7 Cara Promosi Produk di Bulan Puasa yang Pasti Laris

4 min read

Highlights
  • Bulan puasa adalah prime time bisnis karena adanya perubahan pola konsumsi dan peningkatan durasi scrolling media sosial serta belanja online.
  • Strategi promosi efektif meliputi Flash Sale di jam berbuka (17.00-19.00) dan sahur (03.00-04.30) untuk menangkap audiens di waktu puncak.
  • Content marketing yang relevan seperti tips sahur, resep berbuka, dan ide hampers Lebaran terbukti lebih mudah menarik engagement dibanding hard-selling.
  • Penggunaan bahasa promosi yang resonatif dengan semangat Ramadan (berbagi berkah, kebaikan) memperkuat hubungan emosional antara brand dan pelanggan.
  • Optimalkan infrastruktur digital dengan website toko online yang cepat dan aman dari Qwords untuk memastikan konversi berjalan lancar saat lonjakan trafik Ramadan.

Selain jadi momen spiritual bagi muslim, bulan puasa juga bisa jadi prime time buat bisnis kamu loh Sahabat Qwords.

Kebiasaan orang puasa yang sering mengisi waktu menunggu berbuka atau lainnya dengan browsing, mendorong mereka untuk lebih banyak scrolling, window shopping online, sampai mencari ide hampers Lebaran.

Nah, momen puncak seperti ini jangan sampai kamu lewatin untuk membuat banyak promosi produk.

Kamu bisa pakai 7 cara promosi produk di bulan puasa berikut ini supaya penjualanmu makin naik.

Yuk, langsung saja kita breakdown strategi marketing yang efektif, relatable, dan bisa meningkatkan penjualan sesuai tren marketing saat ini!

7 Cara Promosi Produk di Bulan Puasa

1. Tawarkan Promo yang “Tak Terlupakan”

Selama Ramadan, konsumen cenderung berburu penawaran atau promosi terbaik.

Itu sebabnya promo seperti Flash Sale dan Free Ongkir jadi magnet utama pembelian.

Faktanya, banyak penjual dan marketplace besar yang meningkatkan flash sale diwaktu tertentu, seperti sebelum berbuka atau ketika malam, dan hasilnya terbukri menarik perhatian orang secara signifikan.

Tips yang bisa juga kamu terapkan untuk mencoba stratgei yang sama, di antaranya:

  • Buat promo Flash Sale dijam-jam prime time, misalnya pukul 17.00-19.00 atau 20.00-22.00. Orang-orang direntang waktu tersebut biasanya sedang santai pasca menjelang berbuka, pasca berbuka, dan kemungkinan sudah selesai salat Tawarih.
  • Kombinasikan diskon dengan Free Ongkir di atas minimal pembelian tertentu. Strategi ini juga sudah terbukti mampu meningkatkan konversi.

Kalau kamu bisa memancing urgensi tanpa membuat orang kebingungan, efeknya bisa jadi jauh lebih besar daripada sekadar memberikan potongan harga seperti biasa.

2. Maksimalkan Content Marketing yang Relevan

Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak orang saat Ramadan punya pola browsing yang berbeda.

Mereka cenderung mencari konten yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan mereka saat itu, seperti resep menu sahur, resep menu buka puasa, tips sehat dan bugar saat puasa, hingga ide hadiah Lebaran.

Inilah peluang besar untuk kamu masuk ke top of mind mereka dengan konten yang tepat.

Ide konten yang layak kamu coba, misalnya:

  • Video singkat di TikTok atau Reels Instagram yang menampilkan produkmu dipakai saat sahur atau buka puasa.
  • Blog post inspiratif seperti “5 Ide Hampers Ramadan untuk Teman dan Keluarga” atau “Cara Memilih Parcel Lebaran yang Berkesan”.
  • Infografis menarik tentang cara penggunaan produk kamu selama menjalani rutinitas dibulan Ramadan.

Konten ini tidak hanya akan mengedukasi, tapi juga mengundang engagement dan membuat brand kamu lebih relatable dan lifestyle oriented, khususnya di bulan puasa.

3. Buat Hampers atau Parsel yang Instagrammable

Tradisi berbagi hadiah, terutama lewat hampers atau parsel memang menjadi favorit di bulan puasa dan menjelang Lebaran.

Faktanya, produk yang dikemas jadi Ramadan Hampers atau parsel mampu menarik perhatian konsumen karena punya nilai cerita dan visual yang lebi unggul untuk dibagikan di media sosial.

Cara membuat hampers yang berpotensi laris, contohnya:

  • Gabungkan produk kamu dengan item lain yang siap pakai, kirim, atau bagi di Ramadan, contohnya snack berbuka favorit dan aksesori teman puasa.
  • Pastikan tampilannya aesthetic supaya cocok untuk dibagikan di Instagram.
  • Tawarkan opsi custom message untuk personalisasi hadis, quote Ramadan, atau ucapan Lebaran.

Dengan cara ini, bukan cuma penjualanmu saja yang akan naik, tapi juga brand visibility kamu bisa melonjak lewat konten pelanggan yang membagikan moment mereka di medsos.

4. Bangun Engagement Melalui Interaksi dan Komunitas

Promosi bukan hanya soal jualan saja.

Aspek bisnis ini juga berhubungan lekat dengan cara kamu membangun hubungan dengan pelanggan atau kemungkinan target pasar baru.

Bulan puasa bisa kamu jadikan momen emosional dengan memanfaatkan peluang untuk lebih terhubung dengan audiens lewat konten interaktif dan campaign yang human centered.

Strategi engagementnya, yaitu

  • Buat Live Q&A di Instagram tentang cara penggunaan produk kamu saat sahur atau buka puasa.
  • Buat Poll atau kuis Ramadan di fitur story medsos, misalnya “Mana menu buka puasa favorit kamu?”, atau pantikan pertanyaan sejenis.
  • Bagikan cerita atau pengalaman customer yang telah atau sedang memakai produkmu.

Engagement semacam ini, meski terlihat sederhana, tapi bisa membuat makin banyak orang merasa dihargai, terhubung dengan brand, dan semakin besar kemungkinan mereka menjadi loyal customer loh!

5. Optimalkan Prime Time atau Jam Utama

“Timing is everything.”

Promo

Istilah itu memang tepat untuk dimaksimalkan dalam strategi marketing Ramadan.

Orang-orang yang berpuasa pasti punya jadwal kegiatan harian baru, mulai dari browsing lebih intens setelah berbuka dan jelang sahur, hingga hitungan hari tertentu yang punya kemungkinan besar makin banyak orang yang mencari bingkisan Lebaran.

Menyesuaikan jadwal promosimu dengan puncak kebiasaan orang-orang untuk scrolling produk yang relevan atau bertema Ramadan ini bisa menaikkan impresi dan konversi.

Prime time atau waktu puncak yang baiknya kamu perhatikan, yaitu

  • Menjelang buka puasa: pukul 16.30-18.30
  • Setelah Tarawih hingga larut malam: pukul 21.00-24.00
  • Jam-jam sahur: pukul 03.00-04.30

Posting konten berkualitas dan launching promo pada jam-jam tersebut akan membantu brand-mu meningkatkan kemungkinan audiens melihat, merespon, dan melakukan keputusan pembelian.

Jadi, jangan sampai lewatkan perhitungan dan pertimbangan prime time untuk meningkatkan strategi promosi di bulan puasa ya!

6. Gunakan Bahasa dan Kata-Kata Promosi yang Resonatif

Kata-kata promosi jualan di bulan puasa harus punya tone yang menyenangkan, tapi juga sopan, mengundang, sekaligus punya nada tulus.

Jangan gunakan istilah yang terlalu hardselling, seperti “diskon gila”.

Ada baiknya kamu pilih frasa yang sesuai dengan suasana Ramadan, seperti berbagi berkah, special Ramadan deal, atau untuk sahur dan berbuka lebih nikmat, dsb.

Contoh pola kalimat yang efektif dan memberi pensuasanaan Ramadan, di antaranya:

  • “Siapkan momen berbuka puasa lebih istimewa dengan …”
  • “Berbagi kebaikan Ramadan, diskon spesial untuk kamu dan keluarga!”
  • “Free Ongkir + Gift Ramadhan khusus hari ini!”

Pendekatan kata-kata yang relevan dengan spirit Ramadan bukan hanya punya power untuk “menjual”, tapi juga bisa menggerakkan sehingga orang merasa lebih relevan dan ingin segera membeli emosi.

7. Kolaborasi, Influencer, dan Promosi Terpadu

Cara promosi produk di bulan puasa yang terakhir, yaitu jangan lupakan kekuatan kolaborasi.

Kerja sama dengan micro influencer yang punya audiens Gen Z bisa membantu brand kamu lebih relatable dan kredible.

Strategi ini makin powerful kalau dikombinasikan dengan kampanye terpadu lewat WhatsApp, email, dan ads.

Cara efektif kolaborasi yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Influencer unboxing hampers Ramadan kamu di TikTok
  • Giveaway bersama influencer dan share kode promo eksklusif
  • Click to WhatsApp ads untuk promo real time menjelang berbuka

Jangan lupa untuk seelalu tandai campaign kamu dengan hashtag yang relevan, supaya reach atau jangkauan kampanyenya makin luas!

Saatnya Terapkan Cara Promosi Produk Sekarang!

Strategi di atas bukan cuma soal memberikan diskon, karena momen puasa saja ya Sahabat Qwords.

Strategi marketing itu juga bertujuan menghadirkan pengalaman Ramadan yang makin memorable bagi pelanggan.

Kalau kamu bisa mengombinasikan antara promo, konten, timing, dan engagement yang tepat, hasilnya tidak sekadar jualanmu makin laris saja, tapi brand connection pun terbangun makin kuat.

Kini, saatnya siapkan website toko online Ramadan kamu bersama Qwords sebagai partner bisnis terpercaya agar promosi makin lancar!

Dari domain hingga hosting yang cepat dan aman, Qwords siap bantu kamu maksimalkan strategi digital marketing Ramadan tahun ini.

Saatnya jadikan website dan strategi marketing Ramadan kali ini makin perform dan profit hanya bersama Qwords!

Siapkan Website Toko Online-mu Sekarang!

Promo
Zulfa Naurah Nadzifah
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Highlights Psikologi Arousal & Hook: Viralitas dimulai dengan pemicu emosi yang kuat (haru, lucu, penasaran) dan Curiosity Hook dalam 3 detik pertama untuk menghentikan...
Qonita Dian Lestari Qonita Dian Lestari
3 min read
Highlights Memahami Clipper Marketing sebagai strategi content repurposing yang mengubah video durasi panjang menjadi konten pendek (TikTok, Reels, Shorts) untuk memenangkan perhatian audiens. Tiga...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
4 min read
Highlights Promo Domain .it.com: Penawaran harga miring hanya Rp77.000/tahun untuk branding teknologi dan startup (berlaku 1 Jan – 31 Mar 2026). Promo Growth &...
Qonita Dian Lestari Qonita Dian Lestari
4 min read
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//