Portofolio adalah aspek penting dalam perjalanan karier seorang copywriter alias penulis wara.
Membangun atau menguatkan portofolio copywriting bisa membantu Sahabat Qwords untuk meningkatkan peluang mendapat proyek atau penawaran terbaru dari klien.
Kamu bisa menjadikan 5 contoh portofolio copywriter Indonesia dari level pemula hingga profesional, lengkap dengan analisis website portofolio mereka berikut ini sebagai sumber inspirasi tersendiri.
Yuk langsung kita bahas!
1. Contoh Portofolio Copywriter Pemula: Anisa Khoirun Fauziah

Pertama kita akan membahas contoh portofolio copywriter pemula dari Anisa Khoirun Fauziah.
Ia menggunakan website portfoliocopywritinganisa.my.canva.site sebagai portofolio, sehingga akan cukup mudah ditemukan oleh siapa saja yang ingin menggunakan jasanya.
Anisa menampilkan portofolio di situs Canva yang bersih dan mudah dibaca. Dia memperlihatkan beragam jenis proyek yang pernah dikerjakan, mulai dari dari landing page, website copy, broadcast message, hingga iklan media sosial.
Dengan kliennya yang cenderung kecil dan belum banyak brand besar yang ditampilkan, portofolio ini menunjukkan level copywriter pemula-menengah.
Dari tampilan website portofolionya yang tampak simple dan informatif, berikut ini beberapa hal yang yang bisa kamu catat dan jadikan inspirasi untuk membuat portofoliomu sendiri:
- Tampilan Clean dan Lengkap: Ketika kamu baru memulai perjalanan sebagai seorang copywriter, membuat portofolio rapi di platform seperti Canva sudah cukup efektif.
- Menyertakan Konteks Proyek: Salah satu keunggulan Anisa adalah menyertakan konteks proyek, baik dari tone of voice, target audiens, dan hasil kuantitatif copywriting-nya seperti “jumlah peserta 668 peserta” untuk sebuah proyek. Fokus menunjukkan variasi tulisan dan konteks proyek dapat membantu meyakinkan calon klien tentang soft skill-mu sebagai copywriter.
2. Contoh Portofolio Copywriter Mid-Level: Quita

Portofolio berikutnya adalah milik Quita yang bisa diakses melalui laman websitenya yang bernama byquita.com.
Quita sudah aktif sejak 2018 dan memiliki klien dari UMKM hingga perusahaan menengah di Indonesia. Ia juga menampilkan berbagai jenis proyek, mulai dari kampanye video, peluncuran produk, program loyalitas, dengan copywriting media sosial, UX writing, dan skrip video.
Portofolionya cukup matang dan “nyata”, jadi tidak hanya proyek simulasi. Skala dan variasi proyeknya sudah signifikan, bukan hanya latihan.
Ini menunjukkan levelnya sebagai copywriter level menengah (mid-level/junior).
Nah, inspirasi yang bisa kamu ambil dan jadikan contoh khususnya untuk copywriter menengah adalah:
- Sertakan Ragam Proyek: sangat penting menunjukkan keragaman proyek nyata dan kemampuan menangani kampanye komersial.
- Punya Website Sendiri: Jika proyek yang kamu tangani sudah sangat banyak, sebaiknya buat website sendiri. Selain bisa menampilkan portofolio yang tak terbatas, website juga bisa menunjukkan kreativitas dan gaya menulismu secara langsung pada klien.
3. Contoh Portofolio Copywriter Bilingual: Rifqi Renanda

Jika kamu copywriter yang punya pengalaman menangani proyek berbahasa asing, kamu bisa mengambil inspirasi dari portofolio online milik Rifqi Renanda dengan alamat portofolio likorenanda.journoportfolio.com.
Rifqi menyajikan portofolio yang cukup luas, mulai dari proyek Facebook Ads, caption Instagram atau LinkedIn, website copy, hingga UX writing dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).
Ia menampilkan berbagai proyek klien lokal dan internasional. Ini yang menunjukkan kemampuan menulis waranya yang fleksibel dan cakupan pasar global yang luas.
Insight yang bisa kamu ambil, yaitu:
- Tampilkan Kemampuan Bahasa: dalam konteks membangun portofolio, menampilkan kemampuan dua bahasa atau lebih bisa menunjukkan pembeda besar atas keahlian dasarmu dan tentu menarik klien dari luar.
4. Contoh Portofolio Copywriter Senior: Indah Ajeng Ayu

Memiliki website portofolio bernama ajeng.id, Indah Ajeng Ayu menjadi salah satu copywriter Indonesia yang pengalaman.
Dengan jajaran klien yang cukup besar, dia menyebutkan sejumlah kerja sama yang pernah dijalani, mulai dari kerja sama dengan brand seperti Samsung hingga iBox Indonesia.
Cara menyajikannya untuk menarik klien yang lebih luas bisa kamu contoh, nih.
Portofolionya sangat beragam, degan keahlian yang ditampilan meliputi SEO writing, social media content, voice over, hingga penerjemahan. Hal itu menunjukkan kemampuan menulis yang tidak hanya terbatas pada penulisan wara konvensional saja.
Untuk portofoliomu, kamu bisa:
- Gunakan Domain Ringkas: Pilih domain yang singkat, ringkas, dan mudah diingat untuk portofolio berbasis website. Ini akan memudahkan calon klien untuk mengingat nama dan portofoliomu.
- Tambahkan Studi Kasus: Tambahkan detail studi kasus kampanye yang sudah kamu tangani, misalnya menampilkan hasil konversi dari copy yang sudah dibuat.
5. Contoh Portofolio Copywriter Senior Profesional: Fadel Yulian

Copywriter terakhir yang bisa dijadikan inspirasi portofolionya adalah Fadel Yulian dengan nama website portofolio fadelyulian.com.
Memiliki pengalaman yang tinggi dan sudah sering diundang sebagai pengisi kelas online seputar copywriting menjadikannya salah satu copywriter senior profesional yang portofolionya layak kamu pertimbangkan sebagai referensi.
Pengalamannya mencakup agensi periklanan, mentoring, pelatihan, dan bahkan sudah menerbitkan buku.
Websitenya tidak hanya berfungsi sebagai portofolio, tetapi juga media personal branding yang menampilkan kredibilitas dan profesionalitas tinggi. Portofolionya juga disajikan dalam format PDF yang sangat komprehensif sehingga bisa diunduh dan dibaca secara offline.
Sebagai inspirasi, kamu bisa mencatat poin-poin ini:
- Personal Branding yang Kuat: Manfaatkan website pribadi tidak hanya sebagai portofolio, tetapi juga media personal branding-mu yang dinamis dan menunjukkan kredibilitas.
- Studi Kasus Lengkap: Tampilkan studi kasus yang lengkap dari proyek yang sudah dikerjakan, mulai dari ideation hingga dampaknya.
Rekomendasi untuk Sahabat Qwords yang Sedang Membuat Portofolio Copywriting
1. Pahami Level Kariermu Saat Ini
Apakah kamu masih pemula, menengah, atau ingin naik ke profesional? Hal ini akan menentukan bagaimana tampilan hingga gaya bahasa yang ingin kamu sajikan di portofoliomu.
Pilih gaya portofolio yang sesuai dengan level kamu saat ini, jangan hanya meniru orang lain!
2. Variasikan Jenis Konten
Sertakan karya proyek yang variatif sekecil apapun itu untuk menunjukkan fleksibilitas dan pengalamanmu, seperti landing page, iklan, email, dan media sosial.
3. Tunjukkan Dampak
Jika kamu bisa menambahkan metrik seperti “konversi meningkat 20%” atau “penjualan naik 30%”, itu akan sangat memperkuat portofolio kamu.
4. Pilih Format yang Tepat
Kalau kamu copywriter baru, website sederhana berbasis Canva atau WordPress sudah cukup. Namun, bila kamu sudah berpengalaman, portofolio dalam bentuk PDF profesional atau situs web statis bisa menunjukkan kredibilitas yang lebih tinggi lagi.
5. Perbarui portofolio secara rutin
Tambahkan proyek terbaru, testimoni klien, atau metrik hasil agar portofolio kamu selalu relevan dan menarik bagi calon klien.
—
Gimana, makin mantap menyusun portofolio sesuai dengan level karier dan gayamu sendiri?
Jangan lupa sertakan secara detail pengalaman proyek atau kerjasama yang sudah kamu lakukan berikut dengan dampak yang kamu hasilkan ya. Dengan begitu, portofoliomu akan lebih nyata dan relateable.
Agar portofoliomu lebih profesional dan dinamis, saatnya kamu punya website sendiri, nih! Nggak perlu mahal, kamu bisa mulai dengan beli dan cari domain terbaik dari Qwords. Ada banyak pilihan hosting dan domain murah untukmu di Qwords, lho!
Selamat menyusun portofolio copywriting Sahabat Qwords!

