Teks, gambar, audio, dan video kini bisa dibuat pakai AI dengan kualitas menyerupai karya manusia. Sehingga saat ini banyak orang mulai mencari tool atau alat AI detektor yang bisa mendeteksi apakah sebuah koten baik tulisa, gambar, audio, dan video dibuat oleh AI atau manusia.
Artikel ini menyajikan 12 Rekomendasi Detektor AI Terbaik yang bisa kamu gunakan untuk berbagai jenis konten, mulai dari teks akademik, gambar, video, dan audio.
Jadi, mari cari tahu apa saja tool nya dengan simak artikel ini.
1. TruthScan
TruthScan adalah tool detektor AI yang bisa mendeteksi teks, gambar, audio, email, dan video sekaligus.
Selain itu, TruthScan juga tersedia solusi anti-fraud & compliance untuk organisasi besar, ada dashboard risiko, rules, alert, dan pelaporan kepatuhan buat tim governance.
Dengan dukungan berupa API, dashboard, pelaporan kepatuhan, dan 24/7 enterprise support. AI ini bisa kamu pakai jika bekerja sebagai Tim Fraud, Tim Risk and Compliance, Tim Trust and Safety, Legal, internal audit, dan corporate compliance.
Cara menggunakan TruthScan
- Cari di Google TruthScan AI detection lalu buka situs resminya.
- Klik Request Demo atau Contact Sales.
- Jelaskan use case, misalnya mau scan teks & gambar di platform kamu.
- Setelah punya akun, login ke dashboard TruthScan:
- Pilih jenis konten (text / image / voice / video).
- Upload file atau kirim via API.
- Lihat risk score / AI score di dashboard, plus log & laporan kepatuhan.
- Integrasikan API ke sistem internal, seperti tiap user upload auto-scan > jika score tinggi > flag/manual review.

2. Turnitin
Saat ini Turnitin punya AI writing detection muncul di dalam Similarity Report, jadi dosen bisa lihat indikasi AI dan plagiarisme di satu tampilan.
Untuk cara kerjanya, Turnitin punya model dengan basis transformer yang dilatih di teks AI dan manusia untuk memprediksi bagian yang kemungkinan dibuat oleh AI.
Selain itu, AI detector-nya juga diselipkan dalam Turnitin Originality, Feedback Studio, dan iThenticate yang sudah jadi standar di kampus dan penerbit jurnal.
Jadi kalau akademisi, mahasiswa, peneliti, dan dosen maka sangat cocok untuk pakai AI ini.
Cara menggunakan Turnitin
- Login ke Turnitin.
- Buat assignment dan aktifkan Turnitin checking.
- Mahasiswa upload tugas seperti biasa.
- Buka Similarity Report:
- Lihat persentase plagiarisme.
- Lihat juga AI writing indicator (biasanya berupa score / probabilitas).

3. Originality.ai
Selanjutnya Originality ai yang punya fitur teks detektor, plagiarisme file, fast checker, readability, grammar, content optimization, dan bulk scan.
Selain itu, Originality.ai juga punya fitur tambahan yaitu Fact Checker, Readability Checker, Grammar Checker, Content Optimizer, Chrome extension, WordPress plugin, dan API.
Tool ini juga mengklaim tingkat akurasi sampai lebih dari 99%, namun dari beberapa pengalaman pengguna menyatakan tingkat keakuratannya ada di sekitar angka 85%.
AI ini bisa dipakai untuk mereka yang bekerja sebagai SEO Agency, Publisher, Owner blog, dan Content manager.
Cara menggunakan Originality.ai
- Cari Originality.ai dan buka situs resminya.
- Daftar akun (biasanya berbayar per kredit / word).
- Di dashboard, pilih New Scan:
- Paste teks atau upload file / list URL.
- Centang jenis pengecekan, seperti AI Detection, Plagiarism, atau keduanya.
- Klik Scan > lihat hasil berupa AI score dan plagiarism match.
- Gunakan fitur Bulk Scan kalau mau cek banyak artikel sekaligus (upload CSV / input list URL).

4. Sidekicker
Pada Sidekicker kamu bisa langsung menempelkan teks atau upload file, dan tool akan langsung memeriksanya.
Dari beberapa ulasan pengguna di Trustpilot, Sidekicker terkenal ampuh dengan rating 4.7/5.
Selain itu, Sidekicker terkenal karena fitur AI pemanis yang bisa menyamarkan tulisan AI jadi seperti manusia.
Hal menarik dari Sidekicker adalah AI pemanisnya bukan cuma mengubah kata, tapi juga perbaiki tone, flow, dan keterbacaan agar terasa manusiawi.
Walau begitu, ada juga kasus Sidekicker salah mendeteksi, seperti tulisan yang semuanya ditulis manusia tapi dianggap 71% buatan AI.
Secara keseluruhan, AI Sidekicker cocok buat kamu yang berprofesi sebagai Content writer, copywriter, Tim corporate communication, dan HR.
Cara menggunakan Sidekicker
- Cari di Google Sidekicker AI Humanizer dan buka situs resminya.
- Buat akun atau coba versi free/demo jika ada.
- Pilih fitur Humanizer atau Detector (jika disediakan di dashboard).
- Paste teks AI kamu atau upload file.
- Klik Humanize / Rewrite.
- Review hasil.

