Tips
  • 5 mins read

Panduan Lengkap Cara Membuat Website Portofolio

magzin magzin

Pernahkah Anda terfikir untuk membuat website portofolio yang bisa diakses secara online? Dewasa ini, semakin banyak orang yang menjadikan internet sebagai sumber informasi.

Tidak hanya informasi soal harga barang atau review makanan, tapi juga soal urusan mencari pekerjaan.

Kebetulan, pada artikel kali ini kami akan membahas secera lengkap cara membuat website portofolio secara mandiri.

Selain bisa dijadikan sebagai projek pribadi, cara ini juga diharapkan mampu membantu para sahabat Qwords yang masih kesulitan mencari pekerjaan akibat pandemi.

Pentingnya Membuat Website Portofolio

cara membuat website portofolio

Memiliki website portofolio memang memberikan Anda banyak keuntungan. Mulai dari potensi mendapatkan klien dari mesin pencari, hingga memudahkan arsip karya dari project yang pernah dibuat.

Berikut adalah berbagai manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari website portofolio online:

  • Meningkatkan personal branding dan juga online presence Anda.
  • Portofolio website bisa membuat Anda terlihat lebih professional.
  • Karena bersifat online, portofolio website bisa menjadi media promosi 24/7.
  • Portofolio website juga bisa mempermudah komunikasi dengan employer.

Baca juga: Manfaat Website Untuk Berbagai Keperluan

Cara Membuat Website Portofolio

1. Membeli Nama Domain

Langkah pertama sebelum membuat website adalah melakukan riset dan mendaftarkan nama domain.

Proses ini tidak rumit, karena biasanya seorang profesional akan menggunakan domain dengan nama pribadi, bidang karier, atau brand yang sudah dikenal.

Sebagai contoh, jika sahabat Qwords merupakan seorang penulis, maka Anda bisa menggunakan nama domain dengan kata writer didalamnya.

Selain menambah elegan, cara ini juga menjadi trik agar nama domain lebih branded serta lebih banyak pilihan ekstensinya.

Berikut merupakan beberapa tips cara memilih nama domain yang bisa sahabat Qwords jadikan sebagai rujukan.

  • Membuat pilihan sebagai alternatif nama domain.
  • Gunakan situs domain name generator.
  • Pilih domain dengan ekstensi populer (.com, .id, .net, .co, dll)
  • Hindari penggunaan tanda strip atau hypen. (-)

Untuk melihat ketersediaan nama domain yang bisa dibeli, Anda bisa melihatnya melalui halaman Cek Domain Qwords.com.

2. Memilih Layanan Web Hosting

VPS vs Cloud Hosting
VPS vs Cloud Hosting

Ada beragam layanan web hosting yang bisa digunakan untuk membuat website portofolio yang menarik.

Mulai dari paket shared hosting, unlimited hosting, WordPress Hosting, hingga Dedicated Server.

Jadi bagaimana cara menentukan layanan hosting yang sesuai kebutuhan?

Jika Anda baru membangun website portofolio, paket Shared Hosting biasanya sudah cukup untuk mengakomodir kebutuhan.

Biaya sewa shared hosting juga relatif murah karena dalam satu server dipakai secara kolektif atau bersama-sama.

Di Qwords, paket Shared Hosting paling murah adalah Value Performance dengan biaya langganan mulai dari Rp20 ribu perbulan.

3. Instal Platform Website

Jenis platform yang sering digunakan untuk membuat website portofolio adalah WordPress.

CMS (Content Management System) yang satu ini bisa dibilang sudah cukup mumpuni untuk mengakomodir berbagai fitur website.

Mulai dari fitur chat, halaman testimonial, slider untuk contoh project, hingga kustomisasi halaman kontak, WordPress punya semuanya.

Sebagaimana kita ketahui, website portofolio pada umumnya tidak memerlukan terlalu banyak fitur canggih.

Jadi, Anda bisa membuatnya dengan lebih fleksibel dan cepat menggunakan CMS WordPress, Joomla, atau yang lainnya.

4.Mengatur Plugin

plugin website wordpress
plugin website wordpress

Plugin adalah add on yang bisa membantu menambah fitur-fitur website, tak terkecuali situs portfolio online. Berikut ini merupakan beberapa contoh plugin populer yang biasa digunakan untuk mendukung website portofolio:

Elementor

Berfungsi untuk membuat layout desain agar lebih cantik dan menarik. Dengan menggunakan Elementor, Anda tidak perlu melakukan coding secara manual, karena setiap perubahan bisa dilakukan secara langsung melalui skema drag and drop.

 Contact form7

Plugin ini memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mengirimkan pesan atau saran. Selain itu, Contact Form 7 juga dibekali ekstensi add-on lain seperti kolom subscribe newsletter email, form download dan lain sebagainya.

 Yoast SEO

Siapa sih yang tidak kenal dengan plugin ini? Yoast SEO begitu populer dikalangan blogger maupun web developer karena mampu meningkatkan visibilitas konten di mata Google. Secara umum, plugin ini akan memberikan saran agar halaman Anda lebih SEO Friendly sehingga mampu menempati posisi optimal di mesin pencari.

 WP Rocket

WP Rocket adalah plugin optimasi untuk meningkatkan kecepatan loading website. Ada banyak fitur dan fungsi yang bisa didapatkan dari WP Rocket, mulai dari fungsi caching, lazy load, CDN, sampai image optimasi.

 Jetpack

Jetpack adalah plugin garapan WordPress yang wajib diinstal. Dalam website portofolio, Jetpack bisa dijadikan sebagai tools alternatif untuk melihat statistik dan mengatur auto post konten ke sosial media.

 Akismet

Plugin Akismet dibutuhkan untuk meminimalisir spam komentar yang masuk kedalam website. Anda bisa mengatur setiap komentar agar masuk ke folder pending atau menambahkan captcha agar tidak ada komentar bot.

  Smush

Karena biasanya website portofolio menggunakan banyak gambar dan foto, maka agar loading website tidak lemot Anda bisa mengatur urutan loading dari plugin ini. Smush akan memberikan saran file mana saja yang perlu dioptimasi agar ukurannya lebih ideal, jadi kenyamanan akses pengguna akan semakin maksimal.

 Slider Revolution

Sesuai namanya, plugin ini berfungsi untuk membuat slider banner berukuran hero di layout manapun sesuai yang Anda inginkan.

Tentunya, setiap plugin di atas tidak harus diinstal semuanya, karena bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

 Baca juga: 6 Plugin Website Lowongan Kerja Terbaik

5. Menentukan Desain

Tahap yang satu ini mungkin menjadi langkah paling menyenangkan sekaligus menyebalkan.

Bagaimana tidak? Saat ini, ada ratusan atau bahkan ribuan template yang bisa digunakan untuk mempercantik tampilan website portofolio Anda.

Terlepas dari itu, untuk menentukan desain yang cocok cobalah memilih berdasarkan trend.

Contohnya, di tahun 2020 ini sedang booming flat desain dengan corak warna pastel. Maka Anda bisa ikut membuat desain website portofolio dengan menerapkan pakem ini.

6. Menambah Konten

Terakhir, Anda perlu menambahkan konten agar website portofolio berfungsi sebagaimana mestinya.

Tidak perlu pusing dalam menentukan konten, karena Anda bisa membuat konten berdasarkan proyek yang pernah dikerjakan.

Selain itu, tambahkan juga konten untuk halaman About Me, Bio, dan juga pengalaman, untuk memudahkan recruiter yang tertarik bekerja sama dengan Anda.

Baca juga: 5 Cara Membuat Portofolio Online Menarik & Profesional

Sudah Siap Membuat Website Portofolio Sendiri?

Itulah pembahasan terkait cara membuat website portofolio online yang bisa dijadikan sebagai rujukan.

Membuat desain website sendiri memang susah-susah gampang, pastinya Anda akan membutuhkan waktu trial – error mulai dari proses instalasi, pemilihan desain, hingga optimasi.

Jika sahabat Qwords tidak ingin repot, salah satu solusinya yakni dengan memanfaatkan layanan Jasa Pembuatan Website.

Kebetulan, Qwords sendiri juga memiliki tim Bikin.Website yang siap mengakomodir segala kebutuhan website muldai dari nol dengan harga terjangkau. Anda tinggal terima beres saja!

Semoga bermanfaat.

Qwords Editorial

We have 20 years of experience in educating readers on Hosting, Website Development, Digital Marketing, and Business topics. We remain committed to providing the best educational materials.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *