Cara Menggunakan Google Antigravity untuk Coding AI (Lengkap)

5 min read

Highlights
  • Google Antigravity adalah IDE berbasis AI agent-first yang mampu merencanakan, menulis, hingga melakukan testing kode secara semi-otonom.
  • Fitur utama meliputi AI Agents yang bekerja paralel, integrasi browser otomatis untuk validasi UI, serta fitur Artifacts untuk log pengerjaan.
  • Mendukung tiga kebijakan otonomi (Off, Auto, Turbo) yang menentukan sejauh mana AI dapat mengeksekusi perintah terminal secara mandiri.
  • Instalasi memerlukan akun Gmail personal dan tersedia untuk OS Windows, macOS, serta Linux dengan tampilan yang familiar bagi pengguna VS Code.
  • Keunggulan utamanya terletak pada skalabilitas pengerjaan proyek melalui prompt engineering yang spesifik dan berbasis peran (role-based prompt).

Sahabat Qwords pernah dengar tentang Google Antigravity atau bahkan sudah lebih familiar menggunakannya?

Ya, alat satu ini tidak akan membuatmu melayang, karena tool satu ini merupakan Integrated Development Environment atau IDE berbasis AI yang bisa membantumu melakukan coding.

Bahkan, alat bantu satu itu bisa bekerja secara semi-otonom untuk membangun kode sampai testing sendiri.

Daripada bingung dan makin penasaran, kita lebih lebih dalam yuk mulai dari cara menggunakan Google Antigravity, fitur-fiturnya, instalasi, sampai tips pronya berikut ini!

Apa Itu Google Antigravity?

Google Antigravity adalah IDE coding AI agent-first yang memakai model AI canggih seperti Gemini 3 Pro untuk membantumu melakukan coding secara agent-driven.

Tool ini bukan sekadar autocomplete, AI-nya bisa membantumu merencanakan, mengeksekusi, dan memvalidasi kode di editor, terminal, hingga browser, dan semuanya dalam satu lingkungan pengembangan.

Kamu bisa memikirkan Antigravity ini seperti asisten coding yang bekerja layaknya rekan developer, bukan cuma bot bantu ketik saja.

Ia bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus, jadi produktivitasmu bisa meningkat lebih pesat.

Panduan Instalasi Google Antigravity

Sebelum menggunakan Google Antigravity, pastikan kamu sudah:

  1. Memiliki akun Gmail/Google (personal), karena beberapa pengguna melaporkan susah login kalau menggunakan akun Workspace atau bisnis.
  2. Memiliki akun OS Windows, macOS, atau Linux.

Langkah berikutnya:

  1. Download Antigravity IDE dari situs resminya/preview publik di sini
  2. Instal dan login menggunakan akun Google.
  3. Setelah masuk, kamu akan diberi pilihan dua mode utama, yaitu Editor View untuk tampilan seperti IDE biasa (mirip VS Code) untuk ngoding manual. Manager View yang merupakan pusat kontrol untuk AI agent yang bekerja in parallel.

Pastikan koneksi internetmu stabil saat login pertama kali, karena setup awal perlu sinkronisasi dengan server.

Saatnya Mulai Menggunakan Google Antigravity!

Berikut alur kerjanya:

1. Buat Project Baru

  • Klik New Workspace
  • Lalu, pilih folder
  • Dan masuk ke Editor View

Di bagian Editor, kamu bisa langsung menulis kode atau memulai dengan prompt natural language.

2. Prompt Engineering untuk Coding

Daripada ngoding secara manual, cukup tulis prompt misalnya:

“Buat backend REST API dengan FastAPI dan database PostgreSQL” di Antigravity saja.

AI akan otomatis melakukan breakdown task dan menghasilkan struktur awal.

Prompt yang jelas pun akan membantumu menghasilkan produk atau project yang lebih akurat.

3. AI Agents yang Bekerja

Agent akan:

  • Membuat file kode dasar
  • Menambahkan komentar
  • Menulis unit test
  • Menjalankan browser untuk validasi UI

Dan semuanya akan disimpan di Artifacts dan Inbox untuk kamu review.

4. Mode Editor vs Mode Manager

  • Mode Editor: bisa membantumu yang ingin melakukan penyesuaian atau penyempurnaan kode atau model.
  • Mode Manager: membantumu memantau AI agents secara makro.
FiturEditor ViewManager View
Fungsi UtamaPenulisan dan pengeditan kode secara manual.Pengawasan dan koordinasi agen AI secara makro.
TampilanMirip VS Code (Tradisional IDE).Dasbor pusat kontrol (Mission Control).
Interaksi AIFokus pada inline suggestions dan perbaikan baris kode.Fokus pada pendelegasian tugas besar ke banyak agen.
Kontrol TerminalAkses terminal langsung untuk eksekusi manual.Monitor log eksekusi yang dilakukan oleh agen.
KecocokanCocok untuk detail teknis dan fine-tuning.Cocok untuk project management dan automasi.

