Website
  • 6 mins read

Perbedaan Internal, External dan Inline CSS Dalam Website

magzin magzin

Website sekarang ini sudah menjadi kebutuhan dasar untuk keperluan bisnis, setiap bisnis diharuskan memiliki website. Website menjadi media untuk branding dan promosi agar semakin dikenal oleh banyak orang. Menurut data dari internetlivestats.com sampai April 2020 tercatat sudah ada 1.7 milyar website active di dunia ini dan angkanya akan selalu bertambah setiap waktu.

Website user
Website user

Dalam pembuatan website, ada tiga fondasi penting dalam proses pembuatannya. Yang pertama adalah HTML yang sudah Kami bahas pada belajar HTML dasar untuk pemula di artikel sebelumnya. Fondasi kedua adalah CSS dan yang terakhir JavaScript. Nah agar lebih jelasnya pada kesempatan kali ini Kami akan membahas khusus mengenai CSS.

Apa Itu CSS

Bagi Anda yang belum tahu, CSS merupakan kepanjangan dari Cascading Style Sheets. CSS adalah bahasa pemrograman dalam website yang memiliki fungsi untuk mendesain tampilan website agar lebih menarik. Dengan menggunakan CSS Anda bisa bebas mengatur jenis font, ukuran font, color, margin, padding, background, comment, link dan masih banyak lainnya.

Untuk saat ini CSS memiliki 3 versi yaitu CSS 1, CSS 2 dan CSS 3. CSS pertama kali muncul pada tahun 1996 yang keluarkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) dan sekarang ini sudah versi ketiga. CSS 3 mendukung teknologi yang lebih canggih salah satunya hadirnya fitur animasi pada halaman website.

Jenis CSS

Dalam proses implementasi penulisan kode CSS, terdapat 3 jenis CSS yang bisa Anda praktekkan. Setiap metode penulisan memiliki kelebihan, kekurangan dan juga kegunaannya yang berbeda-beda. Nah berikut 3 jenis CSS yang perlu Anda tahu.

  1.   Internal CSS
  2.   External CSS
  3.   Inline CSS

Tidak perlu bingung apa perbedaan dari tiga jenis CSS tersebut, karena Kami akan membahasnya secara lengkap dan detail pada pembahasan dibawah ini:

1. Internal CSS

Jenis CSS yang pertama yang akan kita bahas adalah Internal CSS. Internal CSS adalah kode CSS yang ditulis dalam tag                 

Qwords.com

 

Contoh Internal CSS

Contoh Internal CSS
Contoh Internal CSS

Bagaimana mudah bukan untuk mempraktekan caranya?

2. External CSS

Jenis CSS yang kedua adalah External CSS. External CSS adalah kode CSS yang penulisannya dipisah dengan file HTML. Jadi file CSS ditulis pada file sendiri dengan ekstensi .css. File External CSS biasa dituliskan pada bagian , jadi setiap halaman website dilakukan pemanggilan file .css.

Penggunaan External CSS lebih simple dan sederhana karena tidak perlu menuliskan CSS dalam setiap file HTML. Nah berikut kelebihan dan kekurangan serta contoh penulisan External CSS.

Kelebihan External CSS

  • Ukuran file HTML menjadi lebih kecil
  • Penulisan kode HTML menjadi lebih rapi
  • Loading website menjadi lebih cepat
  • File CSS bisa digunakan untuk beberapa halaman website berbeda

Kekurangan External CSS

  • Tidak cocok untuk halaman website yang membutuhkan halaman custom
  • Halaman website rawan berantakan saat file CSS gagal load dengan sempurna sehingga tampilan website berantakan.

Contoh External CSS

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat pada contoh external CSS berikut ini:

 h1 {
               text-align: center;
               font-family: arial;
               color: orange;
             }
             h2 {
               text-align: left;
               font-family: calibri;
               color: orange;
             }
             h1 {
               text-align: center;
               font-family: arial;
               color: orange;
             }
             h2 {
               text-align: left;
               font-family: calibri;
               color: orange;
             }

Simpan file External CSS tersebut dengan nama style.css. Untuk bisa menggunakannya Anda perlu memanggil dengan kode tag , berikut caranya.

Tag adalah element untuk merujuk file CSS. rel=”stylesheet” menunjukan file yang dirujuk adalah stylesheet. type=”text/css” menunjukan tipe dari file dan yang terakhir href=”style.css” adalah nama file dari CSS External yang sudah dibuat.

Berikut contoh penempatan kode pada file HTML:




  Internal CSS dalam Website



  

Qwords.com

 

Contoh External CSS

3. Inline CSS

Nah yang terakhir adalah Inline CSS. Inline CSS adalah memasukan kode CSS yang ditulis secara langsung pada setiap atribut HTML. Jadi setiap atribut memiliki style CSS yang berbeda tergantung kebutuhan .

Inline CSS ini tergolong kurang efisien jika dibandingkan jenis CSS untuk website lainnya. Karena dalam satu atribut memiliki style tersendiri, jadi inline cocok untuk website yang tidak membutuhkan banyak baris coding.

Kelebihan Inline CSS

  • Memudahkan dalam perbaikan atribut HTML
  • Membantu saat pengujian dan melihat perubahan pada satu elemen saja.
  • Load website menjadi lebih cepat dan HTTP request menjadi lebih kecil.

Kekurangan Inline CSS

  • Kurang efisien dalam penggunaan karena hanya bisa diterapkan pada satu atribut saja.
  • Kurang cocok untuk website dengan baris coding yang banyak

Contoh Inline CSS

Untuk lebih jelasnya berikut contoh penerapan Inline CSS:

Qwords.com

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai perbedaan internal, external dan inline CSS. SIlahkan Anda memilih jenis CSS yang mana untuk keperluan membuat website. Jika masih ada pertanyaan tentang CSS Anda bisa belajar website coding online yang sudah tersedia banyak di internet saat ini.

Untuk keperluan hosting website, Kami memiliki rekomendasi hosting murah dari Qwords. Dengan harga mulai dari 14.500/bulan Anda sudah bisa mendapatkan hosting untuk website pertama Anda. Tunggu apalagi onlinekan website mu sekarang juga dengan Qwords.

Terima kasih

Saepudin Mulyono

Saepudin Mulyono adalah Technical Content Writer di Qwords yang berfokus pada topik web hosting, domain, cloud, dan pengembangan website. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang IT, Pudin aktif menulis artikel edukatif yang membantu bisnis dan developer memahami teknologi secara praktis dan aplikatif. Sebagai bagian dari tim Qwords, ia terlibat dalam riset konten, pengujian layanan, serta penyusunan panduan teknis berbasis kebutuhan pengguna. Tulisan-tulisannya dirancang untuk memberikan insight yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan industri digital.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *