Sebagai seorang social media specialist, mungkin kamu pernah kebingungan ketika harus menyusun portofolio.
Menyusun proyek manajemen atau konten media sosial dengan baik bisa membantu calon klien atau perusahaan memahami kompetensimu di bidang media sosial. Tapi, apa saja sebaiknya yang harus dimasukkan ke dalam portofolio ini?
Supaya Sahabat Qwords tidak kebingungan lagi, coba cek lima contoh portofolio social media specialist Indonesia berikut ini.
Contoh Portofolio Social Media Specialist
Social media specialist adalah pekerjaan yang bertanggung jawab untuk mengelola, merancang, dan mengoptimalkan aktivitas brand di platform media sosial.
Untuk itu, kamu perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis tren, membuat konten yang menarik, dan memahami algoritma media sosial.
Seperti pekerjaan kreatif lainnya, social media specialist juga perlu membangun portofolio untuk menunjukkan karyanya.
Berikut ini beberapa contoh portofolio social media specialist yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat punyamu sendiri.
1. Pemula/Freshgraduate
Apakah kamu freshgraduate yang ingin mulai berkarier sebagai social media specialist? Kamu sudah pernah ikut bootcamp dan sekarang sedang membangun portofoliomu?
Mungkin kamu bisa mengambil inspirasi dari portofolio Nisaun Najwa ini. Ia mempublikasikannya melalui Linkedin dalam bentuk PDF.

Sebagai pemula atau freshgraduate, proyek yang dikerjakan tentu belum terlalu banyak. Tetapi tidak perlu khawatir.
Kamu bisa memasukkan proyek pribadi atau proyek dummy yang kamu buat. Begitu juga proyek magang atau internship.


Jika belum bisa mencantumkan insight proyek, kamu cukup mendeskripsikan bagaimana proses dan cara kamu menanganinya secara umum. Hal ini akan menunjukkan caramu berpikir kreatif dan memecahkan masalah.
2. Junior
Berikut ini adalah contoh portofolio social media specialist di level junior dari Reza Apriningrum. Setelah lebih dari 1 tahun, ia memiliki pengalaman menangani media sosial untuk beberapa brand kecil atau UMKM.

Di portofolionya, Ia menjelaskan secara ringkas tentang objektif perencanaan media sosial serta action apa saja yang dilakukannya.
Ia juga memasukkan insight dari akun Instagram dan TikTok yang pernah dikelolanya untuk menunjukkan angka pencapaian yang konkret.


Portofolio ini dibuat dalam bentuk slide PDF yang dibagikan dari link Google Drive. Jika kamu ingin mengembangkan karier, kamu bisa menyusun portofolio seperti ini.
3. Mid-Level
Kalau kamu termasuk social media specialist di mid-level, kamu bisa mula menyusun portofolio lebih komprehensif seperti contoh ini.

Berikut ini adalah contoh portofolio dari Voni Aprilia Puspita yang telah berpengalaman selama 3 tahun sebagai social media specialist.
Ia mencantumkan hampir semua proyek yang pernah ditanganinya secara detail. Mulai dari desain grafis, copywriting, hingga insight yang didapatkan. Tidak hanya konten visual, tetapi juga kampanye iklan atau giveaway.


Portofolio ini bisa jadi inspirasi untuk menunjukkan seberapa luas pengalaman kemampuanmu sebagai social media manager.
4. Senior
Terakhir adalah portofolio berbentuk website milik Mark Baroth, seorang digital marketer dengan pengalaman 10 tahun. Ia memanfaatkan website sebagai media portofolio sekaligus membangun personal branding.

Kemampuannya tidak lagi sebatas di dunia media sosial, melainkan juga influencer marketing dan brand partnership besar.


Website adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin menampilkan portofolio secara dinamis dan responsif. Di website, kamu akan memiliki lebih banyak ruang untuk bercerita tentang proyek marketing yang pernah kamu tangani.
Visual yang dimasukkan pun bisa lebih beragam dan memiliki banyak sentuhan personal.
Tips Menyusun Portofolio Social Media Specialist yang Menarik
Pekerjaan sebagai social media specialist sangat bergantung pada kreativitas dan dampak yang dihasilkan dari proyek yang ditangani.
Jadi, kamu harus bisa menampilkan unsur-unsur itu dalam portofoliomu.
Coba terapkan tips berikut agar portofoliomu semakin mentereng dan dilirik calon klien:
1. Deskripsi Diri yang Unik
Ceritakan tentang dirimu secara ringkas dan padat. Sebutkan latar belakang pendidikan atau proyek profesional yang relevan dengan pekerjaan di bidang ini.
Jelaskan juga apa kelebihan yang membuatmu unik dalam menjalankan pekerjaan sebagai social media specialist. Cantumkan kenapa kamu selalu bersemangat untuk menjalani pekerjaan ini.
2. Ceritakan Proyekmu
Jangan hanya menampilkan nama brand besar atau judul proyekmu. Jelaskan secara singkat brand overview atau latar belakang proyekmu dan tantangan yang harus dihadapi.
Kemudian, jelaskan strategi apa yang kamu gunakan untuk menanganinya dan tools apa saja yang kamu manfaatkan untuk mencapai ekspektasi klien.
3. Gunakan Data
Data adalah salah satu ‘senjata’ penting bagi seorang social media specialist dalam membuat strategi dan keputusan. Angka-angka yang konkret akan membantu perekrut memahami dampak proyek yang kamu tangani.
Buatlah grafik dan visualisasi data yang menarik agar calon klien lebih mudah membacanya. Bila perlu, sertakan deskripsi singkat tentang arti dari angka tersebut.
4. Bukti Visual Pencapaian
Dokumentasikan kinerja dan pencapaian proyek yang kamu tangani secara tertulis maupun visual. Tampilkan screenshot konten, caption, data angka reach, impression, likes, dan sebagainya.
Jangan sampai kamu kehilangan jejak bukti pencapaianmu. Tampilkan dengan struktur yang rapi dan jelas dalam portofolio agar nyaman untuk dibaca.
5. Update Berkala
Meski agak merepotkan, tetapi biasakan untuk selalu memperbaharui isi portofoliomu. Setiap selesai menangani suatu proyek, segera susun dan masukkan dalam portofolio agar kamu bisa menceritakannya dengan ingatan yang masih segar.
Bangun Portofolio Social Media Specialist dengan Qwords
Kamu bisa memilih bentuk portofolio dalam berbagai format, mulai dari offline (dalam bentuk pdf) hingga online.
Namun, mengingat elemen kontennya yang cukup banyak, sebaiknya kamu menyusunnya dalam bentuk online agar mudah untuk selalu diperbaharui.
Gunakan situs pembuat portofolio gratis seperti Cake atau Behance. Tapi jika jam terbangmu sudah tinggi dan proyek yang kamu tangani sudah tak terhitung, kamu bisa membangun portofolio dalam bentuk website pribadi.
Qwords.com bisa bantu kamu untuk membuat website portofolio yang cepat, aman, dan tanpa repot. Tanpa perlu jago coding, kamu bisa punya website kece bersama Qwords.
Dengan layanan customer service 24 jam yang gercep, Qwords siap bantu kamu bangun website portofolio dari 0 sampai tayang. Yuk, tanya-tanya CS kami!