Kamu tinggal menggantinya atau switch sesuai kebutuhan untuk tetap produktif.

Prompt Antigravity yang Bisa Langsung Dipakai

Untuk memaksimalkan kerja AI agents di Google Antigravity, gunakan prompt yang jelas, spesifik, dan berbasis tujuan.

Misalnya: “Buat REST API dengan FastAPI lengkap dengan endpoint CRUD, validasi input, dan testing otomatis”

Dengan konteks bahasa natural seperti itu, AI akan menghasilkan struktur proyek, file kode, dan tesnya secara langsung.

Kamu juga bisa memandu agen untuk tugas tertentu seperti “Refaktor modul auth agar sesuai standar keamanan OWASP dan tambahkan unit test untuk setiap fungsi”, atau “Generate dokumentasi API dengan OpenAPI dan sediakan contoh request/response” sehingga output yang dihasilkan tidak cuma kode, tapi juga data lengkap.

Prompt seperti ini bisa meningkatkan efektivitas AI coding workflow, karena Antigravity memahami konteks tujuan dan menghasilkan kode dan dokumentasi sekaligus.

Selain itu, ada teknik prompt engineering yang powerful dan bisa langsung kamu terpakan, yaitu tetapkan peran spesifik untuk agen dengan instruksi awal seperti “Kamu adalah Senior Backend Engineer yang fokus pada performa dan clean code; buat modul ini dengan standar terbaik” diikuti dengan parameter tugas yang diinginkan.

Metode ini membentuk agen seperti “role-based prompt” agar hasil generasi lebih konsisten dan sesuai ekspektasi proyek kamu.

Intinya, semakin terstruktur dan spesifik prompt yang kamu tulis (termasuk contoh input/output, constraints, dan tujuan akhir), semakin optimal AI di Antigravity dapat mengerjakan coding sesuai kebutuhan kamu.

Contoh aplikatifnya berikut ini:

1. Setup dan Struktur Proyek (Goal-Driven Prompt)

“Buat kerangka proyek backend REST API dengan FastAPI + PostgreSQL lengkap dengan struktur folder, file utama, serta contoh endpoint CRUD beserta dokumentasi OpenAPI.”

Prompt seperti ini membantu AI mengerti tujuan utama dan memberikan kode dasar yang rapih.

2. Refaktor dan Kode Optimal (Role + Task Prompt)

“Kamu adalah senior engineer Python. Refaktor modul auth agar mengikuti best practice keamanan, lengkapi dengan unit test dan komentar mendetail.”

Menetapkan peran AI seperti dalam prompt di atas membuat hasil ngodingmu lebih sesuai standar profesional.

3. Bug Fix dan Review (Constraint Prompt)

“Perbaiki bug pada fungsi login, sertakan explanation singkat setiap langkah perbaikan dan pastikan semua test case lolos tanpa error.”

Menambahkan constraint seperti “sertakan penjelasan” membantu output lebih mudah dipahami.

Promo

4. Multi-Step Enhancement (Iterative Prompt)

“Pertama generate modul utama, lalu optimasi performa, kemudian generate dokumentasi lengkap dan contoh penggunaan.”

Memecah tugas jadi beberapa langkah membantu AI bekerja lebih terstruktur dan akurat.

5. UI/UX dan Frontend Prompt (User Story Focused)

“Buat UI sederhana dengan React untuk menampilkan data API, sertakan juga validasi form, responsiveness, dan contoh styling.”

Prompt dengan konteks tugas lengkap akan menghasilkan output lebih siap pakai pada proyek nyata yang nanti kamu hasilkan.

Fitur Google Antigravity yang Membuat Coding Makin Effortless

Google Antigravity bukan sekadar code editor biasa, tools ini memiliki fitur-fitur next level yang harus kamu tahu dan maksimalkan:

1. AI Agents (Agen AI Coding)

AI di Antigravity bisa bekerja semi-otonom.

Caranya, tulis prompt seperti: “Buat API backend dengan FastAPI”, dan AI akan melakukan breakdown rencana, generate kode, sampai unit testing sendiri.

2. Agent Manager

Mereka juga memiliki panel khusus untuk memonitor banyak AI agent sekaligus secara parallel. Kamu bisa melihat siapa saja dan apa yang sedang mereka kerjakan apa tanpa ribet.

3. Workspaces dan Inbox

Workspaces seperti folder proyek biasa pun ada.

Inbox dalam Antigravity menyimpan semua agent conversations kamu yang aktif dan terorganisir seperti email.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir kehilangan konteks diskusi.

4. Browser Integration

AI agent pun bisa langsung membuka browser (Chrome) untuk testing, UI interaction, dan memvalidasi aplikasi yang kamu hasilkan.

5. Artifacts dan Logs

Setiap langkah AI pun tercatat dalam Artifacts.

Mulai dari rencana proyek, hasil implementasi, dan screenshot hasil testing lengkap terdata.

Aspek ini akan sangat berguna untuk proses debugging dan audit dilangkah berikutnya pasca memanfaatkan

Antigravity untuk membantumu ngoding.

6. Kebijakan Otonomi (Off, Auto, Turbo)

Antigravity juga memiliki pengaturan seberapa bebas AI bisa mengeksekusi perintah terminal dalam beberapa istilah, yaitu

  • Off: AI hanya memberi saran, tidak mengeksekusi.
  • Auto: AI memutuskan sendiri konteks aman dan eksekusi.
  • Turbo: AI bebas auto-execute atau secara otomatis mengeksekusi perintah.

Kebijakan ini penting untuk menjaga keamanan sistemmu selama menggunakan tool satu ini.

Google Antigravity Vs VS Code

Kalau kamu sudah nyaman menggunakan VS Code, kamu akan menemukan banyak kemiripan pada Antigravity.

Antigravity bahkan kompatibel sama seperti ekstensi VS Code.

Pembeda kedua tool itu, yaitu:

  • VS Code adalah IDE tradisional dengan fitur coding manual dan ekstensi.
  • Sementara Google Antigravity adalah IDE berbasis AI agent mulai dari nol, yang bisa melakukan multi tasking otomatis dan testing di browser.

Jadi, kalau kamu ingin ngoding manual sekaligus mendapat bantuan AI, VS Code tetap jadi pilihan solid.

Tetapi kalau mau AI assistant next level yang bisa jadi partner, Antigravity jadi pilihan yang lebih futuristik.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai Saat Menggunakan Antigravity

Karena tool satu ini masih dalam versi Public Preview sekaligus free, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan secara serius saat menggunakannya:

  • Beberapa pengguna melaporkan bahwa dalam penggunaannya sesekali terjadi crash, delay, atau kehilangan file saat AI agent error.
  • Sistem auto execution pun kadang masih perlu diset manual tiap kali setting.
  • Akses akun bisa bermasalah kalau masih menggunakan akun Workspace atau berkaitan dengan Google Cloud project id.

Namun, secara keseluruhan potensi meningkatnya produktivitas yang ditawarkan oleh Antigravity tetap tinggi untuk kamu yang siap eksplor cara ngoding terkini.

Siap Berteman dengan Antigravity sebagai Asisten Ngoding?

Cara menggunakan Google Antigravity memang melibatkan beberapa langkah setup awal, tapi begitu kamu paham alurnya dari instalasi sampai prompt engineering coding AI bisa sangat memudahkan dan efisien.

Tool ini benar-benar next gen AI coding experience yang cocok untuk kamu yang ingin menyeikbangkan antara lifestyle smart, produktif, dan tanpa meninggalkan output yang maksimal.

Nah, setelah memahami keunggulan, cara menggunakan, dan memaksimalkan build aplikasi AI menggunakan

Antigravity, tentu kamu ingin men-deploy kan?

Saatnya pilih Cloud VPS Qwords untuk pengalaman deploying yang stabil, cepat, dan performa tinggi.

Kenapa Cloud VPS Qwords worth it?

  • Uptime tinggi membuat servermu selalu on tanpa worry.
  • Performa handal dengan CPU dan RAM dedicated yang bisa di-scale.
  • Server lokal Indonesia membuat latency rendah untuk user lokal.
  • Keamanan terjaga dan dukungan teknis responsif.

Dengan VPS yang kuat, aplikasi AI hasil koding kamu bisa di-host lancar tanpa lag.

Pilihan tepat untuk MVP, project startup, atau portfolio profesional bukan?

Yuk rasakan langsung keunggulan Cloud VPS Qwords dalam project coding atau projectmu sekarang!

Promo
Zulfa Naurah Nadzifah
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.
Highlights Evolusi teknologi dari AI Generatif ke Agentic AI yang lebih otonom, mampu mengambil keputusan, dan bekerja sebagai mitra digital yang adaptif. Prediksi pergeseran...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
5 min read
Highlights Memahami definisi Error 400 Bad Request sebagai kesalahan sisi klien (client-side error) di mana server tidak dapat memproses permintaan. Mengidentifikasi penyebab umum error...
Zulfa Naurah Nadzifah Zulfa Naurah Nadzifah
2 min read
Highlights WordPress.com memungkinkan pemula membuat website dari nol secara gratis tanpa memerlukan skill coding. Proses pembuatannya yaitu pendaftaran akun, pemilihan subdomain gratis, serta penentuan...
Qonita Dian Lestari Qonita Dian Lestari
5 min read
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//