Apa Itu Komunikasi Data, Komponen, Standar & Tujuannya

6 min read

Mengetahui Informasi Penting Seputar Komunikasi Data

Semua orang secara umum tentu lebih memahami tentang definisi komunikasi secara umum.

Berbeda jika kata komunikasi tersebut ditambahkan data setelahnya sehingga definisinya berubah.

Pengertian tentang komunikasi data sebenarnya sangat cocok jika dikaitkan dengan segala aktivitas para pengguna teknologi.

Terkhusus dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2019 seja menempati urutan ke-5 terbanyak di dunia

Karena dalam proses komunikasi data ada perbedaan dengan komunikasi secara umum.

Sebelum itu mari kita bahasa secara runut tentang komunikasi data agar Sahabat Qwords dapat lebih mudah memahaminya.

Pengertian Komunikasi Data

Singkatnya, ada tiga hal yang menjadi aspek paling penting yakni dalam komunikasi data yaitu komponen, standard, serta karakteristik untuk melihat terjadinya proses tersebut.

Sebelum mengetahui berbagai aspek tersebut secara detail, Sahabat Qwords perlu mengetahui apa yang dimaksud komunikasi data terlebih dahulu.

Pengertian secara umumnya, komunikasi adalah adalah suatu proses pengiriman sekaligus penerimaan suatu data dan informasi melalui dua atau lebih perangkat.

Perangkat yang dimaksudkan adalah komputer atau media elektronik lainnya.

Secara mendasar, proses komunikasi data melibatkan dua titik penting yang menjadi pusat dari pengiriman data sekaligus informasi.

Proses ini dapat terjadi jika ada media penyalur atau saluran transmisi melalui peralatan tertentu seperti kabel, jaringan, dan sebagainya.

Di antara dua titik tersebut masing-masing memiliki kode biner yang tersistem lewat saluran.

Tujuan Komunikasi Data

Tentu saja tidak hanya sebatas suatu proses pengiriman dan penerimaan suatu data serta informasi melalui dua atau lebih perangkat saja.

Lalu apa tujuan dari komunikasi data?

Berikut silahkan simak pembahasannya berikut ini.

  • Komunikasi data memungkinkan pengiriman data berjumlah besar dari satu tempat ke tempat yang lain lebih efisien.
  • Komunikasi data mengunakan sistem komputer dan peralatan pendukung sehingga lebih cepat.
  • Komunikasi data mendukung manajemen, kontrol, desentralisasi dan sentralisasi dalam prose pengiriman data.
  • Komunikasi data mempermudah dalam pengelolaan dan pengaturan data.
  • Komunikasi data bisa membantu mendapatkan data dari sumbernya langsung.
  • Komunikasi data mempecepat penyebaran informasi.

Komponen Komunikasi Data

Setelah kita tahu tentang tujuan dari komunikasi data sekarang kamu harus tahu aspek yang paling penting di dalamnya.

Jika salah satu komponen tidak ada maka komunikasi tersebut otomatis tidak dapat dilakukan.

Lalu apa saja komponen komunikasi data?

Berikut ada 5 komponen dasar yang perlu kamu ketahui berkaitan dengan sistem komunikasi data.

1. Sumber Data

Komponen pertama yakni sumber data, yakni tempat utama dimana kumpulan data sekaligus informasi dapat dimunculkan kemudian dikirimkan.

Sumber juga bisa diartikan sebagai sumber asal dari suatu perangkat yang berfungsi untuk menginput data serta mengirimkannya ke tujuan penerima data.

Perangkat sebagai sumber memiliki bentuk yang sangat beragam, antara lain seperti kumpulan teks yang terdiri dari tulisan, gambar, maupun video.

Semua data sekaligus informasi tersebut tersistem dalam satu kesatuan kemudian masuk pada sistem komputer.

Selain komputer, ada beberapa perangkat yang dijadikan sebagai sumber, antara lain seperti fax, telepon, PC, telegan, dan sebagainya.

Setiap sumber ini nantinya dapat menghasilkan suatu gelompang elektromagnetik untuk mengirimkan data.

2. Transmitter

Elemen penting selanjutnya yakni transmitter yang fungsinya untuk memproses beragam informasi data sebelum dikirimkan lewat media tertentu.

Bentuk asli data sebenarnya berupa kode biner yang hanya diketahui para ahli saja.

Untuk mengolah data tersebut agar menjadi sebuah file teks memerlukan media yang disebut transmitter.

Transmitter ini membangkitkan kumpulan data terlebih dahulu kemudian mengolah dan memprosesnya sedemikian rupa.

Setelah data tersebut diolah menjadi kategori teks tertentu maka akan diubah dan dikirimkan melalui perangkat lain dengan bentuk sinyal analog.

Kemudian dikirimkan dan disalurkan kepada perangkat sebagai penerima data.

Salah satu contoh dari transmitter seperti modem, yang fungsinya mengirimkan digital bit stream dari satu perangkat ke perangkat lain.

Proses penyaluran tersebut dikirimkan lewat sinyal analog dari jaringan telepon.

3. Media Pengiriman atau Sistem Transmisi

Selain transmitter, ada juga yang disebut sebagai sistem transmisi yakni media yang fungsinya membawa sinyal dari sumber transmitter menuju penerima.

Tugas sistem transmisi secara khusus yakni mengirimkan data sekaligus informasi ke sumber penerima.

Bentuk dari sistem transmisi seperti sebuah jalur yang sangat beragam, ada yang tunggal dan ada juga yang cukup kompleks.

Jalur tunggal hanya perlu melewati satu jaringan, sedangkan lewat jalur kompleks memerlukan beberapa rangkaian sistem tertentu.

Ada beberapa contoh sistem transmisi, yakni copper media, wireless media, dan optical media.

4. Penerima

Komponen penting selanjutnya adalah perangkat yang dimiliki oleh penerima data atau informasi.

Perangkat tersebut berfungsi untuk menerima sinyal yang telah dikirimkan oleh sistem transmisi.

Proses penerimaan tidak dilakukan secara langsung karena melalui tahap seperti saat proses transmitter sedang bekerja, contohnya yakni workstation.

5. Pengirim dan Tujuan

Penerima sebenarnya tidak dapat menerima data tersebut secara langsung karena data masih perlu diubah ke bentuk sediakala.

Data terlebih dahulu diproses ulang sama seperti pada kinerja transmitter.

Setelah data dapat dikembalikan bentuk awalnya seperti sebelum dikirimkan pada tahap awal, barulah data utuh bisa diterima dalam bentuk teks.

Karakteristik Komunikasi Data

Selain komponen yang wajib ada seperti di atas, komunikasi data juga memiliki beberapa karaterisitik seperti di bawah ini.

  • Pengiriman

Sistem harus bisa mengirimkan sesuai dengan alamat yang dituju dan data yang dikirimkan harus diterima oleh perangkat yang dituju.

  • Akurasi

Data yang dikirimkan oleh sistem harus bersifat akurat, data sebelum dan setelah diterima harus sesuai tidak ada yang berubah.

  • Ketepatan Waktu

Data yang dikirimkan oleh sistem harus tepat waktu.

Promo

Keterlambatan data yang dikirimkan bisa jadi data sudah tidak lagi berguna.

  • Jitter

Jitter merupakan variasi waktu kedatangan dari paket data antara delay pertama dengan delay kedua.

Contoh paket video audio dikirim setiap 5D ms, jika ada delay lebih dari 5D ms maka kualitas video audio tidak bisa merata.

Standard Komunikasi Data

Ada beberapa standar umum atau protokol yang selalu ada dalam proses komunikasi yang terjadi antar perangkat.

Standar komunikasi data terkenal sebagai serangkaian protokol atau aturan yang memberikan izin bagi antar perangkat untuk melakukan perpindahan data.

Hal utama yang ada pada protokol yakni penerapan standar teknis agar komunikasi real-time dapat dilakukan.

Dari protokol inilah semua hubungan komunikasi ditentukan untuk berjalan dan berlangsung ataukah tidak.

Protokol tersebut juga berkaitan dengan materi komunikasi data yang sangat bervariasi sesuai dengan tujuan penggunaan.

Ada beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui berkaitan dengan fungsi dari protokol.

  1. Mendeteksi berbagai koneksi perangkat secara fisik.
  2. Melakukan negosiasi tentang beragam karakteristik hubungan dalam proses komunikasi data.
  3. Melihat dan menentukan tentang yang harusnya dilakukan ketika terdapat kerusakan pada pesan.
  4. Melakukan deteksi berbagai kerugian dalam hubungan antar jaringan sekaligus menghasilkan solusi untuk selanjutnya dilakukan.
  5. Menentukan bagaimana sebuah format pesan yang tepat untuk digunakan.
  6. Melakukan suatu metode yang disebut jabat tangan dalam sebuah komunikasi jaringan.
  7. Mengakhiri adanya koneksi antar jaringan.

Selain dari protokol di atas, berlangsungnya sebuah komunikasi yang dilakukan antar jaringan juga mempengaruhi adanya model komunikasi data.

Ragam komunikasi tersebut muncul karena beberapa tipe atau channel dari sistem transmisi yang berbeda.

Beberapa model komunikasi data yang sering terjadi dan lebih utama dilakukan yakni one way transmission atau dikenal sebagai transmisi searah atau simplex.

Kemudian either way transmission atau half duplex yang dikenal transmisi dua arah secara bergantian.

Terakhir yakni both way transmission atau full duplex, yakni transmisi dilakukan secara serentak dua arah.

Cara Kerja Komunikasi Data

Agar lebih mudah dipahami, proses komunikasi data bisa dijelaskan dalam beberapa tahap utama:

1. Informasi Diubah Menjadi Data
Awalnya, informasi (misalnya huruf “ZZ”) akan dikonversi menjadi data digital.

Komputer menggunakan kode ASCII untuk mengenali karakter, contohnya huruf ZZ dikonversi menjadi angka 70, lalu menjadi kode biner: 01000022.

Data ini disimpan dalam bentuk bit, dan komputer hanya mengenali kumpulan angka biner seperti ini.

2. Data Menjadi Sinyal
Setelah itu, data biner tadi diubah menjadi sinyal yang bisa ditransmisikan. Proses ini melibatkan konversi data ke dalam bentuk sinyal waktu (disebut g(t)), lalu disesuaikan lagi agar cocok dengan media transmisi, hasil akhirnya disebut sinyal s(t).

Misalnya, jika menggunakan kabel, sinyalnya bisa berupa pulsa listrik. Kalau pakai Wi-Fi, sinyalnya berupa gelombang radio.

3. Sinyal Dikirim Lewat Media Transmisi
Setelah menjadi sinyal yang sesuai, data tersebut dikirim lewat media seperti kabel LAN, fiber optik, atau gelombang udara.

Namun, selama perjalanan, sinyal bisa terganggu oleh noise, gangguan medan listrik, atau interferensi lainnya, sehingga sinyal yang diterima (r(t)) bisa sedikit berbeda dari yang dikirim.

4. Data Diterima dan Dikonversi Kembali
Sinyal yang diterima kemudian diubah kembali menjadi data digital. Ini bukan data asli secara 100%, tapi perkiraan terbaik dari data awal.

Lalu data tersebut diterjemahkan lagi ke dalam bentuk informasi yang bisa dimengerti oleh manusia, dalam contoh tadi maka muncul kembali huruf “ZZ” di layar penerima.

Contoh Sederhana

Bayangkan kamu sedang kirim pesan “Hai” lewat aplikasi chat. Prosesnya kira-kira seperti ini:

  1. Kamu ketik “Hai”

  2. Huruf H, a, dan i dikonversi ke biner (misalnya 01001010, 01100011, 01101011)

  3. Data ini diubah ke sinyal digital lalu dikirim lewat internet

  4. Teman kamu menerima sinyal tersebut, dikonversi lagi jadi data

  5. Muncul tulisan “Hai” di layar ponsel teman kamu

Semudah itu di permukaan, tapi di balik layar, ada proses teknis yang cukup kompleks!

Pengamanan Komunikasi Data

Sekarang setelah tahu cara kerjanya, agar jaringan tetap aman dan pertukaran informasi bisa berjalan lancar, ada beberapa metode pengamanan komunikasi yang bisa diterapkan.

1. Firewall

Firewall adalah salah satu cara paling umum dalam menjaga keamanan jaringan. Ibarat pintu gerbang digital, firewall bertugas memfilter lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan.

Dengan firewall, Sahabat Qwords bisa memblokir akses yang mencurigakan atau tidak sah, dan hanya mengizinkan koneksi yang terpercaya saja.

2. Enkripsi Data

Enkripsi adalah proses mengubah data menjadi kode yang tidak bisa dibaca oleh sembarang orang.

Jadi, ketika data sedang dikirim melalui jaringan, pihak luar tidak akan bisa memahami isi pesan jika tidak memiliki kunci untuk mendekripsinya.

Ini sangat penting terutama untuk data sensitif seperti informasi pribadi, data keuangan, atau file penting perusahaan.

3. Autentikasi Pengguna dan Perangkat

Supaya tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam sistem, diperlukan autentikasi.

Ini bisa berupa username dan password, sidik jari, kode OTP, atau bahkan sertifikat digital. Tujuannya adalah memastikan bahwa hanya orang dan perangkat yang berwenang yang bisa mengakses jaringan.

4. Kontrol Akses

Tidak semua orang dalam jaringan harus bisa mengakses semua data dan sistem.

Dengan kontrol akses, kita bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat, mengedit, atau mengelola informasi tertentu. Ini membantu mencegah kebocoran data dari dalam.

Setelah membaca artikel ini sampai habis, sekarang Sahabat Qwords sudah tahu seluruh informasi mengenai komunikasi data di atas.

Sahabat Qwords dapat menjadikannya sebagai referensi untuk menganalisis suatu proses komunikasi antar perangkat yang kini selalu dilakukan.

Mengingat terjadinya komunikasi tersebut selalu ada di setiap waktu dalam berbagai kehidupan manusia.

Kini komunikasi yang terjadi juga semakin kompleks dengan cakupan jaringan yang lebih luas.

Demikianlah pembahasan terkait komunikasi data yang perlu kamu ketahui, jangan lupa klik bagikan atau tinggalkan jejak di kolom komentar jika ada pertanyaan, kritik, maupun saran yang ingin disampaikan.

Sementara jika saat ini Sahabat Qwords sedang mencari layanan VPS Indonesia murah, maka salah satu opsi yang bisa kamu coba adalah paket VPS D dari Qwords.com yang sudah mendukung tekn0logi Litespeed API serta Ultrafast SSD guna menunjang akses penyimpanan data terkini.

Promo
Qwords Editorial
Qwords Editorial We have 20 years of experience in educating readers on Hosting, Website Development, Digital Marketing, and Business topics. We remain committed to providing the best educational materials.
Qwords Editorial We have 20 years of experience in educating readers on Hosting, Website Development, Digital Marketing, and Business topics. We remain committed to providing the best educational materials.
Sahabat Qwords, pernahkah kamu menemukan bentuk kejahatan yang menyerang web, seperti domain abuse? Nah, dalam ulasan kali ini kita akan bahas salah satu aspek...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
3 min read
Sahabat Qwords pernahkah kamu mendengar istilah SSL dan SSH, tapi bingung apa perbedaan di antara keduanya? Nah, dalam ulasan kali ini akan kita kupas...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
3 min read

3 Replies to “Apa Itu Komunikasi Data, Komponen, Standar…”

  1. pada pembahasan ini kita dapat tau bahwa pembelajaran komunikasi data ini juga tak kalah penting dengan pembelajaran lain, karena dengan melihat dan mempelajari dari materi yang sudah tertera kita dapat memperluas ilmu dalam hal ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//