5. GPTZero
GPTZero merupakan tool AI detektor yang ramah untuk digunakan dan terkenal karena keakuratannya dalam mendeteksi AI.
Ditambah lagi, AI ini sudah terintegrasi dengan integrasi dengan Canvas, Moodle, Google Docs, Chrome extension, API yang menyediakan fitur Origin atau Writing Replay untuk menunjukkan proses penulisannya.
Untuk cara kerjanya, GPTZero menekankan pendekatan guidance, not punishment dan mengakui secara eksplisit bahwa AI detector tidak sempurna serta bisa juga salah.
Karena keakuratannya juga terbukti dengan status best free AI detector, seperti yang dikatakan oleh TechCrunch dan Business Insider.
Tool ini cocok untuk semua kalangan karena kelengkapan fitur dan keakuratannya, jadi kalau kamu adalah seorang dosen, guru, profesional, peneliti, mahasiswa, dan siswa bisa memakai AI ini.
Cara menggunakan GPTZero
- Cari GPTZero dan buka situs resminya.
- Klik Start for free / buat akun.
- Pilih mode, seperti Quick scan atau upload file (PDF, docx, dll).
- Paste teks atau upload dokumen.
- Klik Detect / Scan > lihat hasil seperti:
- AI probability, highlight kalimat, overall verdict (AI / Human / mixed).
- Untuk institus, seperti integrasikan ke LMS atau gunakan dashboard kelas.

6. Crossplag
Crossplag awalnya dikenal sebagai plagiarism checker lintas bahasa (cross-language), lalu tool ini membuat fitur AI content detector untuk teks.
Lalu terus berkembang sehingga ada beberapa fitur tambahan seperti AI paraphraser, summarize, quiz generator, fact checker, dan citation generator.
Untuk kredibilitas, Crossplag terkenal naik turun jadi kamu kadang butuh tool pembanding lagi.
Tapi walau begitu, Crossplag tetap cocok untuk para guru, dan lembaga penyedia ujian baik online atau offline.
Cara menggunakan Crossplag
- Cari Crossplag AI Content Detector.
- Register.
- Di halaman AI Detector > paste teks.
- Klik Check / Detect.
- Lihat AI probability dan originality score.

Crossplag
7. Undetectable.ai
Lalu ada Undetectable.ai. Tool ini selain mendeteksi, ada juga fitur pemanis kalimat agar tidak terbaca seperti AI.
AI ini juga punya multi-detector scoring yang mana dengan sekali klik, kamu bisa lihat bagaimana beberapa AI detector seperti Copyleaks dan GPTZero akan menilai teks tanpa cek satu per satu.
Ada banyak fitur lain juga yang tersedia, seperti AI Essay Writer, Job Applier, SEO Writer, dan Image Detector.
Pernah mengklaim Rated #1 Best AI Detector by Forbes dan beberapa media besar seperti BBC, The Independent, dan Business Insider.
Namun dari beberapa pengguna mengatakan, Undetectable AI kadang tidak konsisten dalam mendeteksi mana karya murni manusia dan mana yang hasil dari AI.
Untuk profesi atau pekerjaan yang berkaitan dengan SEO, Blog, Writing, dan pekerjaan kantoran ringan, Undetectable.ai tetap bisa digunakan.
Cara menggunakan
- Cari Undetectable AI detector di Google.
- Buka halaman AI Detector.
- Paste teks yang mau dicek > klik Scan / Detect.
- Lihat hasil.
- Kalau mau humanize, buka halaman AI Humanizer > paste teks > klik Humanize > copy hasilnya.

8. Winston AI
Winston AI berguna ketika kamu ingin membaca teks dari .docx, .jpg, .png bahkan tulisan tangan, lalu memberi beberapa tambahan per kalimat.
Fiturnya cukup lengkap, ada AI text detector, plagiarism checker, AI image detector (deepfake), writing feedback, grammar, readability, fact checker, dan HUMN-1 website certification.
Untuk komentar para pengguna pun beragam, ada yang puas pada hasil Winston AI bahkan menganggapnya lebih baik dari Turnitin.
Tapi ada juga yang mengatakan hasilnya cukup baik, namun terkadang masih tidak konsisten dalam menentukan mana buatan AI dan bukan.
Cocok untuk para Dosen, SEO specialist, publisher, Editor dan penulis.
Cara menggunakan Winston AI
- Cari Winston AI content detector.
- Buat akun.
- Di dashboard, pilih Paste text atau Upload document/image.
- Kalau upload gambar/scan, Winston akan pakai OCR untuk ekstrak teks.
- Klik Scan / Analyze > lihat AI score, plagiarisme, dan feedback.
- Download PDF report kalau perlu bukti ke klien/kampus.

9. GLTR
GLTR (Giant Language Model Test Room) atau JustDone AI adalah proyek lama Harvard dan MIT pada tahun 2019 yang bisa menandai prediktabilitas dengan kode warna, sehingga sangat membantu buat edukasi.
Cara kerjanya adalah visualisasi probabilitas token, jadi tiap kata diberi warna (ungu, kuning, merah, hijau) tergantung seberapa “mudah ditebak” kalau itu buatan AI atau bukan.
Tapi tool ini bekerja berbasiskan GPT-2 jadi hasilnya kurang efektif dan akurat. Beberapa pengguna juga menilai, akurasi dari GLTR ada di kisaran 70-80% dengan kelemahan di inkonsistensinya.
Cocok untuk Peneliti NLP, dosen, dan mahasiswa untuk demonstrasi kelas tentang bagaimana model bahasa bekerja dan bagaimana pola teks AI vs manusia.
Cara menggunakan GLTR
- Cari GLTR demo (gltr.io).
- Buka demo online.
- Paste teks yang mau dianalisis ke kolom input.
- Klik Analyze > GLTR akan memberi warna pada tiap kata.
- Interpretasi:
- Banyak kata berwarna “high probability” > gaya lebih mirip teks AI.
- Variasi probabilitas lebih acak > cenderung human.
- Gunakan hanya sebagai alat bantu visual, bukan keputusan final.

10. Hive Moderation
Hive Moderation adalah detektor Ai yang menggunakan sistem Multimodal content moderation, dimana bisa mendeteksi gambar, teks, video, dan audio untuk kategori seperti nudity, kekerasan, hate speech, dan juga AI-generated content.
Bisa terintegrasi ke aplikasi dan platform seperti sosial media, marketplace, dan game secara real time.
Skor kepercayaannya juga cukup baik dengan akurasi sekitar 98% khususnya pada deteksi gambar Ai dan bukan.
Jika kamu butuh alat untuk ntuk memfilter konten berbahaya, sekaligus menandai gambar/video AI, atau mencoba game dan aplikasi dalam mode beta, maka AI cocok untuk itu.
Cara menggunakan Hive Moderation
- Cari Hive Moderation AI generated content classification.
- Daftar akun dan dapatkan API key.
- Baca API docs (endpoint untuk image/video/text/audio classification).
- Di aplikasi kamu, kirim konten (URL/file) ke endpoint Hive via HTTP request.
- Terima response berupa label dan confidence score.

11. Illuminati
Illuminati adalah tool untuk mendeteksi gambar AI secara gratis. Cara pakainya mudah dan hasilnya juga cukup baik.
Sering dipakai sebagai quick check deepfake atau AI art, karena menggunakan model vision modern dan bukan sekadar ELA.
Namun ada beberapa kasus dimana terjadi inkonsistensi, seperti gambar yang seharusnya murni buatan manusia, tapi malah ditandai sekian persen buatan AI, begitu juga sebaliknya.
AI ini bisa dipakai oleh mereka yang berprofesi sebagai Desainer, kreator, seniman, Jurnalis dan fact-checker.
Cara menggunakan Illuminati
- Cari Illuminarty AI image detection dan buka webapp-nya.
- Buat akun.
- Di dashboard, pilih Image check / Content check.
- Upload atau drag-and-drop gambar.
- Klik Analyze / Detect.
- Lihat hasil

12. Fake Image Detector
Ini adalah tool untuk mendeteksi gambar AI, sesuai dengan namanya Fake Image Detector. Tampilannya sederhana dan ringan sehingga mudah untuk kamu gunakan.
Hebatnya tool ini dengan jujur dalam halaman FAQ mengklaim bahwa akurasi mereka hanya 60-70%.
Bedanya dengan Illuminati adalah Fake Image Detector masih menggunakan ELA atau Error Level Analysis.
Tapi AI ini sudah cukup jika hanya digunakan dalam lingkup pengguna umum, jurnalis warga, dan edukasi dasar soal forensik.
Cara menggunakan Fake Image Detector
- Cari Fake Image Detector ELA.
- Buka situs Fake Image Detector.
- Klik Upload Image dan pilih file JPG (<5MB).
- Klik Scan Now.
- Lihat hasil analisis.

Sudah Tahu Harus Pakai Tool yang Mana?
Setelah mencoba berbagai tool AI di atas, penting untuk diingat bahwa tidak satu pun alat yang benar-benar sempurna.
Setiap tool juga memiliki pendekatan, fitur, dan tingkat akurasi yang berbeda. Ada yang unggul dalam teks, ada juga dalam gambar, video, dan sebagainya.
Untuk hasil yang akurat, kamu bisa membandingkan antara satu tool dengan yang lain sekaligus, terutama konten dalam bidang akademik.
Namun, pada akhirnya tool hanyalah alat untuk menjaga integrasi dan orisinalitas konten. Gunakan alat ini sebagai pendukung, bukan satu-satunya penentu.
Semoga daftar ini membantu menemukan tool yang sesuai untuk kamu dan membuatmu lebih percaya dalam menilai keaslian suatu karya.

