Hosting
  • 6 mins read

Daftar 10 Database Terpopuler Paling Update Tahun 2025

magzin magzin

Kata database sepertinya bukan lagi istilah asing untuk kamu di era serba teknologi seperti sekarang. Banyak orang sudah tahu apa fungsi database, walaupun belum tentu semuanya bisa mengoperasikannya secara langsung.

Dalam bisnis modern saat ini, hampir semua informasi penting sudah tersimpan rapi dalam sistem digital, bukan lagi catatan di lembaran kertas yang berisiko hilang.

Dulu, mungkin kamu sering menggunakan Microsoft Access untuk mengelola database skala kecil karena cara pakainya yang simple.

Tapi di tahun 2025, cara itu sudah outdated. Sekarang, standarnya sudah beralih ke SQLite untuk aplikasi lokal atau Serverless Database untuk aplikasi web karena lebih mudah kamu kembangkan.

Nah, ingin tahu lebih lanjut tentang database yang populer dan paling update di 2025? Simak selengkapnya di sini.

Apa Itu Database?

Database Terpopuler
Database Terpopuler Tahun 2025

Database atau basis data adalah kumpulan data yang tersimpan rapi dan teratur di komputer, yang bisa diproses pakai aplikasi khusus untuk jadi informasi yang berguna.

Data yang disimpan ada yang berbentuk tabel, skema, objek, view, query dan sejenisnya tergantung tipe datanya.

Program aplikasi untuk mengolah data bernama DBMS, aplikasi DBMS ini nantinya akan langsung berinteraksi dengan menyambungkan antara database yang tersimpan dengan pengguna.

Dengan DBMS user bisa melakukan berbagai hal seperti melakukan query database, update data, pembuatan data, eksport data serta administrasi database lainnya.

Daftar 10 Database Terpopuler 2025

Rank Database per April 2025

Tercatat sampai bulan April 2025 ada 382 jenis database menurut db-engines.com. Tentunya ini jumlah yang sangat banyak sekali untuk jumah database.

Agar kamu tidak kebingungan dalam memilih database apa yang akan digunakan, berikut daftar 10 database populer saat ini:

1. Oracle

Pertama ada Oracle, database yang sudah melegenda sejak 1977. Perusahaan asal California ini merupakan salah satu pencipta RDBMS pertama di dunia.

Nama Oracle sendiri sangat melekat dengan database berukuran raksasa dan struktur yang kompleks. Walaupun Oracle adalah database berbayar, kamu sebagai developer tidak perlu pusing soal biaya. Biasanya, klienlah yang akan membayar lisensinya.

Namun, kamu juga bisa menjualnya sebagai satu kesatuan paket beserta lisensi, tergantung kesepakatan dengan klienmu nanti.

2. MySQL

MySQL adalah database yang populer digunakan untuk keperluan website mulai dari untuk pemakaian pribadi hingga level perusahaan.

MySQL support dengan berbagai bahasa pemrograman sehingga menjadikan banyak digunakan oleh para developer website. Selain itu MySQL juga gratis digunakan tidak perlu lisensi untuk menggunakannya.

Perusahaan besar sekelas Facebook, Google, Adobe dan perusahaan besar lainnya menggunakan MySQL untuk keperluan database website mereka.

Untuk bahasa pemrograman yang support dengan MySQL seperti C, C#, C++, Delphi, Haskell, Java, JavaScript, Perl, PHP, Python, Ruby dan masih banyak lainnya.

3. Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server
Microsoft SQL Server

Database populer ke tiga yakni milik Microsoft ini berbayar seperti Oracle. Microsoft tidak hanya terkenal dari sistem operasinya saja, tetapi Microsoft juga memiliki Microsoft SQL Server untuk urusan database.

Microsoft SQL Server ini adalah database relasional yang bersifat komersial, tidak seperti Ms Access yang digunakan hanya sebatas computer desktop saja.

SQL Server ini bisa digunakan untuk Windows Server yang memiliki fitur untuk pengelolaan database dan fitur server lainnya.

Baca juga : Perbedaan Antara VPS dan Dedicated Server

4. PostgreSQL

PostgreSQL (atau Postgres) sekarang menjadi ‘anak emas’ para developer di tahun 2025. Bukan hanya karena gratis, tapi juga karena fleksibilitasnya yang luar biasa, cocok untuk kamu yang butuh database powerful.

Dulu, Postgres hanya terkenal di sistem operasi Unix/Mac, tapi sekarang dia jadi standar industri karena bisa handle data relasional sekaligus JSON (NoSQL) dengan mudah.

Apalagi, ekosistemnya mendukung teknologi AI lewat ekstensi vector search, jadi semakin menarik buat kamu yang suka explore data canggih.

5. MongoDB

MongoDB
MongoDB

MongoDB adalah database dengan konsep noSQL. Database noSQL adalah database yang tidak menggunakan relasi tabel seperti SQL dan tidak menyimpan data dalam bentuk dinamis seperti relational database.

Dalam penyimpanan database, MongoDB menggunakan suatu dokumen yang strukturnya mirip dengan JSON.

MongoDB memiliki fitur automatic scaling, high performance dan high availability.

Dalam melakukan operasi, MongoDB menggunakan Javascript untuk melakukan proses CRUD, agregasi, indexing dan operasi database yang lainnya.

6. Snowflake

Snowflake adalah database yang dikembangkan oleh Snowflake Computing Inc. Snowflake mendukung model basis data utama Relational DBMS sehingga dapat menyimpan data secara dinamis.

Database ini merupakan platform data warehousing yang sepenuhnya berbasis cloud. Query yang digunakan Snowflake sederhana namun sangat efisien dalam mengolah data terstruktur.

7. Redis

Redis adalah database berbasis key value store yang masuk kategori NoSQL. Dalam pengambilan data redis lebih cepat karena menggunakan sistem in-memory, namun tetap persistent saat akan menyimpan data ke disk.

Query yang digunakan dalam redis mudah digunakan untuk menyimpan data sederhana sampai data yang kompleks sekalipun.

Kelebihan lainnya redis memiliki dokumentasi yang sangat lengkap, jadi kamu tidak perlu banyak googling untuk belajar database.

8. Elasticsearch

Elasticsearch masuk kategori NoSQL seperti MongoDB. Elasticsearch adalah database yang fokus pada search engine database menggunakan engine dari Apache Lucene yang merupakan search engine database dengan query low level.

Elasticsearch memiliki kelebihan dimana query lebih mudah digunakan karena sudah berbasis RESTful.

9. Pinecone (Vector Database)

Di tahun 2025, nama Pinecone melejit seiring dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Berbeda dengan database biasa, Pinecone adalah jenis Vector Database yang dirancang khusus untuk menyimpan data dalam bentuk vector embeddings.

Ini adalah kunci bagi kamu yang ingin membangun aplikasi pintar seperti chatbot AI, sistem rekomendasi, atau pencarian berbasis gambar.

Jika kamu sedang mengerjakan proyek berbasis AI, database jenis ini adalah pilihan paling relevan saat ini.

Baca juga : Cara Memilih Komputer Server

10. SQLite

Database terakhir yakni SQLite yang menjadi salah satu database terpopuler di dunia karena sifatnya yang sangat ringan dan stabil. Berbeda dengan database lain, SQLite bersifat embedded atau tertanam langsung dalam aplikasi.

Kamu tidak butuh server terpisah untuk menjalankannya, itulah sebabnya SQLite pasti kamu temukan di setiap perangkat Android, iOS, hingga peramban web.

Namun, jika kebutuhanmu adalah membangun website dengan skala yang lebih kompleks seperti menggunakan MySQL, peran infrastruktur sangatlah krusial.

Penggunaan Dedicated Server dengan spesifikasi terbaik tetap menjadi pilihan utama agar kamu bisa menjamin performa dan kecepatan akses data yang optimal bagi pengguna.

Bangun Database Tangguh, Jalankan Project Tanpa Hambatan

Setelah mengenal 10 database populer di 2025, kini saatnya memastikan semua project dan aplikasi kamu berjalan lancar.

VPS Qwords memberi kendali penuh untuk menginstal dan mengelola database favorit kamu, dengan performa tinggi dan stabilitas yang bisa diandalkan.

Didukung teknologi NVMe SSD, proses baca-tulis data jadi cepat dan mulus, sehingga project kamu tetap responsif bahkan saat traffic meningkat.

Cocok untuk developer yang ingin eksplorasi, maupun UMKM yang ingin sistem bisnis digitalnya scalable tanpa ribet.

Jangan biarkan server lambat menahan ide besarmu. Launch project kamu dengan VPS Qwords sekarang, nikmati database tanpa batas, dan rasakan performa yang selalu siap support setiap langkah kesuksesanmu.

Saepudin Mulyono

Saepudin Mulyono adalah Technical Content Writer di Qwords yang berfokus pada topik web hosting, domain, cloud, dan pengembangan website. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang IT, Pudin aktif menulis artikel edukatif yang membantu bisnis dan developer memahami teknologi secara praktis dan aplikatif. Sebagai bagian dari tim Qwords, ia terlibat dalam riset konten, pengujian layanan, serta penyusunan panduan teknis berbasis kebutuhan pengguna. Tulisan-tulisannya dirancang untuk memberikan insight yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan industri digital.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *