Design
  • 5 mins read

Apa Itu Flowchart? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Jika Sahabat Qwords berkeinginan menjadi programmer atau seseorang yang bekerja dengan coding, maka kamu akan sering berkutat dengan flowchart. 

Lalu, apa itu flowchart? 

Mari simak artikel berikut untuk mengetahui semua tentang flowchart.

Apa Itu Flowchart?

Flowchart adalah sebuah gambaran visual dari urutan langkah atau logika sebuah proses sistem dengan simbol-simbol khusus.

Ini sangat berguna karena bisa menggantikan sebuah paragraf panjang dengan gambar-gambar yang menyimbolkan alur tertentu.

Jadi Sahabat Qwords bisa paham seperti apa yang harus dikerjakan lebih dulu, kapan prosesnya bercabang, bagaimana proses ini berakhir dan semisalnya.

Cara ini bukan hanya  mempersingkat komunikasi, tapi juga meminimalkan kesalahpahaman ketika sedang berkolaborasi dengan developer atau programer lain.

Fungsi Flowchart

Kenapa flowchart masih banyak dibutuhkan saat ini? Untuk menjawab itu kita harus tahu dulu fungsi utama flowchart dan kenapa ia masih relevan sampai sekarang.

1. Memetakan Alur

Flowchart membantu menggambarkan sebuah alur proses. Ketika proses divisualisasikan, maka alur dan langkah akan lebih jelas dan terbayang.

Hal ini dapat membantumu mengenali kejadian seperti alur yang tumpang tindih, loop yang tidak perlu, ataupun percabangan yang membuat program jadi semakin rumit.

2. Mempercepat Deteksi Kesalahan

Flowchart decision bisa membantu kamu dalam memeriksa edge case.

Misalnya, ketika kamu menemukan masalah seperti “Pembayaran Gagal” maka artinya, ini harus diarahkan ke retry, bukan jalan terus tanpa validasi.

3. Menjadi Jembatan Bahasa

Flowchart bisa menyampaikan maksud dan informasi serta alur kerja kepada orang-orang di posisi berbeda, seperti dalam perusahaan ada PM yang fokus pada target dan developer pada logika.

Mereka semua memiliki pikiran dan pemahaman masing-masing. Melalui flowchart, kita bisa mengkomunikasikan dan menyatukan pemahaman tentang suatu alur kerja.

4. Menjadi Panduan Pengembangan

Flowchart memvisualisasikan proses dengan konsisten dan eksekusi lewat satu peta. Jadi, ketika ada tahapan yang kurang atau perlu pengembangan, hal itu dapat terlihat lebih mudah.

5. Dokumentasi Tugas

Saat ada proses yang berubah, kamu dapat memperbaharui flowchart dengan lebih mudah.

Hal ini akan memudahkanmu terutama ketika  harus menyampaikan alur pada orang baru, seperti ketika sedang onboarding tim baru dan audit internal.

6. Membantu Pengambilan Keputusan

Menggunakan flowchart akan membantu membuat keputusan dengan lebih tegas dan jelas.

Cabang Ya atau Tidak pada suatu flowchart memberikan gambaran tentang apakah suatu proses akan lanjut atau tidak.

Itulah enam fungsi utama dari flowchart. Jika kamu adalah orang yang sangat visual, bekerja dengan tim yang berisi beragam posisi dan tidak terlalu suka pada tulisan menumpuk, maka flowchart akan sangat berguna untuk membantu pekerjaanmu.

Jenis-Jenis Flowchart

Tidak semua flowchart diciptakan untuk hal yang sama. Ada beberapa jenis flowchart dan bisa kamu sesuaikan untuk kebutuhan kamu.

1. Flowchart Sistem

Jenis ini menunjukkan gambaran besar arus data, informasi, dan interaksi antar komponen di dalam sebuah sistem. Jadi sangat berguna jika kamu butuh flowchart yang bisa jadi rujukan untuk semua anggota tim.

2. Flowchart Program

Flowchart program lebih fokus pada hal-hal detail. Biasanya jenis ini punya dua level, yaitu program logic flowchart dan detailed computer program flowchart. 

Jenis ini ideal untuk membantu developer dalam menyusun struktur kontrol, input-output, hingga urutan eksekusi fungsi.

3. Flowchart Proses

Flowchart proses adalah urutan langkah operasional secara berurutan, plus keputusan yang mempengaruhi jalur berikutnya. 

Ini adalah tipe flowchart yang paling umum digunakanan dan biasanya dipakai dalam SOP, alur produksi, atau layanan pelanggan.

4. Flowchart Dokumen

Ini adalah flowchart untuk menelusuri perjalanan sebuah dokumen atau informasi dari satu bagian ke bagian lain.

Biasanya memiliki beberapa tahap seperti dibuat – diverifikasi – disetujui – diarsipkan. Ini akan sangat berguna khususnya dalam proses audit dan tata kelola informasi.

5. Flowchart Skematik

Jenis ini lebih visual dari keempat diatas karena sering menyertakan ikon atau gambar perangkat seperti komputer, server, CPU, dan sebagainya.

Biasa dipakai saat membutuhkan storyboard proses yang lebih mudah ditangkap secara visual oleh orang awam. 

Dalam praktiknya, Sahabat Qwords bisa saja menjumpai varian lain selain lima dia atas.

Tapi pada prinsip dan simbol yang dipakai semua sama, dimana flowchart berfungsi untuk memvisualisasikan alur proses yang rumit jadi lebih sederhana.

Simbol Flowchart

Ada sekitar dua puluh tiga simbol untuk membuat flowchart, namun yang paling sering digunakan hanya delapan, yaitu:

1. Terminator

Berbentuk oval di sudutnya, biasa dipakai untuk menandai awal mula pekerjaan atau start.

2. Process

Bentuknya persegi panjang, ini menandai tindakan atau pekerjaan.

3. Decision

Ini berbentuk belah ketupat dan menjadi simbol dari percabangan.

4. Input/Output

Input/Output berbentuk jajargenjang, ini mewakili data masuk di input dan data keluar di output.

5. Flow

Simbol ini berbentuk anak panah dan berfungsi sebagai penghubung dari satu simbol ke simbol lain.

6. Document

Ini berbentuk persegi panjang dengan sisi bawah bergelombang. Fungsinya sebagai simbol dokumen.

7. Predefined Process

Bentuknya persegi panjang dengan garis vertikal di kiri-kanannya. Ini berfungsi untuk memanggil prosedur standar yang sering dipakai ulang.

8. Database

Memiliki bentuk silinder atau tabung, biasanya dipakai untuk simbol penyimpanan atau pengambilan data terstruktur.

Cara Membuat Flowchart

Sebelum membuat flowchart, ada baiknya kamu fahami beberapa hal di bawah ini, agar hasil flowchartmu lebih efektif.

  1. Tentukan Tujuan: Tujuan pembuatan flowchart harus jelas untuk apa. Jika sudah jelas maka tentukan jenis flowchart yang cocok untuk tujuan tersebut.
  2. Buat Daftar Langkah: Selanjutnya tentukan dan urutkan kronologis prosesnya dan tandai mana titik bercabangnya.
  3. Pakai Simbol Standar dan Konsisten: Usahakan pakai simbol dan warna standar dan konsisten agar mudah dipahami.
  4. Ringkas: Jangan buat flowchart yang terlalu panjang dan rumit. Jika terpaksa panjang, maka pecah jadi beberapa bagian.
  5. Uji Alurnya: Jika sudah selesai, periksa lagi alurnya dari start sampai end. Perhatikan apakah ada bagian yang bisa lebih disempurnakan.
  6. Minta Koreksi: Minta saran kepada mereka yang mengerti tapi tidak ikut membuat agar flowchartnya lebih sempurna dan mudah dipahami.

Itulah segala hal tentang flowchart, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, sampai ke cara membuatnya.

Jika kamu masih belum terbayang bagaimana bentuk flowchart secara utuh, maka bisa lihat gambar di bawah ini.

Flowchart Menentukan Bilangan Ganjil Genap
Flowchart Menentukan Bilangan Ganjil Genap

Sampai sini maka Sahabat Qwords sudah tidak perlu bingung lagi tentang apa itu flowchart.

Tetapi, jika masih ada hal yang membuat kamu ragu maka jangan takut untuk berdiskusi di kolom komentar, ya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Almer Ulul Al Bab

Almer is an experienced content writer with a strong understanding of servers, websites, SEO, email systems, and related technologies.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *