AVIF adalah format gambar modern yang mengusung teknologi kompresi canggih dan efisien yang mampu mempertahankan kualitas gambar.
Belakangan, AVIF mulai naik ke permukaan karena selain hasil kompresinya yang mengagumkan, ia juga telah didukung mesin pencari terpopuler, yakni Google Search.
Artinya, gambar-gambar dengan resolusi tinggi berukuran kecil berformat AVIF kini sudah bisa terindeks.
Bagi pemilik situs, kabar ini tentunya sangat menguntungkan sebab mereka dapat menghemat penyimpanan website dengan lebih maksimal.
Nah, melalui informasi ini, kamu akan berkenalan secara langsung dengan format gambar AVIF, mulai dari teknologi yang diusung, hingga cara mengonversi gambarmu ke format modern yang satu ini. Yuk, mari kita mulai!
Apa Itu AVIF?
AV1 Image File Format atau AVIF adalah format gambar baru yang mengusung teknologi kompresi canggih, sehingga mampu menghasilkan gambar berukuran kecil tanpa mengorbankan kualitasnya.
Penamaan AV1 berasal dari codec video open-source yang mulanya dikembangkan untuk mengompresi video, tapi diadaptasi untuk gambar. Kemudian, lahirlah format gambar AVIF seperti yang kita kenal sekarang.
Dalam sebuah pengetesan framework yang dikembangkan oleh Netflix, seperti yang dilansir dari web.dev, melaporkan bahwa AVIF menunjukkan pengurangan ukuran file secara signifikan jika disandingkan dengan JPEG maupun WebP.
Format gambar besutan Alliance for Open Media (AOMedia) ini jelas amat menguntungkan, terutama bagi para pengelola situs yang tengah gencar dalam membuat konten.
Sebab, format ini tak hanya memangkas ukuran jadi lebih kecil yang berdampak pada penyimpanan, melainkan juga meningkatkan kecepatan loading gambar saat diakses.
Seperti diketahui, kecepatan sangat berperan dalam penerapan SEO. Dan AVIF punya kontribusi yang penting di sini.
Kelebihan AVIF
Di kalangan pengelola website yang sedang menerapkan SEO, format gambar adalah aspek yang tak akan mereka lewatkan, dan WebP (weppi) umumnya jadi gambar yang digunakan, di samping JPEG.
Akan tetapi, setelah kini didukung Google Search dan dimunculkan dalam hasil pencarian, format gambar AVIF layak menjadi pesaing ketat dari WebP dan pendahulunya karena menawarkan beberapa kelebihan, seperti:
1. Ukuran File Lebih Ringan, Tapi Tetap Tajam
Salah satu keunggulan paling mencolok dari AVIF adalah efisiensi kompresinya yang mengagumkan.
Berkat teknologi dari codec AV1, AVIF mampu mengurangi ukuran file secara drastis, bahkan hingga 50% lebih kecil dibanding JPEG tanpa mengorbankan kualitas visual.
Bagi pemilik website atau aplikasi yang mengutamakan kecepatan loading halaman dan efisiensi bandwidth, tentu penggunaan format ini sangat menguntungkan.
Pasalnya, semakin kecil ukuran gambar, semakin cepat website bisa diakses, dan ini juga berdampak positif pada pengalaman pengguna (UX) serta peringkat SEO.
2. Visual Lebih Kaya dan Modern
Tidak hanya soal ukuran, AVIF juga menghadirkan kualitas gambar yang jempolan.
Format ini mendukung fitur-fitur modern seperti HDR (High Dynamic Range) untuk pencahayaan yang lebih dinamis, wide color gamut untuk warna yang lebih hidup, serta alpha channel untuk transparansi seperti pada PNG.
Kombinasi ini menjadikan AVIF ideal untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tampilan produk di toko online, fotografi berkualitas tinggi, hingga elemen UI yang butuh ketajaman visual.
Bahkan, desainer dan fotografer digital bisa menikmati lebih banyak fleksibilitas dalam menyajikan karya visual mereka secara online.
3. Bebas Biaya dan Terbuka untuk Semua
Salah satu alasan AVIF makin diminati adalah karena sifatnya yang open-source dan royalty-free.
Format ini dikembangkan dari codec AV1 oleh Alliance for Open Media (AOM), yang berarti tidak ada biaya lisensi untuk menggunakannya.
Dengan begini, AVIF sangat membantu para pengembang, startup, hingga media kecil yang ingin memanfaatkan teknologi terkini tanpa harus terbebani biaya tambahan.
Selain itu, karena tidak ada batasan paten, akselerasi dalam mengadopsi format AVIF juga bisa lebih luas dan cepat di berbagai platform.
