- Proxy berfungsi sebagai perantara antara pengguna dan internet untuk menyembunyikan alamat IP asli.
- Manfaat utama meliputi membuka blokir wilayah (geo-blocking), caching untuk kecepatan, dan filter konten.
- Perbedaan mendasar dengan VPN: Proxy hanya bekerja di level aplikasi dan umumnya tanpa enkripsi total.
- Risiko keamanan data dan koneksi lambat yang perlu diwaspadai saat menggunakan proxy gratis.
Kecanggihan internet pada zaman sekarang rasanya membuat kita silau, hingga melupakan ancaman siber yang bisa mengintai kapan dan di mana saja. Kejahatan itu bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan alamat IP.
Hal ini jadi salah satu alasan yang mendasari kemunculan proxy. Proxy adalah sebuah sistem yang mampu melindungi penggunanya dari ancaman di internet, terutama yang berkaitan dengan IP dan identitas asli pengguna.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan proxy dan bagaimana cara setting agar pengguna bisa terlindungi saat berselancar di dunia maya?
Untuk menemukan jawabannya, yuk simak baik-baik ulasan tentang pengertian proxy dan bahayanya bagi “harta digital” kamu berikut ini!
Apa Itu Proxy?
Proxy adalah sistem perantara antara perangkat pengguna (client) dengan internet (server) untuk menyembunyikan identitas asli pengguna.
Sistem proxy biasanya akan didukung oleh proxy server, yang berupa perangkat keras atau perangkat lunak yang mengatur lalu lintas data antara user dan internet.
Jadi, saat kamu mengakses sebuah situs, permintaan tersebut tidak langsung dikirim ke server tujuan, melainkan melewati server proxy terlebih dahulu.
Server proxy kemudian akan meneruskan permintaan tersebut ke situs tujuan menggunakan alamat IP milik proxy, bukan IP asli kamu.
Dengan begini, identitas dan lokasi kamu jadi tersembunyi. Hal ini penting untuk menghindari pelacakan, pembatasan wilayah (geo-blocking), atau potensi serangan siber lainnya.
Inilah kenapa memahami cara kerja teknologi proxy menjadi sangat penting di era digital seperti saat ini. Proxy dapat membantu melindungi dari ancaman siber yang semakin meningkat. Dengan memahami cara kerja proxy, kamu bisa beraktivitas di dunia internet dengan lebih aman.
Cara Kerja Proxy
Setelah memahami pengertian proxy, kamu harus tahu juga bagaimana cara kerjanya agar aktivitasmu di internet tetap terlindungi dan aman.

Ketika kamu mengakses suatu website (misalnya situs streaming, situs proxy, atau proxy website seperti web video proxy), browser akan mengirim permintaan ke proxy server lebih dulu. Begini detail mengenai cara kerja proxy:
- Pertama, proxy server akan menerima permintaan dari client atau pengguna internet dalam bentuk alamat IP asli.
- Proxy server kemudian akan menyembunyikan alamat IP asli.
- Proxy server akan melanjutkan permintaan ke server tujuan client dengan menggunakan alamat IP milik proxy server sendiri.
- Terakhir, proxy server akan menerima respon dari server tujuan, lalu meneruskannya kembali ke client.
Alur ini memudahkan Sahabat Qwords mengakses internet seolah-olah dari lokasi lain, bahkan dari negara lain.
Jenis-Jenis Proxy
Meskipun secara umum proxy bertugas untuk melindungi IP address client saat mengakses website, tapi tidak semua proxy mempunyai cara kerja yang sama.
Ada beberapa jenis proxy yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap client. Berikut uraiannya:
1. Transparent Proxy
Jenis proxy ini sebenarnya tidak disarankan untuk dipakai. Sebab, jenis proxy ini justru memberi informasi kepada server yang dituju bahwa koneksi yang sedang dilangsungkan menggunakan proxy.
Selanjutnya, proxy akan tetap memberikan IP address asli kamu. Jadi, secara otomatis alamat IP kamu jelas terlihat di dunia maya.
IP address yang terlihat jelas dunia maya tentu saja memberikan kesempatan bagi para pelaku kejahatan siber untuk mencuri IP dan menggunakannya untuk melakukan tindakan tidak bertanggung jawab.
2. Anonymous Proxy
Proxy jenis ini akan mengidentifikasikan dirinya menjadi proxy, tetapi tidak mengirimkan atau meneruskan IP address asli yang dipakai user saat itu.
Sebagai gantinya, proxy akan mengubah bagian tertentu dari IP address asli sehingga tidak membuat IP kamu dicurigai.
3. High Anonymity Proxy
Saat user menggunakan proxy ini dan mengakses suatu website, IP address dari user benar-benar tidak terbaca oleh situs yang bersangkutan maupun internet. Sehingga, user hanya terbaca sebagai ‘client’.
4. Distorting Proxy
Distorting proxy memiliki fungsi yang sama dengan anonymous proxy, yaitu membuat IP address pengguna tidak terlihat.
Anonymous proxy hanya mengubah sebagian dari IP address asli, sementara distorting proxy benar-benar merekayasa IP address penggunanya.
IP address asli user akan tersembunyi dan hanya bisa dilihat melalui HTTP Header.
5. Reverse Proxy
Reverse proxy digunakan untuk menyediakan jalan bagi pengguna internet melalui jaringan pribadi. Fungsi utama proxy ini adalah mencegah user terhubung melalui internet tanpa ada monitor sebelumnya.
Proxy ini kerap diaplikasikan oleh jaringan lokal perusahaan untuk membatasi penggunaan koneksi internetnya.
6. Public Proxy
Public proxy termasuk salah satu proxy gratis yang dapat digunakan oleh siapa pun, termasuk kamu.
Proxy satu ini bekerja dengan cara menyembunyikan IP address client dan memberikan IP address proxy ketika user mengunjungi suatu situs.
Yang menjadi kekurangan dari public proxy ialah waktu akses yang lebih lambat dan keamanan yang masih kurang terjamin.
Shared proxy merupakan middleman IP address yang dapat digunakan oleh beberapa user dalam satu waktu untuk mengakses situs-situs yang berbeda.
Proxy ini dapat digunakan dengan baik untuk mengakses website kecil atau melakukan task-task sederhana.
Namun, saat digunakan untuk mengakses website besar atau melakukan tugas yang berat, shared proxy sering mengalami kendala.
Baca Juga: Perbedaan Proxy dan VPN, Mana yang Lebih Aman?
Fungsi dan Manfaat Proxy
Proxy memiliki fungsi utama sebagai garda keamanan dan pelindung privasimu sebagai pengguna internet. Lebih lengkap tentang fungsi dan manfaat proxy adalah sebagai berikut:
1. Menjaga Privasi
Ketika kamu mengakses internet, proxy akan menyembunyikan IP address asli milikmu dan menggantinya dengan alamat IP proxy. Dengan begitu, alamat IP asli yang menunjukkan lokasi dan data pribadimu akan tetap aman.
2. Mengakses Website yang Terbatas
Ketika ingin mengakses website yang diblokir, permintaan akses akan dianggap datang dari IP proxy karena alamat IP aslimu sudah disembunyikan. Sehingga, proxy bisa membantumu masuk ke website tersebut meskipun status lokasimu dibatasi.
3. Meningkatkan Kecepatan dengan Caching
Proxy dapat melakukan caching, yaitu menyimpan data yang sudah diakses pada lokasi penyimpanan cepat. Dengan begitu, jika di masa mendatang kamu ingin mengakses kembali data tersebut, proxy tidak perlu lagi melakukan permintaan data ke server sejak awal. Hal ini dapat membantu meningkatkan kecepatan akses internet serta mengurangi penggunaan bandwidth.
4. Perlindungan dan Peningkatan Keamanan
Jika diibaratkan, proxy adalah ‘satpam’ yang bertugas menjaga gerbang masuk dan keluar data. Dengan begitu, kamu akan terlindungi dari risiko data yang membawa virus atau malware. Proxy juga menjaga agar tidak terjadi kebocoran data penting milikmu ke pihak luar.
Kelebihan dan Kekurangan Proxy
Sebagai sistem yang tercipta untuk mengamankan koneksi ke internet, proxy memang cukup efektif untuk membedung potensi ancaman yang terjadi.
Namun, benarkah proxy jadi alat yang cocok digunakan ketika pengguna terhubung ke internet? Untuk menjawabnya, simak penjelasan detail mengenai kelebihan dan kekurangan proxy berikut ini!
Kelebihan
- Privasi Lebih Terjaga: Proxy menyembunyikan IP address asli kamu, jadi bisa mengurangi risiko pelacakan.
- Akses Konten Terblokir: Membantu mengakses situs yang dibatasi secara geografis.
- Caching Data: Mempercepat akses ke situs yang sering dikunjungi.
- Kontrol Akses Jaringan: Admin jaringan bisa membatasi akses situs tertentu.
- Menghemat Bandwidth: Dengan caching, data yang sering diminta tidak perlu diunduh ulang.
- Melindungi Identitas Pengguna: Cocok untuk browsing anonim atau investigasi online.
Kekurangan
- Kecepatan Internet Bisa Menurun: Terutama jika menggunakan public proxy yang “padat”.
- Tidak Selalu Aman: Proxy gratis bisa berisiko mencuri data atau menyisipkan iklan.
- Kompatibilitas Terbatas: Tidak semua layanan atau aplikasi bekerja baik dengan proxy.
- Potensi Pemblokiran: Beberapa situs besar bisa mendeteksi dan memblokir proxy.
- Perlu Konfigurasi Manual: Pengguna awam mungkin kesulitan saat mengatur proxy.
- Privasi Tidak Sempurna: Jika proxy tidak terenkripsi (non-SSL), data tetap bisa dilihat.
Apa Bedanya Proxy dan VPN?
Proxy dan VPN sama-sama dapat menyamarkan alamat IP asli pengguna saat beraktivitas di internet. Namun, proxy hanya berfungsi di tingkat aplikasi (seperti browser) dan bukan perangkat seperti VPN. Selain itu, proxy juga tidak mengenkripsikan data dan hanya menyaring lalu lintas data.
Cara Setting Proxy
Setelah memahami tentang pengertian proxy hingga jenisnya. Mungkin Sahabat Qwords mulai mempertimbangkan untuk menggunakannya. Yuk, simak panduan setting proxy berikut ini jika nantinya ingin menggunakan proxy!
Di Windows:
- Buka Settings > Network & Internet > Proxy.
- Aktifkan Use a proxy server.
- Masukkan alamat proxy dan port yang digunakan.
Di MacOS
- Di Mac, buka menu Apple > Pengaturan Sistem, lalu pilih Jaringan di bar samping.
- Pilih layanan jaringan, lalu klik Detail.
- Pilih Proxy.
- Untuk konfigurasi proxy otomatis, kamu bisa memilih:
- Aktifkan “Penemuan proxy otomatis”
- Jika alamat file konfigurasi proxy otomatis (PAC) sudah tersedia, aktifkan “Penemuan proxy otomatis” dan masukkan alamatnya di kolom URL.
- Untuk konfigurasi proxy manual, ikut langkah ini:
- Aktifkan proxy lalu masukkan alamat dan nomor port yang ada
- Bila perlu, aktifkan “Server proxy memerlukan kata sandi” untuk memasang password.
- Pilih OK.
Di Android:
- Masuk ke Wi-Fi Settings.
- Tekan jaringan Wi-Fi yang terhubung, pilih Modify Network.
- Di bagian Advanced Options, pilih Proxy.
- Masukkan alamat dan port proxy.
Sudah Tahu Apa Itu Proxy?
Proxy adalah sistem perantara antara client dan internet yang berfungsi menyembunyikan IP address pengguna dan mengamankan koneksi.
Dengan berbagai jenisnya, proxy mampu menjawab banyak kebutuhan, mulai dari membuka situs yang diblokir, meningkatkan keamanan, sampai menghemat bandwidth.
Tapi, penggunaan proxy juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis koneksi. Salah memilih bisa berisiko terhadap kecepatan dan keamanan data kamu.
Coba komen di kolom komentar yuk!
Apakah Sahabat Qwords makin paham dengan pengertian proxy dan ingin segera menggunakannya?


