WHOIS adalah sebuah fitur yang dapat membantu Anda dalam menemukan pemilik domain. Jadi, bila Anda penasaran tentang siapa orang yang ada di balik suatu website, menggunakan bantuan WHOIS adalah cara yang paling mudah.
Semua orang bisa mengakses WHOIS dan mencari informasi website yang diinginkan, termasuk Anda. Namun, sebelum itu, ada baiknya kalau Sahabat Qwords mengetahui apa itu WHOIS.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari definisi, cara cek WHOIS, hingga dampaknya terhadap privasi. Tanpa berlama-lama, mari kita mulai pembahasannya!
Apa Itu WHOIS?
WHOIS adalah sebuah istilah yang merujuk pada “Who is responsible for a domain name or an IP address?” (Siapa yang bertanggung jawab atas sebuah nama domain atau alamat IP?). Nah, “jawaban” atas pertanyaan ini bisa ditemukan dalam WHOIS record yang berisi semua informasi penting milik pengguna ketika mendaftarkan domain. Lalu, dari mana data-data WHOIS dihasilkan?
Jadi, sebelum membeli domain, Anda pasti diminta memasukkan nama, alamat email, hingga nomor telepon, bukan? Nah, data itulah yang kemudian dijadikan untuk memvalidasi pemilik domain ketika terjadi pelanggaran terhadap domain yang digunakan.
Masalahnya, informasi pribadi tersebut dapat diakses oleh siapa saja secara terbuka melalui situs who.is atau whois.com. Alhasil, data pribadi pada Whois juga bisa menjadi ancaman privasi bagi pemilik domain karena orang lain bisa mengaksesnya secara bebas.
Orang-orang yang tidak bertanggung jawab pun bisa saja mengeksploitasi data Whois untuk kepentingan jahat. Tapi di sisi lain, WHOIS juga berfungsi untuk mempermudah mengidentifikasi pemilik domain yang telah melakukan pelanggaran, spamming, dan sebagainya.
Bisa dibilang, WHOIS adalah sebuah ‘pisau bermata dua’, yang sebenarnya bermanfaat tetapi juga berbahaya bagi privasi pengguna.
Baca Juga: Berapa Sih Harga Domain? Ini Daftarnya Lengkapnya
Cara Kerja WHOIS
Saat Anda mendaftar sebuah domain, registrar akan meminta data dan informasi teknis yang beberapa di antaranya akan dibutuhkan oleh ICANN. Registrar adalah perusahaan/badan komersial yang menyediakan pendaftaran nama domain yang sudah diakreditasi oleh ICANN, salah satu contohnya adalah Qwords.com.
Sementara itu, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) adalah sebuah organisasi nirlaba yang menjaga internet agar tetap aman dan stabil untuk digunakan. Selanjutnya, registrar akan menyimpan semua data Anda yang telah diminta, kemudian mengirimkan beberapa data ke registry (sebuah perusahaan/organisasi yang mengelola dan menerbitkan top level domain di internet).
Nah, data inilah yang kemudian dikenal sebagai WHOIS record.
Cara Cek WHOIS
Untuk mengecek WHOIS record pada sebuah domain, caranya cukup mudah dan Sahabat Qwords bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.
- Kunjungi who.is atau whois.com
- Masukkan nama domain yang ingin Anda cek
- Dan ini adalah hasilnya, telihat bahwa semua informasi pemilik domain dapat diketahui

- Berikut adalah contoh WHOIS record yang sudah menggunakan fitur privacy protection, yang mana semua informasi disamarkan

Tentang WHOIS Protection
Whois Protection adalah sebuah layanan yang dapat menyembunyikan informasi pemilik domain. Informasi pemilik domain bisa diakses secara umum melalui situs Whois (whois.com, who.is, dan sebagainya), seperti yang sudah dipraktikkan sebelumnya.
Keberadaan layanan ini tentu tidak lain dan tidak bukan adalah karena sejumlah potensi ancaman yang terjadi akibat penyalahgunaan data WHOIS. Sebab, semua orang bisa menggunakan data WHOIS sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka, termasuk jika ingin bermaksud jahat.
Kendati begitu, ada kalanya sebagai pemilik website, Anda sebaiknya tidak menggunakan WHOIS Protection. Lalu, sebenarnya WHOIS Protection itu penting atau tidak, sih?
Seberapa Penting Whois Protection untuk Privasi?
Jika layanan Whois Protection ada untuk menjaga privasi dari pemilik domain, mengapa penyedia tidak menyertakannya secara wajib pada saat pengguna mendaftarkan domain? Apakah Whois Protection benar-benar diperlukan? Jawabannya tergantung.
Apabila Anda adalah seorang pengguna yang tidak ingin menyebarkan informasi pribadi pada Whois, maka layanan ini sangat penting buat Anda. Sebaliknya, ketika Anda ingin membiarkan informasi pemilik domain bisa dilihat secara umum, tidak usah menambahkan layanan Whois Protection.
Biasanya, tipikal pengguna yang membiarkan informasi Whois diakses secara umum adalah untuk kepentingan bisnis. Pemilik domain tetap ingin memiliki eksistensi melalui data yang ‘terbuka’, sehingga membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bekerja sama atau berinvestasi mengetahui siapa yang harus dihubungi, yaitu pemilik domain atau website.
Selain itu, kredibilitas bisnis juga bisa terlihat dengan informasi Whois, misalnya nama pemilik, tahun pendaftaran, hingga alamatnya. Kesimpulannya, sesuaikan kebutuhan Anda ketika memutuskan untuk menggunakan atau tidaknya layanan Whois Protection.
Barangkali Anda ingin menggunakan layanan Whois Protection saat membeli domain, maka Anda bisa mendapatkannya secara gratis.
Whois Protection Bisa Didapatkan Secara Gratis!
Umumnya, layanan Whois Protection akan dikenakan tarif tambahan yang bervariatif. Namun, Anda sebenarnya bisa menggunakan layanan ini secara gratis saat mendaftarkan domain. Karena Qwords adalah registrar yang terdaftar resmi di ICANN dan berkomitmen menyediakan layanan berkualitas bagi pengguna, maka setiap orang yang mendaftarkan domain di Qwords tidak dikenakan biaya tambahan untuk layanan Whois Protection.
Sebelumnya, layanan ini bisa didapatkan dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp30.000. Opsi ini tidaklah wajib. Anda tetap bisa mengecualikan layanan WHOIS Protection jika tetap ingin menampilkan informasi melalui laman WHOIS.
Jadi, ayo daftarkan domain apa pun di Qwords, dan dapatkan gratis Whois Protection selama domain Anda masih aktif!
Domain Mulai Belasan Ribu Gratis Whois Protection
Cari nama domain murah dari 500+ ekstensi domain dan onlinekan bisnis kamu dengan layanan web hosting terbaik di Indonesia dari Qwords.


reyhan
16 Juni 2022keren banget lanjutkan ilmunya