DesignDigital Marketing
  • 5 mins read

4 Contoh Portofolio Social Media Specialist + Tips

magzin magzin

Sebagai seorang social media specialist, mungkin kamu pernah kebingungan ketika harus menyusun portofolio. 

Menyusun proyek manajemen atau konten media sosial dengan baik bisa membantu calon klien atau perusahaan memahami kompetensimu di bidang media sosial. Tapi, apa saja sebaiknya yang harus dimasukkan ke dalam portofolio ini?

Supaya Sahabat Qwords tidak kebingungan lagi, coba cek lima contoh portofolio social media specialist Indonesia berikut ini. 

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Social media specialist adalah pekerjaan yang bertanggung jawab untuk mengelola, merancang, dan mengoptimalkan aktivitas brand di platform media sosial.

Untuk itu, kamu perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis tren, membuat konten yang menarik, dan memahami algoritma media sosial.

Seperti pekerjaan kreatif lainnya, social media specialist juga perlu membangun portofolio untuk menunjukkan karyanya. 

Berikut ini beberapa contoh portofolio social media specialist yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat punyamu sendiri.

1. Pemula/Freshgraduate

Apakah kamu freshgraduate yang ingin mulai berkarier sebagai social media specialist? Kamu sudah pernah ikut bootcamp dan sekarang sedang membangun portofoliomu?

Mungkin kamu bisa mengambil inspirasi dari portofolio Nisaun Najwa ini. Ia mempublikasikannya melalui Linkedin dalam bentuk PDF.

Portofolio Social Media Specialist - Nisaun Najwa
Portofolio Social Media Specialist – Nisaun Najwa

Sebagai pemula atau freshgraduate, proyek yang dikerjakan tentu belum terlalu banyak. Tetapi tidak perlu khawatir.

Kamu bisa memasukkan proyek pribadi atau proyek dummy yang kamu buat. Begitu juga proyek magang atau internship.

Portofolio Social Media Specialist - Nisaun Najwa
Portofolio Social Media Specialist – Nisaun Najwa
Portofolio Social Media Specialist - Nisaun Najwa
Portofolio Social Media Specialist – Nisaun Najwa

Jika belum bisa mencantumkan insight proyek, kamu cukup mendeskripsikan bagaimana proses dan cara kamu menanganinya secara umum. Hal ini akan menunjukkan caramu berpikir kreatif dan memecahkan masalah.

2. Junior

Berikut ini adalah contoh portofolio social media specialist di level junior dari Reza Apriningrum. Setelah lebih dari 1 tahun, ia memiliki pengalaman menangani media sosial untuk beberapa brand kecil atau UMKM. 

Portofolio Social Media Specialist Junior - Reza Apriiningrum
Portofolio Social Media Specialist Junior – Reza Apriiningrum

Di portofolionya, Ia menjelaskan secara ringkas tentang objektif perencanaan media sosial serta action apa saja yang dilakukannya.

Ia juga memasukkan insight dari akun Instagram dan TikTok yang pernah dikelolanya untuk menunjukkan angka pencapaian yang konkret.

Portofolio Social Media Specialist Junior - Reza Apriiningrum
Portofolio Social Media Specialist Junior – Reza Apriiningrum
Portofolio Social Media Specialist Junior - Reza Apriiningrum
Portofolio Social Media Specialist Junior – Reza Apriiningrum

Portofolio ini dibuat dalam bentuk slide PDF yang dibagikan dari link Google Drive. Jika kamu ingin mengembangkan karier, kamu bisa menyusun portofolio seperti ini. 

3. Mid-Level 

Kalau kamu termasuk social media specialist di mid-level, kamu bisa mula menyusun portofolio lebih komprehensif seperti contoh ini.

Portofolio Social Media Specialist Mid-level - Voni
Portofolio Social Media Specialist Mid-level – Voni

Berikut ini adalah contoh portofolio dari Voni Aprilia Puspita yang telah berpengalaman selama 3 tahun sebagai social media specialist.

Ia mencantumkan hampir semua proyek yang pernah ditanganinya secara detail. Mulai dari desain grafis, copywriting, hingga insight yang didapatkan. Tidak hanya konten visual, tetapi juga kampanye iklan atau giveaway.

Portofolio Social Media Specialist Mid-level - Voni
Portofolio Social Media Specialist Mid-level – Voni
Portofolio Social Media Specialist Mid-level - Voni
Portofolio Social Media Specialist Mid-level – Voni

Portofolio ini bisa jadi inspirasi untuk menunjukkan seberapa luas pengalaman kemampuanmu sebagai social media manager.

4. Senior

Terakhir adalah portofolio berbentuk website milik Mark Baroth, seorang digital marketer dengan pengalaman 10 tahun. Ia memanfaatkan website sebagai media portofolio sekaligus membangun personal branding.

Website Portofolio Senior Social Media Marketer - Mark Baroth
Website Portofolio Senior Social Media Marketer – Mark Baroth

Kemampuannya tidak lagi sebatas di dunia media sosial, melainkan juga influencer marketing dan brand partnership besar.

Website Portofolio Senior Social Media Marketer - Mark Baroth
Website Portofolio Senior Social Media Marketer – Mark Baroth
Website Portofolio Senior Social Media Marketer - Mark Baroth
Website Portofolio Senior Social Media Marketer – Mark Baroth

Website adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin menampilkan portofolio secara dinamis dan responsif. Di website, kamu akan memiliki lebih banyak ruang untuk bercerita tentang proyek marketing yang pernah kamu tangani.

Visual yang dimasukkan pun bisa lebih beragam dan memiliki banyak sentuhan personal.

Tips Menyusun Portofolio Social Media Specialist yang Menarik

Pekerjaan sebagai social media specialist sangat bergantung pada kreativitas dan dampak yang dihasilkan dari proyek yang ditangani.

Jadi, kamu harus bisa menampilkan unsur-unsur itu dalam portofoliomu.

Coba terapkan tips berikut agar portofoliomu semakin mentereng dan dilirik calon klien:

1. Deskripsi Diri yang Unik 

Ceritakan tentang dirimu secara ringkas dan padat. Sebutkan latar belakang pendidikan atau proyek profesional yang relevan dengan pekerjaan di bidang ini. 

Jelaskan juga apa kelebihan yang membuatmu unik dalam menjalankan pekerjaan sebagai social media specialist. Cantumkan kenapa kamu selalu bersemangat untuk menjalani pekerjaan ini.

2. Ceritakan Proyekmu

Jangan hanya menampilkan nama brand besar atau judul proyekmu. Jelaskan secara singkat brand overview atau latar belakang proyekmu dan tantangan yang harus dihadapi. 

Kemudian, jelaskan strategi apa yang kamu gunakan untuk menanganinya dan tools apa saja yang kamu manfaatkan untuk mencapai ekspektasi klien.

3. Gunakan Data

Data adalah salah satu ‘senjata’ penting bagi seorang social media specialist dalam membuat strategi dan keputusan. Angka-angka yang konkret akan membantu perekrut memahami dampak proyek yang kamu tangani.

Buatlah grafik dan visualisasi data yang menarik agar calon klien lebih mudah membacanya. Bila perlu, sertakan deskripsi singkat tentang arti dari angka tersebut.

4. Bukti Visual Pencapaian 

Dokumentasikan kinerja dan pencapaian proyek yang kamu tangani secara tertulis maupun visual. Tampilkan screenshot konten, caption, data angka reach, impression, likes, dan sebagainya.

Jangan sampai kamu kehilangan jejak bukti pencapaianmu. Tampilkan dengan struktur yang rapi dan jelas dalam portofolio agar nyaman untuk dibaca.

5. Update Berkala

Meski agak merepotkan, tetapi biasakan untuk selalu memperbaharui isi portofoliomu. Setiap selesai menangani suatu proyek, segera susun dan masukkan dalam portofolio agar kamu bisa menceritakannya dengan ingatan yang masih segar.

Bangun Portofolio Social Media Specialist dengan Qwords

Kamu bisa memilih bentuk portofolio dalam berbagai format, mulai dari offline (dalam bentuk pdf) hingga online. 

Namun, mengingat elemen kontennya yang cukup banyak, sebaiknya kamu menyusunnya dalam bentuk online agar mudah untuk selalu diperbaharui.

Gunakan situs pembuat portofolio gratis seperti Cake atau Behance. Tapi jika jam terbangmu sudah tinggi dan proyek yang kamu tangani sudah tak terhitung, kamu bisa membangun portofolio dalam bentuk website pribadi.

Qwords.com bisa bantu kamu untuk membuat website portofolio yang cepat, aman, dan tanpa repot. Tanpa perlu jago coding, kamu bisa punya website kece bersama Qwords.

Dengan layanan customer service 24 jam yang gercep, Qwords siap bantu kamu bangun website portofolio dari 0 sampai tayang. Yuk, tanya-tanya CS kami!

Qonita Dian Lestari

Qonita is an introverted digital marketing executor and IT enthusiast with 6 years experience dedicated as a SEO content specialist, focusing on weaving credible data, creative insights, and marketing techniques to convey brand's true values through thoughtful narratives that reach the right audience.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *