Sebagai pengembang website atau bahkan pemilik website, mungkin Sahabat Qwords sudah tak asing dengan istilah npm. Sebagai sistem manajemen yang bisa membantumu mengelola webiste berbasis JavaScript tentu sistem ini akan sangat membantumu.
Tapi, pernah nggak sih Sahabt Qwords bertanya-tanya soal apa sebenarnya npm itu dan bagaimana cara kerjanya lebih lanjut untuk membantu pengelolaan website?
Nah, yuk kita ulas lebih dalam tentang apa itu npm dan bagaimana cara kerjanya untuk membantu peforma websitemu!
Mengenal npm: Fungsi & Cara Kerjanya
Berikut adalah 8 poin penting soal npm yang harus Sahabat Qwords tahu sebelum tertarik untuk eksplor lebih jauh.
1. Apa Itu npm?
Node Package Manager atau npm adalah package manager bawaan dari Node.js yang dirancang untuk mengelola paket atau modul JavaScript. Sistem ini berfungsi untuk instal, update, hingga hapus paket yang dibutuhkan dalam proyek pengerjaan websitemu.
Dengan npm Sahabat Qwords tidak perlu lagi menulis ulang kode yang sudah ada, sebab menggunakan npm saja kamu sudah bisa langsung menggunakannya.
Ribuan pustaka JavaScript yang disimpan dan tersedia untuk kemudian digunakan oleh developer lain ada di sini. Hal itu memudahkan adanya kolaborasi dan bagi kode antar pengembang atau developer.
Sebenarnya secara resmi “npm” adalah backronym yang artinya “npm is not an acronym,” tapi orang tetap menyebutnya Node Package Manager.
2. Fungsi Utama npm
Ada sejumlah fungsi npm yang harus kamu tahu agar semakin paham dan lancar dalam memaksimalkan peran sistem pendukung untuk proyekmu ini. Berikut ini sejumlah fungsi npm yang harus kamu tahu!
Pertama, npm memudahkan pengelolaan dependensi proyek, mulai dari instalasi, pembaruan, hingga penghapusan modul JavaScript seperti Express, React, dan banyak lagi.
Manajemen paket yang jelas bisa membuat pengembang atau kamu sendiri lebih mudah dalam memetakan kernagka kerja pengembangan web. Tak heran jika fungsi ini bisa sangat membantu untuk mencari, menginstal, hingga mengelola paket atau modul dalam proyek Node.js.
Kedua, npm mendukung kolaborasi dengan memungkinkan kamu menerbitkan paket ke registry agar bisa digunakan oleh developer lain. Manajemen proyek yang jelas menggunakan berkas package.json juga bisa membantu Sahabat Qwords memiliki gambaran jelas tentang semua dependensi, konfigurasi proek, dan skrip yang akan dijalankan.
Hal itu akan sangat membantu dalam proses kolaborasi tim dan memudahkan pengembangan di lingkungan yang berbeda atau bisa digunakan leh developer lain itu tadi.
Ketiga, kamu dapat menggunakan npm untuk menjalankan skrip otomatis seperti build, test, dan deploy lewat file package.json. Npm akan membantumu secara otomastis untuk mengunduh dan menginstal paket-paket tersebut bersama dengan dependensinya.
3. Cara Kerja npm: Repository, CLI & Registry
Ada sejumlah komponen utama dalam npm yang harus Sahabat Qwords ketahui untuk menjalankan sistem ini. Ketiga komponen tersebut, yaitu
- Repository (npm registry sebagai tempat publikasi paket)
Sebagai repositori online, npm menyediakan registri online yang berisi ribuan paket JavaScript yang dikembangkan oleh berbagi pengembang.
Paket-paket itu memiliki berbagai fungsi, seperti pustaka, modul, framework, dan alat bantu lainnya yang bisa digunakan dalam mengembangkan aplikasi.
Pengembang atau developer, bahkan kamu bisa mengunggah paketmu sendiri ke registri npm, sehingga kamu bisa membagikan dan digunakan oleh pengembang lain.
- CLI (command-line interface) untuk menjalankan perintah
Saat diinstal bersama dengan Node.js dengan penyediaan antarmuka baris perintah untuk berinteraksi dengan registri npm. Sejumlah perintah tertentu pengembang atau developer bisa melakukan berbagai tindakan terkait paket, seperti
- npm install <nama_paket> untuk menginstal paket dari registri npm ke dalam proyek.
- npm update <nama_paket> untuk memperbarui paket yang sudah terintal ke versi terbarunya.
- npm unsinstall <nama_paket> untuk menghapus paket dari proyek.
- npm search <nama_paket> untuk mencari paket berdasarkan kata kunci.
- npm run <nama_skrip> menjalankan skrip yang telah ditentukan dalma file package.json.
- Registry tempat paket diunduh dari server publik
npm memungkinkan pengelolaana dependensi proyek, berupa paket-paket lain yang dibutuhkan oleh suatu paket.
Ketika Sahabat Qwords menginstal suatu paket, npm akan secara otomatis mengunduh dan mengelola dependensinya. Hal itu membuatmu tidak perlu menginstal setiap dependensi secara manual.
Informasi tentang paket yang kamu instal dan dependensinya akan tersimpan dalam package.json.
Cara atau alur kerja dari adanya 3 komponen utama tersebut, yaitu saat kamu menjalankan npm install <paket>, npm CLI mengunduh paket dari registry dan menaruhnya di folder node_modules. Lalu, ia akan mencatatnya di package.json serta package-lock.json untuk memastikan versi yang konsisten.
Contoh penggunaan npm dalam proyek pengembangan websitemu
1. Buat proyek baru
Mulai buat proyek barumu dengan menjalankan npm init untuk membuat file package.json dan isi informasi sesuai proyekmu.
2. Instal paket
Kemudian, jalankan npm isntall express untuk menginstal paket express. Paket express dan dependensinya bisa kamu unduh dna simpan dalam direktori node_modules.
3. Jalankan skrip
Lalu, definisikan skrip dalam package.json, mislanya “start”: “node server.js”. Kemudian jalankan npm start untuk menjalankan server.
Makin Paham Tentang Apa Itu npm?
npm adalah manajer paket JavaScript yang powerful dan memanjakan developer dengan sistem instalasi, update, manajemen dependensi, hingga publikasi paket. Mulai dari file package.json, registry besar, sistem server, hingga fitur audit, semua dirancang agar Sahabat Qwords bisa fokus coding tanpa ribet!
Nah, Sahabat Qwords, gimana nih? Akam memulai perjalanan memulai explore npm atau mungkin malah baru dengar istilah ini sekarang?
Yuk, share pengalaman atau pertanyaanmu di kolom komentar ya!


