Tutorial
  • 5 mins read

Cara Install WordPress Docker & Compose (Lengkap)

Highlights
  • Panduan praktis instalasi WordPress menggunakan arsitektur container Docker yang terisolasi, aman, dan mudah dipindahkan antar mesin.
  • Tutorial pembuatan file konfigurasi docker-compose.yml untuk menghubungkan service WordPress dengan database MySQL/MariaDB secara otomatis.
  • Instruksi langkah demi langkah mulai dari persiapan folder proyek, menjalankan perintah terminal, hingga proses setup wizard WordPress di browser melalui port 8080.
  • Tips optimasi penggunaan Docker di VPS dengan fitur persistent data (volumes) agar data website tetap aman meskipun container di-restart atau diperbarui.

Kalau Sahabat Qwords saat ini sedang mengelola WordPress dan butuh tutorial cara menginstal WordPress Docker dan Compose.

Ulasan kali ini cocok untuk kamu.

Di artikel ini, kita akan bahas cara install WordPress Docker dari docker-compose.yml sampai akses WordPress di browser kamu.

Yuk langsung kita mulai!

Kenapa Docker Digunakan Untuk WordPress?

Docker memungkinkan kamu menjalankan aplikasi seperti WordPress dalam container yang terisolasi dengan konfigurasi yang lebih bersih, deployment lebih cepat, dan mudah dipindahkan antar mesin.

Dengan Docker Compose, kamu bisa men-deploy multi container sekaligus seperti WordPress dan database dengan satu perintah.

Persiapan Awal

Sebelum memulai, pastikan:

  • Kamu memiliki komputer server atau VPS (Ubuntu disarankan).
  • Kamu menggunakan Ubuntu / VPS / Windows + WSL bisa juga
  • Docker dan Docker Compose sudah terinstal.

Kamu bisa cek sudah terpasang atau belum di terminal:

docker --version

docker compose version

Jika belum terinstal, install Docker sesuai OS yang kamu pakai (Ubuntu, Debian, Windows, Mac).

Kamu bisa download di sini:

1. Buat Folder Proyek

Buka terminal dan buat folder untuk WordPress:

mkdir wordpress-docker

cd wordpress-docker

Folder ini akan menyimpan file WordPress dan konfigurasi Docker Compose.

2. Buat File docker-compose.yml

Gunakan editor favorit kamu (nano / VS Code).

Di dalam folder wordpress-docker, buat file bernama docker-compose.yml:

nano docker-compose.yml

Kemudian isi dengan konfigurasi berikut:

version: '3.8'

services:

  db:

    image: mysql:5.7

    container_name: wordpress_db

    restart: always

    environment:

      MYSQL_ROOT_PASSWORD: rootpass

      MYSQL_DATABASE: wordpress

      MYSQL_USER: wp_user

      MYSQL_PASSWORD: wp_pass

    volumes:

      - db_data:/var/lib/mysql

  wordpress:

    image: wordpress:latest

    depends_on:

      - db

    restart: always

    ports:

      - "8080:80"

    environment:

      WORDPRESS_DB_HOST: db:3306

      WORDPRESS_DB_USER: wp_user

      WORDPRESS_DB_PASSWORD: wp_pass

      WORDPRESS_DB_NAME: wordpress

    volumes:

      - wordpress_data:/var/www/html

volumes:

  db_data:

  wordpress_data:

Keterangan:

  • db: service database MariaDB.
  • wordpress: service WordPress yang akan diakses di browser.
  • Port 8080 di host akan diarahkan ke port 80 container WordPress.
  • mysql:5.7 / mariadb: versi database yang akan dipakai.
  • WordPress:latest: mengambil image WordPress terbaru.
  • environment variables (MYSQL_ROOT_PASSWORD, WORDPRESS_DB_HOST, dll): konfigurasi agar WordPress tahu cara terhubung ke database.
  • volumes: memastikan data kamu tetap ada meski container direstart (persistent data).

3. Jalankan Docker Compose

Masih di direktori yang sama, jalankan:

docker-compose up -d

Perintah ini akan menarik (pull) image, membuat container MySQL dan WordPress, lalu menjalankannya di background.

Jika berhasil, terminal akan kembali ke prompt tanpa error.

4. Cek Status Container

Untuk memastikan semuanya berjalan:

docker ps

Kamu akan melihat container wordpress dan db berjalan.

5. Akses WordPress di Browser

Buka browser dan kunjungi:

http://localhost:8080

atau

http://IP-VPS-kamu:8080 (jika di VPS)

Kamu akan melihat halaman setup WordPress:

  • Pilih bahasa →
  • Isi nama situs →
  • Buat akun admin →
  • Masukkan email →
  • Klik “Install WordPress”

Kamu akan melihat halaman setup WordPress, lalu ikuti saja wizard untuk membuat nama situs, username, dan password admin.

6. Login ke Dashboard

Setelah instalasi selesai, akses:

http://localhost:8080/wp-admin

Gunakan username dan password yang kamu buat.

Tips: Install WordPress di VPS dengan Docker

Kalau kamu ingin deploy di VPS (Ubuntu, Debian, atau CentOS), workflow-nya sama:

  1. SSH ke server kamu.
  2. Siapkan docker-compose.yml.
  3. Jalankan docker-compose up -d.
  4. Akses WordPress lewat port yang kamu tentukan.

Ubah port akses jika 8080 sudah dipakai

Ganti ports: - "9090:80" di file Compose

Cek log untuk debugging:

docker logs wordpress_db

docker logs wordpress

Install WordPress Docker via Portainer

Ingin cara yang lebih GUI-friendly? Kamu bisa menggunakan Portainer!

Langung saja masuk ke dashboard Portainer, lalu buat stack baru, klik paste isi docker-compose.yml kamu, dan klik Deploy.

Portainer akan mengurus sisanya!

Command-Command Docker yang Berguna

  • Cek container yang berjalan:
    docker ps
  • Stop container:
    docker-compose down
  • Restart services:
    docker-compose up -d
  • Hapus container + volumes:
    docker-compose down -v

Saatnya Deploy!

Dengan Docker Compose kamu bisa:

  • Deploy WordPress dan database secara bersamaan
  • Menjaga data tetap aman pakai volumes
  • Akses WordPress lewat browser di localhost:8080
  • Install di VPS dengan workflow yang sama

Ini cara paling efektif dan hemat waktu untuk setup WordPress modern.

Cocok untuk developer, blogger, hingga digital enthusiast seperti kamu!

Ingin deploy container lebih stabil?

Saatnya gunakan Cloud VPS Qwords

Dengan teknologi virtualisasi KVM dan penyimpanan RAID 10 SSD yang super cepat, kamu bisa menjalankan container seperti WordPress Docker dan Compose tanpa lag dan hambatan.

Qwords juga menyediakan akses root penuh, dukungan berbagai sistem operasi seperti Ubuntu, serta jaringan 1 Gbps gigabit power network untuk akses data yang responsif.

Selain itu, tim support teknis siap membantu kamu 24/7, memastikan server kamu terus berjalan optimal setiap saat dari setup awal hingga pemeliharaan lanjutan.

Mulai sekarang dan rasakan bedanya!

Zulfa Naurah Nadzifah

Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *