- Memahami perbedaan mendasar antara Web Hosting konvensional yang bersifat umum dengan WordPress Hosting yang telah dioptimasi khusus untuk CMS WordPress.
- Perbandingan aspek teknis mulai dari spesifikasi server, fitur akselerasi seperti LiteSpeed Caching, hingga sistem keamanan WAF yang lebih spesifik.
- Keunggulan WordPress Hosting dalam hal kemudahan manajemen melalui fitur WordPress Toolkit, Auto Update, dan Staging Environment untuk uji coba situs.
- Analisis nilai investasi (price-to-performance) untuk membantu Sahabat Qwords memilih paket hosting yang paling sesuai dengan skala kebutuhan bisnis atau blog.
*Diperbarui pada tanggal 13 Januari 2026
Memilih hosting memang perlu kejelian dan kesadaran akan kebutuhan Sahabat Qwords untuk menjalankan web.
Kini ada beberapa jenis hosting yang umum digunakan, yaitu Web Hosting dan WordPress Hosting.
Keduanya seperti rumah kosong dan smart home, punya karakteristik yang kalau digunakan sesuai tujuan dan kebutuhan pasti menguntungkan.
Lantas, apa saja perbedaan WordPress Hosting dan Web Hosting (biasa)?
Dan mana yang lebih baik dari segi performanya?
Yuk simak ulasannya berikut ini!
Perbedaan Hosting Biasa dan WordPress Hosting
Secara umum, hosting adalah layanan yang menyediakan ruang penyimpanan dan sumber daya pada server agar website atau aplikasi dapat diakses melalui internet.
Hosting juga bisa diibaratkan seperti “tanah tempat rumah berdiri”, di mana website menjadi “rumah”-nya dan domain adalah “alamat”-nya.
Tanpa hosting, website tidak bisa ditampilkan atau diakses oleh orang lain secara online.
Sementara itu, bila dilihat berdasarkan definisinya, web hosting mengacu pada layanan hosting yang menyeluruh, misalnya Shared Hosting, Dedicated Hosting, dan sebagainya.
Kamu bisa memakainya untuk mengelola berbagai jenis website, misalnya web berbasis WordPress, HTMly, atau CMS lainnya.
Sedangkan, WordPress hosting cenderung diformulasikan secara khusus untuk menjalankan CMS WordPress dengan optimal.
Pada dasarnya, WordPress hosting merupakan turunan dari web hosting dengan spesialisasi khusus untuk WordPress.
Nah, secara umum perbedaan Web Hosting dan WordPress hosting, yaitu
1. Spesifikasi
Spesifikasi kedua jenis hosting ini sangat bergantung dengan pihak penyedianya.
Ada yang memberikan spesifikasi lebih tinggi pada hosting biasa, begitu pun sebaliknya.
Jika melihat contoh paket hosting yang ada di Qwords, Cloud Hosting WP memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan Cloud Hosting Lite Starter (paket Web Hosting paling terjangkau).
Berdasarkan pola tersebut, WordPress Hosting memang didesain memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibanding paket hosting biasa (basic).
2. Fitur
Pada hosting biasa, fitur yang ditawarkan lebih menyeluruh untuk berbagai keperluan penggunanya.
Maka tidak heran apabila kamu akan mendapatkan banyak pilihan CMS yang ada, misalnya WordPress, HTMLy, Joomla, dan sebagainya.
Sedangkan WordPress hosting, sesuai namanya, lebih menitikberatkan kinerja dan fitur yang spesifik sesuai fungsi WordPress, salah satunya adalah Boost Power.
Fitur itu mampu mengakselerasi performa server saat menghadapi banyak kunjungan dalam waktu bersamaan.
Kalau kamu melihat paket Cloud Hosting WP di Qwords, ada sebuah fitur tambahan yang sangat berguna saat ingin digunakan untuk membuat toko online, yaitu addon payment gateway.
Addon payment gateway itu bisa kamu dapatkan secara gratis! Lihat detail.
Secara umum, kedua jenis hosting itu memang bisa menjalankan website dengan CMS WordPress.
Namun, karena spesifikasi, fitur, serta optimasi khusus, tentu WordPress hosting akan menawarkan performa yang lebih baik.
3. Harga
Ada harga, ada rupa, begitulah gambaran yang akan menunjukkan performa antara web hosting dengan WordPress hosting.
Karena, WordPress hosting memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan hosting stkamur.
Di Qwords sendiri, harga Cloud Hosting WP (WordPress hosting) sudah bisa kamu akses mulai dari harga Rp95.000, sementara Cloud Hosting Lite (web hosting) dibanderol mulai dari Rp25.000.
4. Performa
Bicara soal performa, setiap pengguna tentu ingin website mereka memiliki kecepatan yang baik saat diakses.
Nah, di sini pemilihan spesifikasi hosting memegang peran yang sangat besar.
Sebab, performa website akan ditentukan oleh spesifikasi hosting yang diberikan.
Namun, bila melihat ulasan sebelumnya mengenai spesifikasi yang menyatakan bahwa WordPress hosting lebih bagus, tentu performa di atas kertas akan lebih baik dibandingkan hosting biasa.
Sebelum itu, pastikan juga bahwa penyedia hosting yang akan kamu pilih menjamin uptime server dengan stabil.
Percuma kalau spesifikasi hosting dan harga yang ditawarkan sangat menarik, tapi ternyata harus ditukar dengan uptime server yang buruk.
5. Kemudahan Penggunaan
Dalam penggunaanya, keberadaan hosting memang berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam mengelola website.
Karena pada dasarnya, penyedia hosting juga telah menyertakan berbagai fitur yang digunakan untuk membangun website supaya lebih mudah.
Perbedaan Fitur Teknis
Kalau sekilas harga WordPress Hosting terkesan lebih mahal, hal itu karena fitur teknis kelas atas yang tidak akan didapatkan di web hosting biasa.
Fitur-fitur ini bukan sekadar tambahan saja, tapi memang akan sangat meningkatkan kecepatan, keamanan, dan workflow WordPress kamu.
Server Side Caching (LiteSpeed Caching)
Di hosting biasa, caching biasanya hanya lewat plugin yang berjalan di dalam WordPress.
Di WordPress Hosting, servernya sendiri sudah di-optimasi untuk caching di level server seperti LiteSpeed cache yang mampu menyajikan konten langsung dari memori server tanpa harus memproses ulang script setiap kali ada visitor baru.
Hal ini membuat load time jauh lebih cepat tanpa konfigurasi rumit.
WordPress Toolkit
WordPress Toolkit adalah panel khusus yang memudahkan manajemen situs WordPress secara all in one:
- Instal WordPress dengan 1 klik
- Update core/plugin/theme otomatis
- Backup and restore
- Clone and staging situs
Semua bisa dilakukan tanpa masuk ke dashboard WP satu per satu, sebab fitur yang jarang ada di hosting biasa.
WAF (Web Application Firewall) Khusus WordPress
Firewall biasa mungkin hanya proteksi dasar.
Nah, di WordPress Hosting umumnya punya WAF yang dikonfigurasi untuk pola serangan WordPress, sehingga request mencurigakan bisa diblok sebelum sempat mencapai aplikasi WordPress-mu.
Pengaturan ini jauh lebih efektif daripada sekadar memasang plugin keamanan di WP.
Staging Environment, Uji Coba Tanpa Risiko
Fitur ini memungkinkan kamu membuat salinan situs (staging) untuk testing update plugin/tema atau layout baru sebelum diterapkan ke situs live.
Kalau hasilnya crash di staging, situs live tetap aman.
Fitur ini otomatis disediakan di banyak paket WordPress Hosting, sedangkan di hosting biasa saat staging seringkali memerlukan plugin tambahan atau manual setup.
Duel Performa dan Fitur: Hosting Biasa vs WordPress Hosting
Fitur Teknik | Hosting Biasa | WordPress Hosting |
| Caching | Plugin saja | Server Side Caching (LiteSpeed) |
| Manajemen WordPress | Manual | WordPress Toolkit 1 klik |
| Keamanan | Plugin biasa | WAF dan proteksi tingkat server |
| Testing fitur baru | Plugin/Manual | Built in Staging |
| Update WP core dan plugin | Manual | Otomatis dan terkoordinasi |
4 Fitur Curang yang Hanya Ada di WordPress Hosting
Kalau kamu sudah paham perbedaan antara Managed WordPress Hosting (layanan VIP yang dirancang khusus untuk WordPress) dengan web hosting biasa di mana provider mengurus banyak hal teknis agar kamu tinggal fokus ke konten.
Ini dia empat fitur unggulan yang sering menjadikan performa dan keamanan WordPress makin nendang.
1. Auto Update Core dan Plugin
Salah satu keuntungan besar Managed WordPress Hosting dibanding hosting biasa adalah pembaruan otomatis untuk WordPress core dan plugin.
Aspek ini penting, karena versi yang lebih lama bisa menghasilkan bug, error, atau celah keamanan.
Dengan fitur Auto Update, server yang otomatis update core WP dan plugin, kamu jadi tidak perlu khawatir lupa update dan mengalami situs tiba-tiba error. Scary maintenance bisa di-skip!
2. Resource Isolation
Jika di shared Web Hosting biasa, resource (CPU/RAM) sering dibagi antar banyak user di satu server.
Nah, kalau satu user terkena spike trafik atau spam bot, website kamu bisa ikut tumbang.
Dengan WordPress Hosting, teknologi isolasi resource jadi lebih ketat, sehingga setiap WP punya wadahnya sendiri dan cross noise antar pengguna bisa diminimalkan.
Kondisi dan aspek ini penting untuk load time yang konsisten dan uptime stabil, meskipun situs lain di server sedang ramai.
3. Support Spesialis WP
Masalah WordPress memang kadang bisa sangat unik, seperti konflik plugin, White Screen of Death, atau error PHP yang spesifik WordPress.
Di Managed WP Hosting, tim support tidak hanya akan tahu servernya saja, tapi juga berpengalaman mengatasi troubleshooting masalah WordPress (bukan sekadar restart server).
Kondisi ini beda sekali dengan support Web Hosting umum yang seringkali hanya menjawab “server oke kok”.
Semakin advance tim support-nya, maka makin mudah kamu kalau harus berhadapan dengan masalah teknis yang tiba-tiba.
4. Pre Installed Themes/Plugins
Salah satu bonus nyata dari Qwords WordPress Hosting adalah bundle premium templates atau plugin, seperti
Elementor Pro atau tema premium lain yang sudah terpasang otomatis saat setup.
Paket ini tidak hanya sekadar menghemat waktu saja, tapi juga bisa membuat tampilan situs kamu langsung profesional tanpa harus mencari dan instal plugin berbayar terpisah.
Fitur seperti ini jarang ada di Web Hosting biasa yang hanya menyediakan server kosong.
Fitur Tambahan yang Wajib Kamu Tahu
Selain empat fitur utama di atas, Managed WordPress Hosting juga biasanya mencakup:
- Malware Scanning and Security Hardening: proteksi otomatis dari malware, serangan siber, dan exploit (Imunify360 atau setara).
- Daily Backups: cadangan otomatis yang bisa di-roll back sewaktu-waktu.
- Scalability: kemampuan upgrade resource saat trafik naik atau saat konten jadi viral.
Jadi, dalam hal kemudahannya, kedua jenis hosting itu sama-sama menawarkan kemudahan.
Sebagai contoh, kalau dulu proses desain website harus dilakukan dengan coding, kini kamu bisa melakukannya dengan memanfaatkan web builder seperti Elementor maupun Divi.
Bahkan, sesederhana memublikasikan artikel, dulu tidak semudah sekarang yang dengan praktis bisa menggunakan CMS, salah satunya WordPress.
Nah, itulah kelima perbedaan mendasar antara hosting biasa dengan WordPress hosting.
Dalam perbandingan tersebut, kami menggunakan contoh dari produk Cloud Hosting Lite Starter dan Cloud Hosting WP sebagai gambaran.
FAQ
Web Hosting vs Website Builder: Bedanya Apa?
Website Builder (seperti Wix/Shopify) memberi solusi cepat siap pakai, tapi sering terbatas dalam kustomisasi dan struktur konten.
Sementara Web Hosting yang dipadukan dengan WordPress memberi kebebasan penuh 100% custom.
Kamu bisa memasang plugin/tema sendiri, edit code, bahkan integrasi API.
Kamu pun bisa lebih bebas berkreasi, dibanding builder lain yang lebih tertutup atau terbatas.
WordPress Hosting Murah: Worth it Gak?
Murah boleh, tapi cek lagi apa saja yang akan kamu dapatkan.
- Apakah akan dapat NVMe/SSD storage?
- Apakah akan dapat Server side caching?
- Apakah akan dapat WAF internal?
Kalau semua itu ada, kamu apakah kamu akan mendapat value besar untuk menunjang performance dan stabilitas yang tidak bisa diperoleh dari hosting biasa.
Bisa Install WordPress di Web Hosting Biasa?
Bisa! Kamu tetap bisa instal WordPress di hosting biasa, sama seperti perumpamaan orang yang bisa nyetir mobil dengan bensin eceran.
Tapi WordPress Hosting ini memang ibarat bensin premium dan tuning mesin yang hasilnya akan lebih cepat, responsif, dan stabil daripada hanya mengandalkan plugin optimasi saja.
Mana yang Jadi Pilihanmu?
Sahabat Qwords, WordPress Hosting memang bukan sekedar hosting biasa yang diberi logo “WordPress”.
Ini adalah platform yang dirancang khusus untuk CMS WordPress dengan fitur teknis yang akan memberi efek ke kecepatan, keamanan, dan pengalaman pengguna.
Kesimpulannya, jika kamu mempunyai dana terbatas dan cukup untuk membeli paket WordPress Hosting, maka performa yang diberikan akan lebih bagus dibandingkan hosting biasa.
Namun, apakah hosting biasa performanya buruk? Tidak juga.
Kalau kamu menggunakannya sesuai dengan kebutuhan, maka hosting dengan spesifikasi yang biasa/stkamur pun sudah sangat cukup.
Jadi, kalau kamu serius ingin bikin toko online atau situs yang anti lemot dan aman, memilih WordPress Hosting Qwords bisa jadi keputusan yang worth it.
Dengan WordPress Hosting dari Qwords kamu dapat gratis domain pilihan seperti .com/.id dan SSL gratis untuk proteksi keamanan serta kepercayaan pengunjung, tanpa biaya tambahan yang sering muncul kalau pakai layanan lain.
Ditambah lagi teknologi servernya yang sudah di-optimasi khusus untuk WordPress termasuk LiteSpeed caching dan fitur pendukung lain, membuat load speed dan stabilitas website kamu jauh lebih unggul dibanding hosting biasa.
Jadi, kalau kamu mau toko online yang cepat, stabil, dan siap terima pembayaran tanpa ribet, saatnya bangun website-mu sendiri dengan WordPress Hosting Qwords (Gratis Domain & SSL) adalah pilihan yang layak untuk kamu pertimbangkan.
Yuk langsung pilih paket pilihanmu dan luncurkan website ngebutmu sekarang!


