksesibilitas
Header berat dengan video atau animasi besar bisa mempengaruhi performa, terutama pada koneksi seluler yang bervariasi.
Sebaiknya kamu:
- Gunakan format gambar dan video modern seperti WebP atau AVIF.
- Terapkan lazy loading untuk elemen berat
- Pastikan elemen header mematuhi WCAG dan aksesibilitas, seperti teks alt, kontras warna, dan struktur HTML yang semantik
Desain yang cepat dan aksesibel nantinya tidak hanya akan menjadi pengalaman baik untuk pengguna, tetapi juga berdampak positif pada ranking SEO.
Contoh Header Website Keren

Berikut beberapa tipe header yang kini makin relevan di tahun 2026 sebagai bagian dari tren desain modern:
1. Header Interaktif Penuh Layar

Header interaktif penuh layar kini menjadi tren dalam desain web, karena dapat menciptakan first impression yang lebih kuat dan langsung menarik perhatian pengunjung saat membuka situs.
Dengan memanfaatkan visual berkualitas tinggi, seperti gambar besar atau video interaktif, header ini tidak hanya menegaskan identitas brand tetapi juga bisa menjadi titik fokus pengalaman awal yang intuitif, terutama bila dipadukan dengan call to action yang jelas dan responsif.
Desain ini berperan penting untuk mengarahkan fokus pengguna sejak detik pertama, sehingga dorongan untuk mengeksplor web lebih besar.
Selain itu, konsep full screen interactive header di tahun 2026 juga akan sering diperkaya dengan elemen interaksi halus seperti animasi kecil atau respons terhadap scroll yang menciptakan pengalaman browsing yang lebih dinamis dan imersif.
Tren modern ini juga akan menempatkan pengalaman pengguna sebagai prioritas utama, tetapi juga fungsional dan performatif pada berbagai perangkat, terutama di perangkat mobile yang mendominasi trafik internet.
Header besar yang mengisi seluruh layar menjadi kanvas visual pertama untuk menceritakan brand kamu.
Kombinasikan dengan:
- Micro animations
- Narasi visual yang terintegrasi saat pengguna scroll (scroll triggered animation)
- CTA yang adaptif tergantung konten yang ditampilkan
Perpaduan sejumlah aspek di atas akan menunjang pengalaman pertama yang kuat sekaligus fungsional.
2. Hero Section Dinamis dengan AI Personalization
Di Hero Section dinamis dengan AI personalization, konten header tidak lagi statis untuk semua pengunjung, tetapi berubah secara real time berdasarkan data perilaku, preferensi, dan konteks pengguna.
Misalnya menampilkan banner berbeda untuk pengguna baru vs pengunjung yang kembali, rekomendasi konten atau produk yang relevan di bagian paling atas, hingga penyesuaian CTA yang sesuai dengan apa yang paling mungkin mendorong mereka berinteraksi dengan situsmu.
Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan engagement dan konversi tetapi juga menciptakan pengalaman yang terasa unik dan selaras dengan perjalanan setiap pengunjung dari detik pertama mereka membuka halaman.
Daripada hero statis, header modern ini bisa berubah sesuai profil pengunjung, misalnya menampilkan:
Promo sesuai lokasi atau preferensi
Konten rekomendasi produk yang relevan
Pesan yang disesuaikan dengan perilaku pengguna
Pendekatan ini meningkatkan konversi sekaligus membuat pengalaman terasa “lebih personal”.
3. Motion Header dengan Micro Interactions

Di tahun 2026, motion header dengan micro interactions tidak hanya akan jadi animasi hiasan saja, tapi juga elemen desain kecil yang memberi feedback visual dan penguatan fungsional saat pengguna berinteraksi dengan antarmuka.
Misalnya tombol yang berubah warna atau sedikit bergerak saat diklik, ikon yang menampilkan respons halus saat di-hover, atau transisi elemen yang halus saat scroll.
Semuanya itu membantu mengarahkan pengguna secara intuitif, memberi kejelasan tindakan, serta membuat pengalaman website terasa lebih hidup dan responsif tanpa mengganggu performa keseluruhan.
Alih-alih animasi berat yang mengganggu performa, header dengan micro interaction seperti:
- tombol menonjol saat di-hover
- indikator scroll
- animasi kecil pada elemen CTA
Semua kombinasi aspek di atas bisa membantu web-mu menunjang pengalaman kunjung pelangganmu, tanpa memperlambat loading.
4. Accessibility First Header
Di tahun 2026, desain header web dengan Accessibility First Header menunjukkan bahwa kamu tidak hanya memikirkan tampilan visual saja.
Tetapi, juga bagaimana semua orang termasuk pengguna dengan disabilitas bisa memahami, menavigasi, dan berinteraksi dengan header secara mudah.
Header yang aksesibel perlu memenuhi pedoman Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) seperti struktur heading yang semantik dan logis, seperti penggunaan <h1> yang tepat), sehingga pembaca layar dan teknologi bantu bisa menavigasi konten dengan benar tanpa hambatan.
Tak hanya itu, pastikan fitur navigasi juga bisa dijalankan sepenuhnya melalui keyboard dan teks-teks penting punya deskripsi jelas, karena aspek ini akan membantu pengguna yang bergantung pada pembacaan layar atau bukan menggunakan mouse untuk berinteraksi dengan halaman.
Dengan mengutamakan aksesibilitas sejak awal, kamu bisa membuat website-mu lebih inklusif dan meningkatkan pengalaman semua pengunjung, dan tidak hanya sekadar tampilan yang estetik saja.
Pastikan juga header-mu cukup ramah dengan aksesibilitas yang mencakup beberapa aspek berikut ini:
Mode kontras tinggi dan toggle dark atau light mode
Navigation yang bisa dioperasikan keyboard
Label yang jelas untuk screen reader
Desain yang inklusif bukan sekadar trend, karena inilah standar kualitas web di era modern.
5. Video Header yang Ringan dan Teroptimasi

Untuk menghadirkan video header yang tetap ringan dan teroptimasi di 2026, penting untuk kamu menyeimbangkan antara kualitas visual dengan performa halaman, karena video besar bisa memperlambat loading dan memperburuk pengalaman pengguna jika tidak dioptimalkan.
Kamu bisa menerapkan kompresi video dan memilih format modern seperti WebM atau MP4 dengan bitrate efisien agar ukuran file lebih kecil tanpa mengorbankan kualitas tampilan.
Manfaatkan teknik seperti lazy loading dan menyajikan versi video yang responsif sesuai perangkat pengguna.
Pertimbangkan juga penggunaan layanan CDN atau hosting video eksternal untuk mempercepat distribusi konten tanpa membebani server utama, sehingga video tetap interaktif dan tidak menghambat kecepatan akses situs atau metrik performa utama seperti Largest Contentful Paint dan First Input Delay.
Jika kamu memilih video sebagai tampilan awal di header, pastikan bahwa kamu:
- Memformat video menjadi lebih ringan dengan rasio, seperti WebM
- Auto play silent dengan fallback gambar
- Tidak memperlambat Time to Interactive
Video masih efektif untuk storytelling jika dikemas secara efisien.
Desain Header Website Keren Mana yang Jadi Pilihanmu di Tahun 2026?
Sahabat Qwords, header website di tahun 2026 kini bukan lagi sekadar tampilan visual.
Ia menjelma jadi pengalaman interaktif pertama, jembatan antara brand dan pengunjung yang harus cepat, adaptif, dan personal.
Dengan menggabungkan tren estetika modern, AI driven personalization, performa cepat, serta aksesibilitas yang inklusif, kamu bisa menciptakan header yang tidak hanya keren dipandang, tapi juga efektif untuk konversi dan engagement.
Maka dari itu, usahakan untuk memberikan perhatian ekstra pada bagian ini ketika kamu memutuskan untuk membangun sebuah website.
Kamu bisa menggunakan salah satu contoh header website keren di atas sebagai salah satu inspirasi desain.
Bahkan, jika diperlukan bisa juga melakukan kombinasi antara satu tipe header dengan tipe lainnya sehingga menciptakan desain baru yang belum pernah ada.
Sementara itu, kalau website milik Sahabat Qwords saat ini terasa lemot atau semakin lambat karena mengaplikasikan salah satu desain header.
Kamu bisa optimalkan tampilan dan kinerjanya dengan memanfaatkan paket Hosting Khusus WordPess dari Qwords.com!
Sudah dilengkapi penyimpanan berbasis SSD serta teknologi Litespeed API.
Membuat teknologi cloud terbaru ini punya performa yang makin cepat!
Didesain untuk kamu yang sedang mengelola web personal, UMKM, hingga institusi dengan harapan memiliki hosting murah, kapasitas besar, dan fitur email terbaik.
Cloud Hosting MaxMail dari Qwords cocok dan tepat untuk kamu gunakan segera.
Saatnya tingkatkan peforma tampilan web dengan dukngan Cloud Hosting MaxMail dari Qwords!