4. Sudah Didukung Banyak Browser dan Tools Modern
Seiring meningkatnya popularitas AVIF, dukungan dari ekosistem digital juga makin luas.
Saat ini, format AVIF sudah didukung oleh browser besar seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, dan Microsoft Edge.
Selain itu, banyak Content Delivery Network (CDN), Content Management System (CMS), dan aplikasi penyuntingan gambar modern juga mulai menyediakan opsi konversi dan pengelolaan gambar dalam format AVIF.
Hal ini tentunya bakal mempermudah integrasi ke dalam workflow harian kamu, baik untuk kebutuhan personal maupun profesional.
Kekurangan AVIF
Meski AVIF menawarkan banyak keunggulan, bukan berarti format ini tanpa kekurangan.
Sebagai teknologi yang relatif baru, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum sepenuhnya mengadopsinya.
1. Belum Didukung Semua Browser dan Sistem Operasi
Kendati AVIF sudah didukung oleh browser modern seperti Chrome, Firefox, dan Edge, browser lama seperti Internet Explorer tidak mendukung format ini sama sekali.
Jadi, kalau situsmu masih dikunjungi oleh pengguna dengan perangkat atau browser lama, kamu tetap perlu menyediakan gambar alternatif, seperti JPEG atau PNG, agar semua pengunjung bisa melihat kontenmu dengan baik.
Selain itu, sejak artikel ini tayang, sistem operasi Windows 10 masih belum mendukung file AVIF, sehingga gambar dalam format ini tidak bisa dibuka langsung di File Explorer atau aplikasi bawaan seperti Photos.
Pengguna harus menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti atau plugin tambahan agar bisa melihat file AVIF di perangkat Windows.
Tapi untuk Windows 11, pengguna tidak perlu khawatir karena format AVIF sudah didukung dan bisa diakses tanpa aplikasi pihak ketiga.
2. Proses Encoding Lebih Rumit dan Memakan Waktu
Teknologi kompresi AVIF memang canggih, tetapi efek sampingnya, proses encoding yang dilakukan bisa lebih lambat dibanding format seperti JPEG.
Artinya, saat kamu mengonversi gambar ke format AVIF, terutama dalam jumlah banyak, waktu prosesnya bisa jadi lebih lama.
Hal ini mungkin jadi tantangan bagi content creator atau tim desain yang bekerja dengan deadline ketat dan volume gambar yang besar.
3. Belum Didukung Penuh di Semua Aplikasi Editing
Kabar baiknya, Adobe Photoshop kini sudah mendukung format AVIF secara bawaan, sehingga kamu bisa membuka dan menyimpan file AVIF tanpa tambahan plugin.
Namun, tidak semua aplikasi editing gambar lain mendukung AVIF, terutama software lama atau tool yang belum diperbarui.
Jadi, kalau kamu menggunakan aplikasi alternatif selain Photoshop atau GIMP, pastikan sudah mendukung AVIF atau siapkan converter sebagai alternatifnya, ya.
Bagaimana Cara Menggunakan Format Gambar AVIF
Usai mengenal apa itu AVIF beserta kelebihan dan kekurangannya, bisa dilihat bahwa sebenarnya format gambar ini mengusung efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi.
AVIF bisa digunakan di berbagai kebutuhan, terutama yang berhubungan dengan web dan aplikasi yang menginginkan gambar berkualitas tinggi dengan ukuran file yang kecil.
Berikut beberapa cara umum menggunakan gambar AVIF:
1. Convert ke Format AVIF
Cara pertama menggunakan format gambar AVIF adalah dengan mengonversinya.
Jika gambarmu memiliki format JPEG atau yang lainnya, kamu bisa memanfaatkan situs maupun aplikasi konversi format gambar.
Beberapa di antaranya adalah cloudconvert.com, cloudinary.com, dan sebagainya.
2. WordPress
Selanjutnya, untuk penggunaan di website, untungnya CMS seperti WordPress sudah mendukung format AVIF.
Kamu hanya perlu mengunggah gambar berformat AVIF ke Media, lalu menambahkannya melalui postingan artikel maupun halaman untuk menampilkannya.
Tertarik Mencoba AVIF?
Itulah tadi ulasan seputar AVIF, sebuah format gambar modern yang memiliki kompresi tinggi dengan tetap mempertahankan kualitasnya.
Format gambar ini sangat ideal bagi semua orang, termasuk pengelola website yang ingin mendapat sederet manfaat, mulai dari penggunaan penyimpanan yang lebih hemat, serta performa UX yang lebih optimal.
Jadi, bagaimana, Sahabat Qwords, apakah kamu tertarik mencoba format gambar AVIF?


