Hosting
  • 10 mins read

Apa Itu Hosting? Pelajari Fungsi hingga Jenisnya di Sini!

magzin magzin

Sebagai pemula yang memulai website untuk pertama kali, kamu mungkin bertanya-tanya: hosting artinya apa, sih? Singkatnya, hosting adalah komponen penting untuk membangun website. Tanpa hosting, website tidak akan bisa diakses oleh pengguna di internet.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari hosting website secara lengkap, mulai dari pengertian, cara kerja, jenis, hingga cara memilih hosting yang tepat. Pastikan kamu membacanya hingga selesai, ya.

Apa Itu Hosting?

Web hosting atau hosting adalah layanan penyimpanan online yang berfungsi menyimpan dan menampilkan semua file website, sehingga orang-orang bisa mengaksesnya dengan mudah.

Setiap website tentunya akan terdiri dari file teks, gambar, database, maupun video. Nah, semua file tersebut membutuhkan penyimpanan agar website kamu bisa diakses oleh publik.

Pada dasarnya, ketika kamu membeli layanan hosting, maka kamu akan menyewa tempat penyimpanan di server fisik untuk menyimpan semua file website. Jika didefinisikan secara sederhana, hosting adalah seperti sebuah lahan yang digunakan untuk membangun rumah.

Rumah di sini bisa kita gunakan sebagai perumpamaan dari website. Semakin besar kapasitas rumah yang ingin dibangun, tentu kamu membutuhkan tanah yang lebih besar (luas).

Begitu pun dengan hosting, agar website kamu bisa menampung banyak pengunjung, maka spesifikasi hosting juga harus disesuaikan.

Fungsi Hosting

Mungkin kamu berpikir, “Bisa nggak sih pakai Google Drive saja?”. Jawabannya, tidak bisa. Manfaat pakai hosting jauh lebih spesifik untuk performa web. Ada beberapa fungsi hosting yang perlu kamu pahami, yaitu:

  • Memastikan website selalu online: Dengan hosting yang stabil, website bisa diakses selama 24/7 tanpa gangguan, sehingga kamu bisa menjangkau pelanggan secara lebih luas tanpa batasan waktu.
  • Mendukung performa website: Hosting yang baik akan membantu website berjalan lebih cepat dan responsif.
  • Keamanan data: Penyedia hosting biasanya menyediakan fitur keamanan seperti SSL, firewall, backup otomatis, dan perlindungan dari serangan hacker.
  • Menyediakan email profesional: Beberapa layanan hosting juga menawarkan email dengan domain sendiri, seperti surel@namabisnis.id.

Bagaimana Cara Kerja Hosting?

Meski berkonsep sebagai penyimpanan online, tetapi hosting sangatlah berbeda dengan penyimpanan online layaknya Google Drive maupun iCloud. Hosting lebih cocok untuk kebutuhan teknis yang berkaitan dengan website dan aplikasi, sedangkan penyimpanan online (Google Drive, iCloud, dll) lebih cocok untuk kebutuhan penyimpanan file sehari-hari.

Ilustrasi cara kerja hosting
Ilustrasi cara kerja hosting

Agar lebih jelas, di bawah ini adalah pemaparan singkat mengenai cara kerja hosting:

  1. Kamu menyewa ruang penyimpanan di server hosting.
  2. Kamu mengunggah file website ke server.
  3. Ketika seseorang mencari website kamu, mereka akan diarahkan ke server hosting.
  4. Server hosting akan mengirimkan website kamu ke perangkat pengguna.

Secara umum, cara kerja hosting berjalan begitu cepat. Bahkan bisa mencapai sepersekian detik saja. Semua itu dipengaruhi oleh kualitas hosting yang disediakan oleh penyedia.

Beberapa di antaranya juga dibedakan berdasarkan jenis hosting. Sebab, beberapa jenis hosting dikemas dengan karakteristik dan spesifikasi yang berbeda pula. Yuk, kenali lebih jauh jenis-jenis hosting berikut ini.

Perbandingan Jenis-Jenis Hosting

Berikut ini tabel perbandingan berbagai jenis hosting agar kamu lebih mudah memahami tujuan dan fungsinya.

Jenis Hosting Tipe Kebutuhan Traffic Keunggulan Utama
Shared Hosting Managed Rendah – Menengah Hosting murah dengan penggunaan yang sangat simpel.
Unlimited Hosting Managed Menengah Disk space luas dan tanpa batas file.
WordPress Hosting Managed Menengah Dioptimalkan untuk website wordpress (blog/toko online)
Cloud Hosting  Managed atau Unmanaged Tinggi Sangat stabil dan tahan down.
Dedicated Hosting Unmanaged hosting Sangat Tinggi Satu server penuh milikmu sendiri.
VPS Managed atau Unmanaged Kustom / Dev Kebebasan install aplikasi sendiri.

Jenis-Jenis Hosting

Secara umum, ada dua jenis hosting berdasarkan pengelolaannya, yakni managed dan unmanaged hosting.

Istilah managed hosting merujuk pada pengelolaan hosting yang melibatkan perusahaan penyedia hosting. Artinya, pihak penyedia akan memberikan fasilitas berupa tim teknis yang selalu siap kapan pun ketika hosting mengalami kendala.

Sementara itu, unmanaged adalah kebalikan dari managed. Semua pengelolaan hosting akan dilimpahkan kepada pelanggan. Artinya, pelangganlah yang akan secara mandiri menangani semua hal yang terjadi pada hosting yang dimilikinya.

Beberapa jenis hosting yang masuk dalam kategori managed adalah shared hosting, unlimited hosting, cloud hosting, WordPress hosting, dan dedicated hosting. Sedangkan jenis hosting yang termasuk dalam kategori unmanaged adalah VPS hosting.

Berikut ini adalah ulasan lengkap dari masing-masing jenis hosting managed dan unmanaged:

1. Shared Hosting

Ilustrasi cara kerja shared hosting
Ilustrasi cara kerja shared hosting

Shared hosting adalah jenis hosting yang paling umum. Penamaan shared sejatinya merujuk pada penggunaan sumber daya atau resource server fisik yang dibagi menjadi beberapa akun pengguna.

Adapun resource yang dibagi, meliputi penggunaan CPU, RAM, bandwidth, dan penyimpanan.

Analoginya, menyewa shared hosting adalah seperti kamu menyewa satu kamar indekos yang dihuni oleh beberapa orang. Ketika salah satu pengguna menggunakan listrik secara berlebihan, maka semua penghuni akan terpengaruh.

Begitu pun dengan shared hosting. Apabila salah satu pengguna memakai resource terlalu banyak, pengguna lain dalam satu server akan terdampak. Yang paling umum adalah website akan menjadi lambat saat diakses.

Beberapa aktivitas yang menyebabkan penggunaan resource berlebih adalah saat website memiliki jumlah pengunjung di luar kapasitas hosting (overload).

  • Kelebihan:
    • Harganya paling murah
    • Hosting langsung bisa dipakai
    • Mudah digunakan oleh semua kalangan
    • Tidak perlu melakukan maintenance server sendiri
  • Kekurangan:
    • Sumber daya dibatasi
    • Server bisa melambat
    • Akses konfigurasi server terbatas

2. Unlimited Hosting

Ilustrasi cara kerja unlimited hosting
Ilustrasi cara kerja unlimited hosting

Meski menggunakan nama unlimited hosting, jenis hosting yang satu ini tidak sepenuhnya tak terbatas, ya. Penyedia biasanya akan membatasi jumlah inode, yaitu jumlah file yang dapat diunggah ke hosting.

Misalnya, terdapat paket unlimited hosting dengan batasan inode sebanyak 50.000. Artinya, kamu bisa mengunggah file dalam jumlah tersebut, tanpa peduli berapa pun ukurannya.

Bagi pengguna yang membutuhkan hosting untuk menyimpan file berukuran besar, maka paket unlimited jadi salah satu rekomendasinya. Sementara itu, untuk pengguna yang mencari hosting untuk menyimpan banyak file, pastikan untuk memperhatikan jumlah inode yang diberikan.

Jika dirasa paket unlimited masih belum mengakomodir kebutuhan kamu, pertimbangkan untuk memilih paket yang lain.

  • Kelebihan:
    • Mudah dikelola
    • Harga relatif terjangkau
    • Hosting bisa langsung digunakan
    • Cocok untuk website yang sedang berkembang
  • Kekurangan:
    • Tidak sepenuhnya unlimited. Perhatikan kebijakan “fair use” sebelum menggunakannya.

3. Cloud Hosting

ilustrasi cara kerja cloud hosting
Ilustrasi cara kerja cloud hosting

Cloud hosting adalah hosting performa tinggi karena ditopang oleh beberapa server yang berperan sebagai backup atau cadangannya. Sederhananya, beberapa server ini akan aktif bersamaan dan terlihat layaknya satu server.

Dari segi ketahanan, tentu website yang menggunakan cloud hosting tidak akan terpengaruh bila satu server lain terkena kendala karena masih memiliki cadangan yang lain.

Dengan begitu, cloud hosting sangat cocok untuk para pemilik website bisnis yang memiliki traffic dalam jumlah yang tinggi.

Selain itu, para developer yang kerap mengerjakan proyek untuk beberapa klien juga bisa menggunakan paket ini tanpa khawatir overload.

Intinya, apa yang diberikan oleh cloud hosting lebih ‘mewah’ dibandingkan shared hosting, jadi harga cloud hosting umumnya akan lebih tinggi.

  • Kelebihan:
    • Penggunaannya mudah
    • Minim terjadi downtime dan overload
    • Recource yang fleksibel
    • Dibekali dengan load balancing untuk membagi beban server dengan seimbang
  • Kekurangan:
    • Rata-rata harganya masih lebih mahal ketimbang VPS

4. WordPress Hosting

Ilustrasi cara kerja wordpress hosting
Ilustrasi cara kerja wordpress hosting

Penggunaan nama WordPress dalam jenis ini adalah sebagai bentuk optimalisasi khusus terhadap CMS yang sangat populer ini. Ya, WordPress menjadi content management system (CMS) yang kini digunakan oleh 43.4% website yang ada di internet, melansir laporan W3Techs.

Selain mengoptimalkan WordPress secara khusus, jenis hosting ini juga akan menyertakan fitur yang berkaitan dengan WordPress secara ekslusif, baik itu template atau plugin premium. 

Dari sini, terlihat jelas bahwa hosting jenis ini diformulasikan untuk menjalankan website berbasis WordPress dengan optimal. Agar lebih paham, kamu bisa mempelajari perbedaan web hosting dengan WordPress hosting selengkapnya.

Target dari WordPress hosting ini adalah kalangan pengguna yang memang menginginkan performa website berbasis WordPress mereka sempurna.

  • Kelebihan:
    • Harganya murah
    • Mudah digunakan bahkan untuk pemula
    • Performa sangat optimal untuk website berbasis WordPress
    • Memiliki sumber daya yang fleksibel. Bisa ditambah/dikurangi sesuai kebutuhan
  • Kekurangan:
    • Kurang maksimal untuk menjalankan website selain WordPress

5. Dedicated Hosting

Ilustrasi cara kerja dedicated hosting
Ilustrasi cara kerja dedicated hosting

Dedicated hosting adalah jenis hosting yang menggunakan resource milik satu server fisik dan hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja. Jika dibandingkan dengan semua jenis sebelumnya, dedicated server menempati posisi teratas karena unggul dari semua aspek.

Shared hosting bisa diibaratkan seperti menyewa satu kamar indekos, sedangkan dedicated hosting sama seperti ketika kamu menyewa satu gedung hotel. Kamu bisa menggunakannya untuk meng-online-kan website dengan puluhan hingga ratusan ribu pengunjung per harinya.

Meskipun satu server hanya digunakan untuk satu pengguna, penyedia tetap memberikan layanan dukungan dan tim teknis.

Kategori pengguna yang cocok menggunakan dedicated hosting adalah pemilik situs e-commerce hingga situs berita yang berskala besar.

  • Kelebihan:
    • Mudah digunakan
    • Performa maksimal
    • Mendapatkan tim dukungan selama 24/7
    • Bisa digunakan untuk mengelola banyak website
    • Mampu menampung jumlah traffic yang sangat tinggi

6. VPS Hosting

Ilustrasi cara kerja VPS hosting
Ilustrasi cara kerja VPS hosting

Virtual private server atau VPS adalah jenis hosting yang menggunakan resource server fisik, kemudian dibagi menjadi beberapa bagian server virtual. Masing-masing bagian ini memiliki sumber daya sendiri, seperti ruang penyimpanan, RAM, dan prosesor, yang secara khusus dialokasikan untuk pengguna.

Menyewa VPS dapat diibaratkan seperti kamu memiliki komputer virtual yang bisa dikendalikan secara jarak jauh. Karena itu, kamu juga perlu menambahkan sistem operasi, baik itu Linux maupun Windows.

Berbagai konfigurasi, seperti memasang aplikasi, mengubah OS, dan menghapus file bisa dilakukan di VPS hosting sesuai kebutuhan.

Selain digunakan untuk meng-online-kan website, umumnya VPS juga bisa digunakan sebagai server email, VPS, hingga deploy aplikasi.

Menggunakan VPS membutuhkan kemampuan teknis dan manajemen server yang baik. Sebab, segala bentuk kesalahan atau kendala harus bisa diselesaikan sendiri.

  • Kelebihan:
    • Performa tinggi
    • Memiliki akses root ke server
    • Bebas utak-atik sesuai kebutuhan
    • Cocok untuk berbagai kebutuhan, terutama website dengan kunjungan yang tinggi
  • Kekurangan:
    • Butuh kemampuan teknis untuk mengelolanya

Tips Memilih Hosting yang Tepat untuk Kebutuhan

Cara memilih hosting tidak hanya soal mencocokkan antara kebutuhan dan jenis hosting karena ada faktor lain yang dapat memengaruhi kinerjanya. Agar pilihan hosting kamu lebih tepat dan akurat, pahami beberapa tips dalam memilih hosting berikut ini.

1. Pahami Kebutuhan

Tentukan seberapa besar website atau project-mu, misalnya dengan memperhitungkan pertumbuhan traffic. Bila perlu, konsultasikan dengan customer service agar dapat memberikan saran yang tepat. 

2. Perhatikan Jaminan Uptime

Uptime adalah lama waktu aktif server dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi nilainya, semakin baik performa server yang ditawarkan.

Sebagai contoh, penyedia hosting murah Indonesia, Qwords, memberikan jaminan uptime server sebesar 99.99%. Pastikan penyedia hosting yang kamu pilih memberikan jaminan uptime yang tinggi, ya.

3. Dukungan Pelanggan 24/7

Kamu tidak tahu kapan website akan bermasalah, jadi kamu harus memastikan hosting pilihanmu punya tim customer service yang selalu siap 24/7 untuk mengatasinya. Jangan sampai kamu tegiur oleh harganya yang murah, tetapi minim dukungan pelanggan.

4. Cek Spesifikasi

Meski sudah ada paket yang sesuai dengan kebutuhan, pemilihan spesifikasi juga akan memengaruhi harganya. Di Qwords, paket hosting terendah menggunakan penyimpanan sebesar 5 GB, dengan bonus domain, SSL, dan page builder premium secara gratis.

5. Sistem Keamanan

Pastikan penyedia hosting yang kamu pilih menerapkan standar keamanan yang baik dalam mengelola setiap data pelanggan. Sebab, banyak kasus seperti DDoS atau penyerangan dengan malware kerap mengincar perusahaan yang memiliki banyak data pelanggan.

6. Pilihan Control Panel

Control panel adalah software yang memudahkan pengguna untuk mengelola server hosting. Pastikan hosting pilihanmu menyediakan control panel dengan tingkat penggunaan yang sesuai dengan pemahamanmu.

Beberapa control panel punya konfigurasi yang sederhana sehingga dapat mempermudah pengguna pemula yang tidak memiliki kemampuan teknis sekalipun untuk mengelola server. 

7. Cek Ulasan dan Reputasi

Jika perlu, cari ulasan yang dibuat oleh pengguna hosting tersebut untuk mengetahui secara mendalam tentang kualitas hosting yang ditawarkan.

Cara Punya Hosting Sekarang Juga

Sekarang kamu sudah paham bahwa hosting website bukan sekadar infrastruktur, tapi investasi untuk masa depan bisnismu. Hosting adalah fondasi utama profesionalisme digital.

Sudah siap punya website profesional dengan performa ngebut? Kamu bisa mulai dengan mengecek cara beli hosting murah di Qwords. Pilih paket yang sesuai, amankan namamu, dan biarkan dunia melihat bisnismu hari ini juga!

Miliki Hosting Sendiri Mulai Hari Ini!

FAQ: Semua Tentang Hosting

  • Hosting website adalah… Layanan sewa tempat penyimpanan file agar website bisa online di internet.
  • Bisakah beli hosting saja tanpa domain? Bisa, tapi website tidak akan bisa dibuka tanpa alamat (domain).
  • Berapa biaya hosting murah? Di Qwords, kamu bisa mulai hanya dengan 15 ribu rupiah per bulan.
  • Apa itu bandwidth? Kapasitas transfer data antara server hosting dan pengunjung. Makin besar, makin banyak pengunjung yang bisa ditampung sekaligus.

Qwords Editorial

We have 20 years of experience in educating readers on Hosting, Website Development, Digital Marketing, and Business topics. We remain committed to providing the best educational materials.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *