Memiliki website dengan loading yang lelet tentunya akan memengaruhi user experience pengunjung saat mengaksesnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab Think With Google mengatakan bahwa sebanyak 53% kunjungan meninggalkan website jika harus menunggu lebih dari 3 detik.
Dalam waktu yang sesingkat itu, sebuah bisnis atau brand yang punya website bisa kehilangan banyak pengunjung yang barangkali sebagian di ataranya merupakan pengunjung potensial.
Lalu, bagaimana cara mempercepat loading website? Artikel ini akan menjelaskan beberapa langkahnya untukmu, jadi pastikan kamu tidak melewatkannya, ya, Sahabat Qwords!
Cara Mempercepat Loading Website dengan 8 Metode Berbeda
Sebelum mempraktikkan tiap-tiap metodenya, kamu mesti mengetahui seberapa kencang website-mu saat diakses. Caranya adalah melalui situs benchmark seperti PageSpeed Insights, GTmetrix, atau Pingdom.
Idealnya, kamu sebaiknya memiliki website yang memiliki loading halaman selama 3 atau 2 detik untuk situs e-commerce.
Itu artinya, kamu juga boleh, kok, kalau ingin punya kecepatan loading 1 detik. Justru hal itu akan semakin bagus. Barangkali sepuluh cara mempercepat loading halaman website ini bisa membantumu!
1. Hapus Plugin yang Tidak Perlu

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menghapus plugin yang tidak terpakai. Cukup gunakan plugin website yang hanya kamu butuhkan.
Hindari menginstal plugin dengan fungsi yang mirip dengan harapan untuk mengombinasikan fiturnya, sebab biasanya hanya akan membuat situsmu jadi lebih lambat.
Selain memperlambat website, plugin yang tidak diperlukan juga menambah beban pada database website kamu yang nantinya bisa memakan waktu lebih dalam proses menampilkan data.
Jika tidak bisa memastikan plugin apa yang perlu dihapus, kamu bisa mengetahuinya dengan memanfaatkan bantuan Code Profiler, sebuah plugin yang akan menganalisis plugin di website-mu. Dengannya, kamu bisa tahu plugin mana yang memberatkan performa situs kamu.
2. Perkecil Ukuran Gambar
Salah satu faktor penting yang sering kali terabaikan dalam mempercepat loading website adalah ukuran gambar. File gambar yang terlalu besar dapat memperlambat proses loading halaman, terutama bagi pengunjung yang menggunakan koneksi internet tidak stabil.
Untuk menjaga performa website tetap optimal, sangat disarankan agar setiap gambar yang diunggah berukuran di bawah 100 KB.
Selain itu, gunakan format modern seperti WebP atau AVIF yang mampu menyajikan kualitas gambar tinggi dengan ukuran file yang jauh lebih efisien dibandingkan format lama seperti JPEG atau PNG.
Jika kamu sudah terlanjur mengunggah gambar berukuran besar, jangan khawatir. Ada banyak tool optimasi gambar yang bisa membantu mengecilkan ukuran file tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan. Beberapa yang direkomendasikan, terutama jika kamu menggunakan WordPress, antara lain:
-
Imagify – Cocok untuk kompresi otomatis dan pengaturan yang mudah.
-
Smush – Populer berkat antarmuka yang sederhana dan fitur kompresi massal.
-
EWWW Image Optimizer – Memudahkan kompresi langsung di server tanpa perlu mengunggah ulang.
Dengan mengoptimalkan ukuran dan format gambar, kamu bisa meningkatkan kecepatan website secara signifikan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.
3. Aktifkan Lazy Load untuk Gambar dan Video
Lazy load adalah teknik untuk menunda pemuatan gambar atau video di halaman website sampai elemen tersebut benar-benar akan ditampilkan di layar (viewport).
Ini artinya, gambar tidak akan langsung dimuat saat halaman dibuka, melainkan hanya ketika pengunjung menggulir ke bagian yang menampilkan gambar tersebut.
Dengan begitu, proses loading halaman bisa jadi lebih cepat, terutama untuk halaman yang panjang dan penuh media visual.
4. Pilih Hosting Terbaik
Kecepatan website juga sangat ditentukan oleh kualitas layanan hosting yang kamu gunakan. Hosting yang lambat atau tidak stabil bisa menghambat performa website, meskipun elemen lainnya sudah dioptimalkan.
Untuk itu, pastikan kamu memilih penyedia hosting dengan spesifikasi yang sesuai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menggunakan SSD untuk kecepatan baca-tulis yang lebih cepat
- Memiliki uptime tinggi dan server yang andal
- Menyediakan fitur caching bawaan
- Support teknis yang sigap dan responsif
Jika kamu masih bingung dalam menentukan pilihan, silakan baca panduan lengkap kami tentang cara memilih hosting.
Di sana dijelaskan berbagai jenis hosting dan bagaimana memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan website kamu.
Atau kalau kamu ingin pindah hosting ke Qwords, kamu akan langsung dapat gratis 1 tahun Container Hosting. Tapi jika kamu tertarik membeli paketnya, harganya hanya 15rb per bulan.
Nah, dengan memilih hosting yang cepat dan canggih, maka website kamu juga dijamin jadi cepat. Pindah sekarang dan tingkatkan kecepatan website kamu supaya tidak kehilangan traffic!
Berikut ini adalah hasil pengetesan dari performa website utama Qwords yang menggunakan paket hosting dengan infrastruktur kontainerisasi Container Hosting

Bingung harus mulai optimasi dari mana? Download eBook “Checklist 20 Menit Website Cepat” GRATIS. Panduan praktis langkah demi langkah agar website auto-ngebut tanpa ribet. Masukkan email di bawah ini, eBook akan otomatis terbuka!
5. Gunakan Plugin Caching
Salah satu cara mempercepat loading halaman website yang paling efektif adalah dengan mengaktifkan caching.
Caching merupakan proses penyimpanan sementara data dari suatu website di perangkat pengunjung atau server, agar saat halaman yang sama dibuka kembali, sistem tidak perlu memuat semuanya dari awal. Hasilnya? Waktu loading jadi jauh lebih cepat, terutama saat akses kedua dan seterusnya.
Tanpa caching, setiap kunjungan ke website akan memuat ulang seluruh data seperti gambar, stylesheet, dan script dari awal. Ini tentu membebani server dan memperlambat proses loading, terutama pada website dengan banyak elemen.
Untuk pengguna WordPress, berikut ini beberapa plugin caching populer yang bisa kamu gunakan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kecepatan website:
- W3 Total Cache – Lengkap dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
- WP Rocket – Salah satu plugin caching premium dengan performa optimal.
- WP Super Cache – Cocok untuk pemula dan mudah diatur.
- WP Fastest Cache – Ringan dan efisien.
- Hyper Cache – Efektif untuk blog dan website kecil.
6. Aktifkan GZIP Compression
Cara mempercepat loading halaman website yang berikutnya adalah dengan mengaktifkan GZIP compression.
Teknologi ini bekerja dengan cara mengompresi file-file website (seperti HTML, CSS, dan JavaScript) agar ukurannya menjadi lebih kecil saat dikirim ke browser pengunjung.
Sebagai ilustrasi, jika ukuran file tanpa kompresi mencapai 100 MB. Dengan GZIP, ukuran tersebut bisa dikurangi drastis menjadi sekitar 25 MB.
Efeknya, waktu loading halaman pun menjadi jauh lebih cepat, terutama saat diakses oleh pengguna dengan koneksi internet terbatas. Berikut panduan mengaktifkan GZIP Compression.
Namun sebelum menerapkan GZIP, ada baiknya kamu memastikan apakah fitur ini sudah aktif. Cukup akses tautan https://www.giftofspeed.com/gzip-test/ dan masukkan URL website kamu untuk mengeceknya secara gratis.
7. Optimasi Database Website
Seiring waktu, database WordPress bisa dipenuhi dengan data yang sebenarnya tidak lagi dibutuhkan, seperti revisi postingan, komentar spam, atau entri yang belum selesai. Jika tidak dibersihkan secara rutin, hal ini bisa memperlambat kinerja website kamu.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu repot mengedit kode atau mengakses database secara manual. Cukup gunakan plugin seperti WP-Optimize, dan proses optimasi bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik.
Plugin ini membantu:
- Membersihkan post revisi, draft, dan komentar spam
- Menghapus data transient yang tidak diperlukan
- Mengoptimalkan tabel database secara otomatis
- Menyediakan fitur tambahan seperti kompresi gambar dan pengaturan terjemahan
8. Minify File CSS dan Javascript
Minify adalah proses menghapus karakter yang tidak diperlukan dalam kode, seperti spasi, komentar, dan baris kosong tanpa mengubah fungsi dari kode tersebut.
Hasilnya, ukuran file menjadi jauh lebih ringan dan dapat dieksekusi browser dengan lebih cepat. Hal ini tentu berdampak langsung pada kecepatan akses website kamu.
Untuk pengguna WordPress, salah satu plugin yang direkomendasikan adalah Autoptimize. Plugin ini mudah digunakan, cukup diaktifkan dan dikonfigurasi sedikit, kamu sudah bisa:
- Minify file CSS, JavaScript, dan HTML
- Menggabungkan file untuk mengurangi HTTP request
- Mengatur pemuatan resource agar lebih efisien
Dengan langkah ini, kamu bisa meningkatkan performa website secara signifikan, terutama pada perangkat mobile dan koneksi lambat.
9. Pilih Tema Website yang Ringan
Tidak semua tema WordPress dibuat dengan performa sebagai prioritas. Beberapa tema terlalu banyak menggunakan elemen visual berat, slider, dan script tambahan yang justru membebani loading website.
Gunakan tema yang ringan, clean, dan telah dioptimasi untuk kecepatan, seperti Astra, GeneratePress, atau Neve. Tema seperti ini biasanya sudah mendukung lazy load, struktur HTML5, dan kompatibel dengan plugin caching.
10. Gunakan Embed untuk Konten Video
Mengunggah video langsung ke dalam website bisa membuat halaman jadi berat dan memperlambat loading. Apalagi jika video tersebut memiliki ukuran besar.
Solusinya, gunakan fitur embed dari platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, atau yang lainnya. Cukup tempelkan link video ke dalam editor, dan video akan ditampilkan tanpa membebani server hosting-mu secara langsung.
Pada artikel lain, kami juga pernah membahas cara embed video dari Instagram maupun YouTube, lo!
11. Gunakan CDN (Content Delivery Network)
CDN adalah jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi di dunia dan berfungsi untuk menyajikan konten statis (seperti gambar, CSS, dan JavaScript) dari server yang paling dekat dengan lokasi pengunjung.
Dengan CDN, loading halaman website akan jauh lebih cepat, terutama untuk pengunjung dari luar negeri. Beberapa CDN populer adalah Cloudflare, BunnyCDN, dan StackPath.
12. Rutin Update CMS, Tema, dan Plugin
CMS seperti WordPress terus diperbarui untuk meningkatkan performa, keamanan, dan kompatibilitas. Pastikan kamu selalu menggunakan versi terbaru dari:
- WordPress Core
- Tema yang digunakan
- Plugin aktif
Selain menjaga keamanan, update ini juga sering membawa perbaikan performa yang membuat website berjalan lebih cepat dan stabil.
Itulah tadi 12 cara mempercepat loading website yang bisa kamu terapkan. Semoga langkah-langkah ini bisa membantumu memberikan performa website yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat mencoba dan semoga berhasil, Sahabat Qwords!
Villa puncak
5 December 2019Gan ada punya artikel untuk seting plugin di atas ga??
adminblog
6 December 2019Plugin yg mana kak?
Sekalian tuliskan disini nanti kita tambahkan.
Terima kasih
Sarang Walet
14 December 2019Plugin WP Rocket bener-bener recommended banget buat naikkin kecepatan situs, meskipun tampilannya jadi sederhana, tidak banyak animasi atau style lainnya tapi sangat bangus banget untuk On Page SEO terutama untuk pengunjung yang menggunakan smartphone. Algoritma Google sepertinya masih menilai loading page situs, kan?
adminblog
16 December 2019masih kak kecepatan load sekarang menjadi salah satu metrik penilaian SEO.
thanks udah berkunjung 🙂
furnijid
18 December 2019Cara setting WP-Optimize dan Autoptimize gan?
adminblog
18 December 2019Coba seting sendiri dulu kak,
tiap website memiliki setting plugin yang berbeda tergantung dari spesifikasi hosting dan konten website.
Thanks sudah berkunjung kak 🙂
Awesome
2 January 2020Solusi website yang berat karena jquery gimana ya? Apa perlu dihapus (tidak menggunakan jquery) dan menggantinya dengan pure javascript atau tidak perlu dihapus? Saran dan jawabannya kak. hehe
adminblog
3 January 2020Coba dicek di gtmetrix yg menjadi penyebab utamanya apa?
Biasanya masalah yg banyak ditemui dari gambar yang terlalu besar.
Thanks
Sales Daihatsu Bali
17 January 2020Terima kasih infonya suhu
Eril
17 January 2020Terima kasih sudah berkunjung kak,
Jangan lupa untuk urusan domain hosting percayakan pada Qwords saja.
Fortune Kreatif
6 February 2020untuk hosting yang cepat, apa saja kak ?
Eril
19 March 2020Coba layanan hosting dari Qwords kak,
Silahkan pilih paketnya tergantung kebutuhan saja.
Terima kasih
aqil
12 February 2020gzip.com udah gak bisa… tolong direvisi
Eril
19 March 2020Oke thanks revisinya kak.
Solusi web Lemot
19 March 2020saya pake wp super cache tetap lemot gan..
ada cara lain kah?
Eril
20 March 2020Masih pake shared hosting?
kalau ingin yg lebih cepat bisa upgrade ke VPS.
egiandrea
2 April 2020Kecepatan sudah diatas 70 untuk mobile, thanks infonya. Semoga bisa menambah kecepatan website lagi terutama untuk mobile
Eril
3 April 2020Tambahin lagi kak biar makin cepet loadingnya.
Terima kasih
egiandrea
3 April 2020Thanks infonya, kebetulan sedang mengoptimalkan kecepatan website.
irwin
18 April 2020Untuk Penggunaan CDN dari Traffik Indonesia perlu tidak yah?
makasih
Eril
20 April 2020Kira -kira traffic harian berapa?
Kalau tidak bisa dicoba terlebih dahulu apakah cocok atau tidak.
Thanks sudah berkunjung di blog Qwords.
Memarak
19 May 2020Iya bener ternyata kebanyakan image yg size nya gede, mau nyoba di praktekin mudah mudahan jadi fast loading , matur suwun infonya kak Eril
Eril
20 May 2020Silahkan dicoba kak dan semoga berhasil websitenya semakin cepat.
Terima kasih sudah berkunjung di Blog Qwords kak
Pengangguran
31 May 2020Apakah hosting sangat berpengaruh dengan kecepatan website?
Dan apakah memakai vps jauh lebih cepay dari pakai hosting
Eril
2 June 2020Betul sekali kak,
Hosting memiliki andil dalam kecepatan website, jika server bagus maka kecepatan website bisa meningkat.
VPS bisa lebih cepat karena spesifikasinya lebih tinggi dari share hosting.
Terima kasih kak sudah berkunjung di blog Qwords.
nanang susanto
3 June 2020Apakah Boleh semua plugin yang direkomendasikan diatas kita install semua??? Misal, Autoptimize, WP Optimize sama Plugin cache nya?
Eril
5 June 2020Cukup satu saja kak biar tidak ada crash antar plugin, lagian fungsinya itu sama saja.
Terima kasih sudah berkunjung di blog Qwords.
Magister Psikologi UMA
24 June 2020keren kak informasinya, terimakasih
Eril
25 June 2020Terima kasih sudah berkunjung di Blog Qwords.
Haiki
26 June 2020Saya udah coba gan semuanya.. sesuai petunjuk artikel ini .. bagus nih dan jadi lebih tau banyak tentang tools buat tes kecepatan selain gtmetrix..
sekalian mau nanya juga nih… kecepatan di gtmetrix bagus tapi pas di coba make google pagsepeed jelek.. itu gmn ya ? tapi klo dibuka web saya aman aman aja sih.. tolong cendol nya gan.. makasih gan
Eril
26 June 2020Pengukurannya memang beda kak antara GTMetrix sama Page Insight Google, yang terpenting pastikan saja website sudah cepat saat diakses.
Terima kasih sudah berkunjung di Blog Qwords,
Untuk urusan domain hosting percayakan pada Qwords.
Bicara Indonesia
31 August 2020Memang susah susah gampang agar website bisa sangat cepat dan ter optimasi
Eril
1 September 2020Tetap semangat untuk optimasi websitenya kak,
Kakak bisa cek tentang cara optimasi website di blog ini karena sudah banyak kami share.
Jangan lupa untuk urusan domain hosting percayakan pada Qwords saja.
sedot wc kediri
7 May 2021selain contoh di atas, apakah perlu setting server nya?
Eril
10 May 2021Kalau sudah settingnya bener semua,
Server sudah tidak perlu dirubah lagi kak.
Kalau butuh domain hosting bisa pesan di Qwords.com ya.
Terima kasih
Haidir Aly
1 October 2021Mau tanya kak apakah template website berpengaruh pada kecepatan loading?
Eril Obeit Choiri
4 October 2021Sangat berpengaruh kak makanya pakai template yang bagus biar speednya bagus.
Terima kasih
Adam Muiz
18 May 2022Ternyata setelah dicek web saya terlalu banyak plugin,
setelah dikurangi jadi lebih lancar sekarang.
Terimakasih tipsnya sangat membantu saya.
Afid Arifin
5 September 2023Alhamdulillah, berkat artikel ini web saya menjadi hijau semua skornya.
Rekomendasi Artikel
Cara Menggunakan Telegram Messenger Untuk Jualan
3 Cara Memantau Penggunaan RAM di Server, Mudah!
Apa Itu Permalink, Fungsi, Contoh dan Cara Settingnya
Cara Daftar Google AdSense, Jaminan Diterima!