- Memahami AISAS Marketing sebagai evolusi strategi pemasaran yang berfokus pada perilaku konsumen digital (Search & Share).
- Perbandingan antara model tradisional AIDA dengan AISAS yang lebih relevan dalam menangkap fenomena social proof dan ulasan online.
- Lima tahapan krusial: Menarik perhatian (Attention), membangkitkan minat (Interest), memfasilitasi riset (Search), mendorong pembelian (Action), hingga memicu testimoni (Share).
- Pentingnya integrasi aset digital seperti website SEO-friendly dan media sosial untuk memastikan brand tetap muncul saat fase “Search” dilakukan oleh calon pelanggan.
Dunia pemasaran online telah masuk ke era di mana konsumen cenderung lebih aktif mencari informasi dan membagikan pengalaman penggunaan, sehingga melahirkan strategi AISAS marketing.
AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share) hadir sebagai strategi modern yang relevan untuk brand yang ingin mengakomodasi perilaku konsumen internet modern.
Dalam artikel ini, kita akan urai apa itu model AISAS, bedanya dengan AIDA, langkah-langkah yang aplikatif yang bisa dilakukan, dan contoh penerapannya supaya kamu bisa meningkatkan konversi penjualan digital secara lebih efektif.
Apa Itu AISAS Marketing?
AISAS marketing adalah framework pemasaran digital yang menggambarkan perilaku konsumen modern di era internet.
Model AISAS merupakan akronim dari:
- Attention: Menarik perhatian audiens
- Interest: Membangkitkan minat
- Search: Mendorong konsumen untuk mencari informasi
- Action: Mendorong tindakan, misalnya pembelian.
- Share: Mendorong konsumen membagikan pengalaman mereka.
Model ini dikembangkan oleh Dentsu Group Inc. pada 2004 sebagai respon atas perubahan perilaku digital user yang makin aktif berinteraksi dan berbagi informasi di internet.
AISAS marketing funnel menjadi penting sebagai salah satu strategi digital marketing karena konsumen aktif mencari info dan menjadi penganjur (influence) dengan membagikan pengalamannya sebagai pengguna.
Di fase ini, bisnismu harus bisa menyajikan informasi yang diperlukan melalui website atau media sosial agar calon pelanggan bisa mengenal bisnismu lebih dalam dan mempertimbangkannya.
Itulah kenapa bisnismu perlu punya infrastruktur server yang mendukung agar website-mu mudah dicari dan diketahui di internet.
Memahami Perbedaan AIDA dan AISAS
Perbedaan strategi marketing AIDA dengan AISAS bisa dipahami seperti ini:
- AIDA: Fokus pada customer journey yang linear sehingga lebih cocok untuk pemasaran konvensional.
- AISAS: Tambahan dua langkah kunci yaitu Search dan Share yang membuatnya lebih relevan untuk era digital, di mana review pelanggan, rekomendasi teman, dan word-of-mouth online punya dampak besar pada keputusan pembelian.
Strategi Komunikasi Berbasis AISAS Marketing
Berikut roadmap yang bisa dijadikan panduan untuk menerapkan corong pemasaran AISAS untuk bisnismu!
1. Attention: Buat Orang Melihatmu Pertama Kali
Tahap awal ini mendorong kamu untuk membuat audiens berhenti scroll dan menyadari eksistensi brand, produk, atau jasa kamu.
Dalam digital context, ini bisa berarti:
- Iklan yang catchy
- Visual menarik di feed Instagram/TikTok
- Headline yang bikin penasaran
Di sini kamu harus stand out di tengah kebisingan konten digital. Konten kamu tidak boleh hanya sekadar menarik, tapi juga harus punya brand personality yang langsung menyentuh secara personal.
2. Interest: Bangun Ketertarikan yang Sesungguhnya
Sekarang setelah perhatian audiens tertangkap, langkah selanjutnya adalah membangkitkan minat.
Upaya ini bisa kamu lakukan lewat:
- Deskripsi produk yang jelas dan punya value proposition
- Storytelling yang relatable
- Konten yang edukatif dan bukan sekadar jualan
Di fase ini, audiens akan mulai memperhatikan benefit produkmu.
Mereka ingin tahu, “Ini buat apa sih?”, “Bisa bantu selesaiin masalahku ga ya?”.
Nah, kamu bisa jadikan pertanyaan mendasar calon customer itu sebagai ide utama konten-kontenmu.
3. Search: Biarkan Mereka Menyelami Lebih Dalam
Berbeda dengan model lainnya, tahap Search dalam AISAS mencerminkan perilaku konsumen di era digital yang biasanya sebelum membeli, mereka akan melakukan pencarian informasi, testimoni, dan info tambahan tentang produk atau brand.
Ini artinya kamu harus:
- Muncul di hasil pencarian dengan SEO yang solid
- Memiliki konten blog, FAQ, atau video review
- Mengelola rating dan review di berbagai platform
Kalau mereka menemkan infomasi yang meyakinkan saat search, kemungkinan besar mereka akan convert atau mempertimbangkan pembelian.
Dan yang lebih akurat, kalau pengalaman penggunaan mereka positif, mereka akan membagikan (share) ke orang lain.
4. Action: Dukung Mereka untuk Belanja
Tahap aksi adalah saat konsumen benar-benar melakukan pembelian.
Tetapi, jangan diartikan hanya meng-klik tombol Buy saja.
Kamu perlu melakukan strategi komunikasi untuk memudahkan mereka dengan:
- Membuat CTA yang jelas
- Memberikan akses proses checkout yang mulus
- Memberikan pilihan pembayaran dan layanan pelanggan yang responsif
Pengalaman membeli yang effortless dan responsif bisa meningkatkan konversi, serta memicu pelanggan untuk kembali lagi.
Ini fase yang sering kali dilewatkan dalam banyak strategi marketing, yaitu pastikan brand-mu bisa memberi alasan kuat untuk konsumen berbagi pengalaman mereka.
Kamu bisa bantu mereka melakukan hal itu lewat:
- Permintaan review setelah pembelian
- Program referral atau reward
- Konten user generated content (UGC)
Semakin banyak audiens berbagi atau me-review tentang produkmu, entah itu review atau rekomendasi.
Semakin tinggi juga kemungkinan word of mouth yang mengarah pada pelanggan baru.
Contoh AISAS Marketing dalam Dunia Nyata
Bayangkan kamu menjual pakaian atau menjalankan bisnis fashion secara online.
Maka gambaran strategi AISAS yang bisa kamu terapkan, yaitu
- Attention: Buat ads aesthetic di TikTok/IG yang langsung menarik perhatian.
- Interest: Produksi konten carousel tentang mix and match produk pakaianmu.
- Search: Optimasi blog tentang “Cara Pilih Outfit Musim Ini” dan testimonial pelanggan.
- Action: Pastikan bentuk CTA meliputi “Belanja Sekarang + free ongkir”.
- Share: Campaign ajakan share di story dengan hashtag brand untuk mendapatkan diskon selanjutnya.
Strategi AISAS ini memiliki kekuatan besar dalam menjalankan digital marketing, karena menggabungkan semua tahapan komunikasi yang relevan dengan perilaku target audiens Gen Z atau generasi lain yang melek internet.
Kenapa AISAS Jadi Strategi Marketing yang Efektif?
Karena model ini mampu:
- Mengakomodasi perubahan perilaku digital konsumen (search and share).
- Membantu kamu merancang komunikasi yang lebih interaktif antara brand dan audiens.
- Mengintegrasikan berbagai kanal, mulai dari SEO, media sosial, review pelanggan, dan rekomendasi organik dari pelanggan.
Dengan memahami dan menerapkan strategi AISAS, kamu bisa membuat bisnis online-mu lebih humanis, berpihak pada konsumen modern yang mengutamakan pengalaman bukan sekadar transaksi, dan melibatkan pengalaman pengguna terhadap brand yang kamu jalankan.
Untuk bikin customer experience yang lebih all-in, ini saatnya bangun website toko online sendiri yang SEO-ready dengan penerapan strategi AISAS bersama Qwords!
Qwords siap jadi partner bisnis digital kamu dengan ratusan pilihan ekstensi domain dan beragam paket hosting yang scalable.
Kini saatnya segera buat pengalaman jualan online kamu makin strategis dan effortless dengan Qwords
FAQ seputar AISAS Marketing
1. Apakah AISAS Marketing hanya cocok untuk Gen Z?
Tidak. Meski sangat relevan untuk Gen Z yang digital-savvy, AISAS juga efektif untuk generasi lain yang terbiasa mencari informasi online sebelum membeli. Model ini fleksibel dan bisa diterapkan lintas segmen audiens.
2. Apa keuntungan menerapkan AISAS Marketing untuk bisnis?
Beberapa manfaat AISAS Marketing, yaitu
- Meningkatkan kepercayaan konsumen
- Mendorong konversi secara lebih natural
- Memperkuat word of mouth digital
- Membantu brand membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan
3. Bagaimana cara memulai strategi AISAS Marketing dengan optimal?
Mulailah dengan membangun website dan aset digital yang solid, seperti domain profesional dan hosting yang andal.
Pastikan website kamu SEO-ready, cepat diakses, dan terintegrasi dengan media sosial agar seluruh tahapan AISAS berjalan efektif.

