Digital Marketing
  • 8 mins read

15+ Formula Copywriting Lengkap dan Contohnya

Terapkan 15+ formula copywriting berikut ini untuk dukung performa strategi marketing dan performa penjualan produk dan bisnismu!

Highlights Formula Copywriting
  • AIDA: Standar emas untuk menarik perhatian hingga menghasilkan tindakan (Action).
  • PAS: Sangat efektif untuk produk solusi karena fokus mengaduk emosi melalui masalah (Problem).
  • FAB: Mengubah spesifikasi teknis yang membosankan menjadi manfaat nyata yang diinginkan pelanggan.
  • Social Proof: Menambahkan elemen kepercayaan (testimoni/data) meningkatkan konversi hingga 2x lipat.
  • Kecepatan Hosting: Copywriting terbaik tidak akan berguna jika halaman Landing Page lambat dibuka. Gunakan Hosting Proxima Qwords untuk performa maksimal.

Kunci mempertahankan perhatian audiens itu saat ini dipengaruhi oleh sejauh mana Sahabat Qwords bisa menyampaikan brand value-mu dalam narasi yang menarik.

Kamu cuma punya beberapa detik untuk menarik perhatian audiens, kalau gagal, scroll berikutnya sudah menunggu mereka. Hasilnya, eksistensi brand-mu terancam terabaikan.

Di sinilah formula copywriting menjadi senjata rahasia. Bukan sekadar menulis, tapi memahami psikologi konsumen, menyusun headline persuasif, dan mengarahkan pembaca ke satu tujuan: klik, beli, atau daftar adalah alasan mengapa kamu perlu menyusun ulang narasi penawaran bisnismu.

Yuk kenali 15+ rumus copywriting paling populer lengkap dengan contohnya berikut ini!

Kenapa Formula Copywriting Itu Penting?

Sebelum masuk ke list, kamu perlu tahu bahwa copywriting bukan sekadar “kata-kata keren” dan eye-catching saja, tapi narasi yang disusun ini sudah melalui proses berstrategi.

Dengan copywriting framework yang tepat, kamu bisa:

  • Meningkatkan conversion rate
  • Membuat pesan lebih terstruktur
  • Menyentuh emosi audiens
  • Mengarahkan pembaca ke call to action (CTA)

15+ Formula Copywriting dan Contohnya

Berikut daftar formula yang bisa langsung kamu praktikkan:

1. AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)

Formula paling klasik dan wajib kamu kuasai pertama adalah AIDA.

Struktur formula copywriting satu ini meliputi

Attention: menarik perhatian
Interest: membangun ketertarikan
Desire: ciptakan keinginan
Action: dorong aksi

Contoh:

“Website kamu sepi pengunjung? (Attention)
Padahal produkmu punya potensi besar (Interest)
Bayangkan jika trafik meningkat 3x lipat (Desire)
Yuk, optimasi sekarang juga! (CTA)”

2. PAS (Problem, Agitate, Solution)

Formula satu ini mengajakmu untuk fokus pada masalah audiens. Strukturnya mengajak kamu sebagai brand owner menyusun narasi penawaran yang berfokus pada masalah yang dihadapi calon pelanggan.

Contohnya:

“Website lemot bikin pengunjung kabur? (Problem)
Setiap detik delay bisa turunkan penjualanmu loh (Agitate)
Gunakan hosting cepat untuk performa maksimal (Solution)”

3. FAB (Features, Advantages, Benefits)

Selanjutnya, FAB memberi panduan padamu untuk menjelaskan produk secara lebih “bernilai”.

Contoh penerapannya:

“SSD Storage (Feature)
Akses data lebih cepat (Advantage)
Website kamu jadi lebih responsif dan disukai pengunjung (Benefit)”

4. 4C (Clear, Concise, Compelling, Credible)

Copy yang kamu buat dengan rumus 4C ini harus memiliki unsur:

  • Jelas
  • Singkat
  • Menarik
  • Kredibel

Contoh:

“Hosting cepat, aman, dan sudah dipercaya ribuan bisnis di Indonesia.”

5. 4U (Useful, Urgent, Unique, Ultra-specific)

Rumus 4U ini biasanya digunakan untuk menghasilkan headline narasi yang persuasif.

Contoh:

“Cara Meningkatkan Traffic Website 3x Lipat dalam 30 Hari Tanpa Iklan”

6. 4P (Promise, Picture, Proof, Push)

Formula 4P ini memadukan janji atau jaminan dari brand kamu, gambar, bukti valid atau terpercaya dari brand, dan narasi pendukung di akhir.

Contoh:

“Dapatkan website cepat (Promise)
Dengan loading tanpa delay (Picture)
Didukung server premium (Proof)
Mulai sekarang juga! (Push)”

7. BAB (Before, After, Bridge)

Cocok untuk storytelling ringan, formula BAB bisa kamu gunakan kapan saja untuk menghasilkan narasi pendek dan mengena.

Contoh:

“Sebelum: Website kamu lambat dan sepi
Sesudah: Mau trafik meningkat drastis?
Bridge: Gunakan hosting berkualitas!”

8. ACCA (Awareness, Comprehension, Conviction, Action)

Lebih detail dari AIDA. ACCA punya struktur yang mampu mendorong pembaca memahami masalahnya, menemukan solusinya, dan melakukan aksi nyata.

Contoh:

“Kamu tahu kan pentingnya keamanan website (Awareness)
Dengan menggunakan SSL kamu mampu melindungi data pengunjung situsmu (Comprehension)
Tanpa SSL, risiko kebocoran pun meningkat (Conviction)
Saatnya amankan web dengan SSL sekarang! (Action)”

9. PADS (Problem, Agitate, Disrupt, Solution)

Versi lebih “agresif” dari formula PAS ini memberi pengantar sebelum mengajak pembaca langsung melakukan aksi.

Contoh:

“Traffic stagnan? (Problem)
Strategimu mungkin ada salah (Agitate)
Saatnya ubah pendekatan digitalmu (Disrupt)
Dengan strategi SEO yang tepat! (Solution)”

10. AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action)

Tambahan “Conviction” untuk meyakinkan.

Contoh:

“Bisnis online kamu stuck?
Banyak brand sudah berkembang dengan strategi digital yang tepat
Kamu juga bisa tingkatkan penjualan
Mulai perubahannya sekarang!”

11. GRAB (Grab, Relate, Amplify, Bridge)

Cocok untuk konten dengan target audiens Gen Z.

Contoh:

“Capek ngonten karena view sepi? (Grab)
Kamu nggak sendiri (Relate)
Masalah ada di copywriting kontenmu(Amplify)
Yuk, perbaiki sekarang dengan ikut kelas ngonten!(Bridge)”

12. PASTOR (Problem, Amplify, Story, Transformation, Offer, Response)

Salah satu formula storytelling paling kuat ini memberi kisah nyata yang bisa membawa suasana pembaca jadi lebih merasakan suasana dan konteks.

Contoh:

“Bisnis sulit berkembang? (Problem)
Tanpa strategi digital, kamu akan tertinggal (Amplify)
Banyak brand kini sudah beralih medium ke store online (Story)
Kini mereka berkembang pesat dengan strategi penjualan digital(Transformation)
Kamu juga bisa mulai strategi digital dengan memiliki toko online-mu sendiri(Offer)
Mulai buat toko online-mu sekarang dan tingkatkan jangkauan penjualan hanya di XPE! (Response)”

13. QUEST (Qualify, Understand, Educate, Stimulate, Transition)

Cocok untuk edukasi dan penawaran soft selling.

Contoh:

“Untuk kamu yang punya bisnis online (Qualify)
Kami paham tantangan yang sedang kamu hadapi(Understand)
Website cepat adalah kunci dari kesuksesan bisnis digitalmu(Educate)
Bayangkan peningkatan penjualan yang terjadi secara online itu (Stimulate)
Saatnya gunakan hosting terbaik untuk dukung performa web toko online-mu!(Transition)”

14. SLAP (Stop, Look, Act, Purchase)

Formula SLAP ini biasanya untuk iklan cepat.

Contoh:

“STOP!
Website kamu lambat?
Perbaiki sekarang
dengan Upgrade hostingmu sekarang!”

15. Storytelling Formula

Tidak selalu pakai struktur kaku, kamu bisa juga menyusun kisah yang relevan dengan paint point atau memiliki value yang sejalan dengan produk/jasamu.

Contoh:

“Dulu, bisnis kecil ini hampir tutup karena sepi pengunjung.
Setelah memperbaiki website, semuanya berubah.
Penjualan yang semula hanya berjalan offline, dengan strategi online Febi berhasil menjual lebih banyak kerudung, bahkan dari luar wilayah tokonya.
Bukti nyata ini jadi pemantik baru bahwa strategi memiliki web toko online adalah cara baru membuka kemungkinan penjualan di level yang belum pernah kamu bayangkan.
Saatnya ikuti jejak Febi dengan buat toko online-mu sendiri hanya di XCP.
Mulai buka toko online-mu, tingkatkan untung penjualan lebih besar!”

16. The “Why” Formula

Menyusun narasi pemasaran yang berfokus pada alasan juga bisa kamu lakukan.

Contoh:

“Kenapa website cepat itu penting?
Karena setiap detik menentukan keputusan pembeli.
Tingakatkan performa situsmu sekarang dengan upgrade VPS sekarang!”

Tips Penerapan Copywriting

Sekarang kamu sudah tahu banyak rumus copywriting. Pertanyaan selanjutnya biasanya, bagaimana cara menggunakannya?

  • Kenali Audiensmu: Pahami kebutuhan, masalah, dan gaya bahasa mereka.
  • Gunakan Headline yang Kuat: Headline adalah penentu pertama apakah kontenmu dibaca atau tidak.
  • Fokus pada Benefit, Bukan Fitur: Audiens peduli pada hasil, bukan sekadar penulisan spesifikasi tanpa bukti yang nyata.
  • Sisipkan CTA yang Jelas: Selalu arahkan pembaca dengan call to action yang jelas, seperti “Daftar sekarang”, “Coba gratis”, atau “Mulai hari ini”.
  • Terapkan di Berbagai Media: Berbagi formula copywriting ini ini bisa kamu gunakan di: iklan, caption media sosial, email marketing, dan landing page.

Jadi, Formula Mana yang Harus Dipakai?

Jawabannya, tergantung tujuanmu.

  • Untuk iklan cepat, kamu bisa menggunakan rumus SLAP atau PAS
  • Untuk storytelling, maksimalkan formula BAB atau PASTOR
  • Untuk landing page, optimasi rumus AIDA atau ACCA

Yang terpenting, jangan kaku. Kamu bisa menggabungkan beberapa copywriting framework sekaligus untuk menyusun narasi yang tepat menyasar paint point pelangganmu.

Siap Menerapkan Rumus Copywriting Sekarang?

Copywriting bukan sekadar rumus menulis biasa. Struktur penulisan yang beragam itu adalah seni memengaruhi.

Dengan memahami berbagai formula copywriting, kamu bisa membuat pesan yang lebih kuat, relevan, dan menghasilkan konversi.

Mulai dari AIDA sampai PASTOR, semuanya punya kekuatan masing-masing. Tinggal bagaimana kamu menggunakannya sesuai kebutuhan dan karakter audiensmu.

Dan ingat, copy yang bagus butuh “rumah” yang tepat.

Kalau kamu serius ingin meningkatkan performa digital, saatnya buat website-mu sendiri dengan Hosting Proxima Qwords.

Memiliki keunggulan yang siap dukung situs, lebih cepat, stabil, dengan strategi copywriting terbaik. Bisnis digitalmu pun bisa melesat meraih engagement lebih tinggi dan penjualan meningkat.

Saatnya tingkatkan performa website dengan Hosting Proxima Qwords sekarang!

Hosting Terbaik untuk Bisnismu Mulai dari Sini

FAQ

Apakah formula copywriting bisa digabungkan?

Ya, kamu bisa menggabungkan beberapa copywriting framework untuk hasil yang lebih optimal, selama tetap relevan dengan pesan dan tidak membingungkan audiens.

Apa peran psikologi konsumen dalam copywriting?

Psikologi konsumen membantu memahami emosi, kebutuhan, dan perilaku audiens. Dengan insight ini, kamu bisa membuat copy yang lebih relatable, menyentuh, dan meyakinkan.

Apa perbedaan copywriting dan content writing?

Copywriting fokus pada konversi (jualan/aksi), sedangkan content writing lebih fokus pada edukasi dan informasi. Namun, keduanya bisa dikombinasikan untuk hasil yang maksimal.

Apakah storytelling penting dalam copywriting?

Ya, storytelling membuat pesan lebih emosional dan mudah diingat. Formula seperti BAB atau PASTOR sangat efektif untuk membangun koneksi dengan audiens.

Apakah copywriting berpengaruh pada conversion rate?

Sangat berpengaruh. Copywriting yang tepat bisa meningkatkan conversion rate karena mampu membangun kepercayaan, menarik perhatian, dan mendorong aksi dari audiens.

Apakah pemula bisa langsung menggunakan formula copywriting?

Tentu bisa. Justru formula copywriting membantu pemula agar lebih mudah menyusun narasi yang terstruktur dan efektif tanpa harus mulai dari nol.

Zulfa Naurah Nadzifah

Zulfa is a content writer and copywriter who enjoys turning words into ideas that speak. She writes about SEO, branding, and all things digital. For her, writing is a way of talking to the world.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *