WordPress
  • 5 mins read

Mengenal .htaccess WordPress, Lengkap dengan Cara Pembuatan dan Fungsinya

magzin magzin

Htaccess WordPress – Apakah kamu sedang mengalami kesulitan saat mengatur atau mengonfigurasi website? Mungkin kamu pernah mendengar tentang file .htaccess, tetapi belum benar-benar memahami fungsinya?

Jika iya, di artikel ini, kamu akan mempelajari secara lengkap apa itu file .htaccess, bagaimana cara membuatnya, serta manfaatnya dalam mengelola performa dan keamanan situs WordPress kamu. Yuk, simak penjelasannya sampai akhir!

Apa Itu File .htaccess

File .htaccess adalah file konfigurasi penting yang digunakan pada web server berbasis Apache.

Melalui file ini, kamu bisa menentukan berbagai aturan khusus untuk mengatur perilaku website.

Beberapa contoh pengaturan yang dapat dilakukan melalui .htaccess antara lain: redirect URL, pengamanan akses direktori, pengaturan cache, kompresi file, hingga pemblokiran alamat IP tertentu.

Penggunaan file .htaccess secara tepat bisa membantu meningkatkan performa website sekaligus memperkuat sistem keamanannya.

Namun, perlu diingat bahwa kesalahan dalam konfigurasi dapat menyebabkan website tidak bisa diakses. Jadi, pastikan kamu berhati-hati saat mengubah file ini.

Cara Menemukan File .htaccess

Untuk menemukan file .htaccess yang tersembunyi, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah masuk ke halaman cPanel.

Setelah itu, pilih menu File Manager untuk mengakses direktori public_html tempat websitemu terinstall.

.htaccess wordpress file manager
file manager

Sampai tahap ini, kamu hanya perlu mengaktifkan pilihan “Show Hidden Files” agar semua file yang tersembunyi bisa tampil.

Berikut tampilan hasil tangkapan layarnya.

.htaccess wordpress show hidden files
show hidden files
.htaccess wordpress
.htaccess wordpress

Jika file .htaccess belum tersedia, kamu bisa membuatnya sendiri menggunakan teks editor seperti Notepad karena file ini menggunakan format ASCII biasa.

Lantas, apa pentingnya file .htaccess sehingga kita perlu mempelajari dan menguasainya?

Dalam pengembangan website, file .htaccess memegang peran krusial, terutama dalam hal keamanan, pengaturan indeks halaman, dan pembatasan akses atau pengalihan (redirect) URL.

Agar lebih memahami fungsi dan kegunaan file .htaccess di WordPress, berikut penjelasan lengkap yang telah kami rangkum khusus buat kamu.

Fungsi File .htaccess WordPress

Berikut fungsi file htaccess pada website:

  • Menyesuaikan tampilan halaman error 404 ketika URL tidak ditemukan.
  • Mengarahkan pengunjung dari satu halaman ke halaman lain, termasuk antar domain.
  • Melindungi file gambar agar tidak digunakan di website lain secara langsung (Hotlinking).
  • Digunakan untuk membatasi akses dari alamat IP tertentu.
  • Mengubah Struktur Permalink dan mengatur format URL agar lebih SEO-friendly.
  • Menyembunykan file atau folder dengan .htaccess
  • Dan masih banyak lagi

 Baca Juga: Error Umum Pada WordPress & Cara Mengatasinya

Cara Membuat File .htaccess Default

Sebagaimana telah di sebutkan pada awal pembahasan tadi, secara default, WordPress akan membuat file .htaccess secara otomatis saat proses instalasi. Namun, jika file ini tidak ditemukan, kamu bisa membuatnya secara manual.

Namun, dalam beberapa kasus, file ini mungkin sengaja disembunyikan untuk mencegah kesalahan pengeditan atau penghapusan dari folder instalasi

Terlepas dari itu, jika didalam websitemu memang benar-benar tidak memiliki file ini, sangat disarankan untuk segera membuatnya secara manual dengan mengikuti panduan berikut.

1. Copy kode dan masukkan kedalam notepad

Cara paling mudah dalam membuat file .htaccess adalah melalui aplikasi notepad yang ada di komputer atau laptop, kemudian mengunggahnya ke layanan web hosting melalui FTP Client.

Berikut merupakan konten file .htaccess default yang biasanya ditemukan didalam website/blog berbasis WordPess.

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPress

2. Menyimpan dan Mengunggah File .htaccess

Setelah kamu berhasil menyalin kode di atas serta sudah menyimpannya dengan nama .htaccess maka langkah selanjutnya adalah mengupload file kedalam localhost atau web hosting.

Adapun cara upload filenya sendiri tidak berbeda jauh dibandingkan proses upload file biasanya, namun pastikan file berada di root folder, bukan di subfolder lainnya.

3. Perbaikan Konfigurasi

Selamat! Sekarang kamu sudah berhasil menambahkan file .htaccess WordPress kedalam layanan web hosting. Perlu diketahui, file .htaccess yang baru dibuat masih bersifat standar. Kamu bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan agar lebih optimal, baik dari sisi SEO maupun keamanan.

Untuk meningkatkan fungsionalitas file .htaccess melebihi pengaturan default, kami menyajikan beberapa teknik konfigurasi lanjutan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Baca juga: Cara Redirect non WWW ke WWW dengan Mudah

Trik Mematikan Fungsi Directory Browsing Menggunakan .htaccess

Directory browsing yang aktif dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengetahui struktur folder website kamu.

Untuk mencegahnya, tambahkan kode berikut di akhir file .htaccess:

Options -Indexes

 

Baca juga: Backdoor, Lubang Hacker yang Harus Ditutup

 

Trik Melakukan Redirect Antar Halaman/Domain Secara SEO Friendly Menggunakan .htaccess

Di era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang, berbagai cara optimasi kerap kali ditempuh para pemilik website agar mendapatkan posisi SERP paling tinggi.

Salah satu cara aman dan efektif adalah dengan melakukan redirect backlink dari domain tua menuju website utama.

Proses pengalihan tersebut dapat dilakukan melalui redirect 301 memanfaatkan file.htaccess WordPress, untuk melakukan eksekusi secara optimal sekaligus ramah SEO.

Tambahkan baris kode berikut ini jika kamu ingin mencoba melakukan redirect 301 antar halaman maupun domain.

Redirect 301 /oldurl/ http://www.example.com/newurl

Redirect 301 /category/television/ http://www.example.com/category/tv/

Penutup

Demikian penjelasan lengkap mengenai fungsi dan cara penggunaan file .htaccess di WordPress. File ini merupakan bagian penting dalam pengelolaan website, terutama dalam hal optimasi performa dan penguatan sistem keamanan.

Untuk kamu yang ingin membangun website profesional dan optimal, pastikan juga memilih layanan hosting yang andal. Jangan hanya tergiur harga murah, pastikan teknologi, kecepatan, dan layanan pelanggannya juga memadai.

Qwords.com sebagai penyedia layanan cloud web hosting terpercaya di Indonesia selama lebih dari 14 tahun siap mendukung kebutuhan website kamu. Dengan teknologi Ultrafast SSD, performa website kamu akan terasa lebih cepat dan stabil.

Download Ebook WordPress

Saepudin Mulyono

Saepudin Mulyono adalah Technical Content Writer di Qwords yang berfokus pada topik web hosting, domain, cloud, dan pengembangan website. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang IT, Pudin aktif menulis artikel edukatif yang membantu bisnis dan developer memahami teknologi secara praktis dan aplikatif. Sebagai bagian dari tim Qwords, ia terlibat dalam riset konten, pengujian layanan, serta penyusunan panduan teknis berbasis kebutuhan pengguna. Tulisan-tulisannya dirancang untuk memberikan insight yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan industri digital.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *